Beranda / Rilis Pers / Relawan MDF-AR serukan persatuan jelang PSU Pilgub Papua

Relawan MDF-AR serukan persatuan jelang PSU Pilgub Papua

TIFAPOS.id Menjelang Pemungutan Suara Ulang (PSU) Pilkada Gubernur Papua yang dijadwalkan pada 6 Agustus 2025, para relawan serukan persatuan.

Mereka mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara bertanggung jawab dan menghindari provokasi serta hoaks yang dapat memecah belah persatuan, terutama isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan).

Relawan memiliki peran penting, yaitu menyampaikan informasi tentang tata cara pencoblosan, pentingnya partisipasi politik, dan pemahaman demokrasi kepada masyarakat.

Mereka juga membantu meluruskan informasi dan menangkal hoaks yang bisa memecah belah masyarakat dan menjadi garda depan yang menjaga situasi demokrasi tetap aman dan damai.

Selain itu, menjalankan agenda sosialisasi dan edukasi yang disesuaikan dengan komunitas masing-masing di berbagai basis pemilih, sehingga partisipasi bisa meningkat dan proses demokrasi berjalan efektif dan adil.

Dan, turut serta mengawal suara pada saat pemungutan agar pemilihan berlangsung jujur serta menjaga stabilitas dan ketertiban di TPS selama PSU berlangsung.

Relawan juga mengajak seluruh warga menggunakan hak pilih dengan baik, menghindari golput, dan ikut menentukan pemimpin yang terbaik untuk daerah serta masa depan.

Salah satunya, relawan Matius Derek Fakhiri-Aryoko Rumaropen (MDF-AR), menyerukan persatuan dam kesatuan khususnya untuk menjaga kelancaran, keamanan, dan keberhasilan proses demokrasi.

“Jangan lupa untuk datang ke TPS pada 6 Agustus 2025. Ajak seluruh anggota keluarga dan tetangga yang memiliki hak politik untuk menyalurkan suaranya di TPS,” ujar Ketua Kelompok Komunitas Transmigrasi Kabupaten Keerom sekaligus relawan MDF-AR, H.M. Komarudin dalam rilisnya di Jayapura, Kamis (24/7/2025).

Dia mengingatkan politik adalah untuk memilih pemimpin terbaik yang mampu membawa kesejahteraan dan pembangunan di Bumi Papua, sehingga masyarakat dapat menikmati hasilnya, hingga anak cucu.

Hal ini juga menjadi tanggung jawab bersama sebagai Warga Negara Indonesia yang baik dalam menyukseskan penyelenggaraan Pilkada di Papua.

“Suara masyarakat Papua sangat menentukan pembangunan untuk lima tahun ke depan, maka gunakanlah hak pilih saudara dengan sebaiknya dengan cara mendatangi TPS,” ujar Komarudin.

Diharapkan, dengan menjaga persatuan dalam Pilkada agar membangun semangat persatuan dan kesatuan bangsa dengan mengesampingkan perbedaan pilihan politik.

Serta bekerja sama secara harmonis untuk menjaga keamanan dan kelancaran penyelenggaraan Pilkada.

Diharapkan juga, relawan dapat menyatukan perbedaan dengan menjalin komunikasi dan koordinasi yang baik antar anggota komunitas, menciptakan komunitas yang solid, dan menolak polarisasi yang dapat merusak persatuan.

Menjaga persatuan dan kesatuan adalah syarat mutlak dalam Pilkada maupun Pemilu, dan seluruh elemen masyarakat, termasuk relawan, harus berkomitmen untuk menghindari polarisasi dan menjaga suasana demokrasi yang aman dan damai.

Selain itu, relawan juga diharapkan dapat menjadi pelopor edukasi kepada masyarakat agar partisipasi Pilkada berjalan cerdas dan positif, seperti yang diingatkan oleh organisasi kemasyarakatan dan tokoh pemuda.

Lebih jauh, motivasi relawan politik berkaitan dengan keinginan membawa perubahan positif melalui kepemimpinan yang jujur dan adil, serta menjaga kredibilitas dan integritas calon yang didukung agar persatuan tetap terjaga selama dan setelah Pilkada.

Harapan ini menunjukkan peran penting relawan tidak hanya sebagai pendukung calon, tapi sebagai penjaga persatuan yang berperan aktif menciptakan suasana Pilkada yang kondusif dan damai.

 

(lrh)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *