Beranda / Ragam Berita / Revolusi karakter siswa, SMAN 4 Jayapura gelar LDK di Rindam XVII

Revolusi karakter siswa, SMAN 4 Jayapura gelar LDK di Rindam XVII

Kepala Bidang SMA/SMK Disdikbud Kota Jayapura, Batseba Itaar, S.Pd menyampaikan sambutan pada penutupan LDK SMA Negeri 4 Jayapura. (TIFAPOS/Istimewa)

 

Ringkasan Berita

• Siswa menjadi lebih baik, menerapkan ilmu ke teman-teman sekolah.

• Fondasi kepemimpinan solid, berdampak positif pada iklim sekolah.

• Keterlibatan seluruh pemangku kepentingan (guru, siswa, TNI) untuk ekosistem pendidikan holistik.

 

SEBANYAK 58 siswa pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS) dan Majelis Perwakilan Kelas (MPK) SMA Negeri 4 Jayapura mengikuti Latihan Dasar Kepemimpinan (LDK) di Resimen Induk Militer (Rindam) XVII Cenderawasih, Kabupaten Jayapura, selama tiga hari dari 19 s.d 21 Januari 2026.

Kegiatan ini didampingi lima guru pendamping dari SMAN 4 Jayapura dan tujuh pelatih profesional dari Rindam XVII Cenderawasih. Pembiayaan sepenuhnya menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahun 2026.

Tema utama LDK kali ini adalah “OSIS sebagai Wadah Membentuk Pemimpin Berkarakter Pancasila”.

Subtema yang diusung pun sangat relevan dengan tantangan pendidikan saat ini, yaitu “Melalui Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa, Kita Ciptakan OSIS yang Bertanggung Jawab, Berkarakter, Tertib Beribadah, Tertib Belajar, Tertib Organisasi, Santun, Mandiri, Kreatif, Unggul, Bermartabat, dan Berwawasan Kebangsaan”.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAN 4 Jayapura, Kris Jeujanan, S.Ag., M.Si, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk membekali generasi muda dengan nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan militer yang disiplin.

“Tujuannya agar siswa-siswa ini menjadi lebih baik ke depannya. Mereka tidak hanya belajar untuk diri sendiri, tapi juga bisa menerapkan ilmu ini kepada teman-teman di sekolah,” ujar Kris di SMAN 4 Jayapura, Kamis, 22 Januari 2026.

Selain itu, LDK ini bukan sekadar program kesiswaan biasa karena melibatkan seluruh pemangku kepentingan di SMAN 4 Jayapura, mulai dari guru, siswa, hingga pihak TNI dari Rindam, sehingga kolaborasi ini dinilai penting untuk menciptakan ekosistem pendidikan yang holistik.

Serta, kegiatan LDK berlangsung khidmat dengan berbagai rangkaian materi seperti disiplin, pembinaan karakter, wawasan kebangsaan, serta penanggulangan kekerasan di lingkungan sekolah.

“Peserta diajari baris-berbaris, pendidikan jasmani, simulasi pengambilan keputusan, serta diskusi tentang nilai-nilai kebangsaan,” ujar Kris.

Kris menambahkan, pelatih dari Rindam XVII Cenderawasih, yang terdiri dari perwira dan bintara berpengalaman, membimbing dengan tegas namun penuh motivasi.

“Kami senang bisa berkontribusi membentuk karakter anak muda Papua. Disiplin militer adalah fondasi kepemimpinan yang solid. Mereka belajar tertib beribadah dan organisasi dengan baik. Ini akan berdampak positif bagi iklim sekolah,” ujar Kris.

Kris berharap ke depan pembinaan serupa akan diperluas kepada siswa yang memiliki masalah karakter atau disiplin kurang, agar seluruh warga sekolah bisa berkembang secara merata.

Kepala SMA Negeri 4 Jayapura, Widya Kusmayanti, S.Pd., M.Pd, menyambut baik penyelenggaraan LDK ini.

“Saya berharap kegiatan LDK menjadi momentum bagi siswa untuk mengasah jiwa kepemimpinan sejati. Di era digital saat ini, pemimpin muda harus memiliki karakter kuat berbasis Pancasila agar mampu menghadapi berbagai tantangan,” ujar Widya.

Widya menekankan OSIS bukan hanya organisasi sekolah, melainkan wadah strategis untuk membentuk calon pemimpin bangsa yang bertanggung jawab.

“Teruslah berkarya dengan karakter Pancasila. Jadilah pemimpin yang santun, mandiri, dan berwawasan kebangsaan. Kegiatan ini memperkuat sinergi antara sekolah dan TNI,” ujar Widya.

Widya berharap generasi muda Papua khususnya di Kota Jayapura siap menjadi penerus bangsa yang unggul dan bermartabat.

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *