Narasumber memaparkan materi. (TIFAPOS/Ramah)
TIFAPOS.id – Dewan Pengurus Wilayah (DPW) PKS Papua Bidang Kepemudaan menggelar talkshow dalam rangka merefleksikan 96 tahun sumpah pemuda.
Kegiatan dengan tema ‘Pemuda dan Masa Depan Papua’ berlangsung di Cafe Rapopang Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Jumat (1/11/2024).
Dihadiri ketua-ketua organisasi kepemudaan di Kota Jayapura, menghadirkan narasumber Dr. Ade Yamin (akademisi), Supriyadi Laling (politisi/pengusaha), Benyamin Gurik (ketua KNPI Papua).
Ketua panitia Simon Walilo mengatakan talkshow tersebut mendiskusikan tentang pertumbuhan kepemudaan di masa depan Papua khususnya di Kota Jayapura.
Walilo yang juga Katua Gema Keadilan Papua Pegunungan sekaligus anggota DPRD Papua Pegunungan, mengatakan pemuda sebagai agen perubahan di Indonesia khususnya di Papua.

“Sumpah pemuda warisan para leluhur untuk pemuda. Generasi muda tidak harus tinggal diam di setiap organisasi, agar masa depan Papua bisa dikelola dengan baik,” ujarnya.
Walilo berharap melalui talkshow sekaligus silaturahmi dapat melahirkan kegiatan yang bisa membangun generasi muda di masa mendatang sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan di era global.
“Saya berharap pemuda Papua mampu merumuskan persoalan di Papua dan ikut terlibat dalam pembangunan dengan cara dan budayanya sendiri,” ujarnya.
Kabid Kepemudaan DPW PKS Papua Muhammad Mujahidin berharap mengambil peran aktif dari setiap pemaparan oleh narasumber.
“Oleh karena itu, pemuda harus terus memupuk semangat kebangsaan dan memperjuangkan persatuan bangsa dengan cara-cara yang positif dan konstruktif,” ujarnya.
Kesempatan tersebut, Ade Yamin mengatakan anak muda harus mambuat sejarahnya sendiri karena berebeda dengan pemuda di fase 1928.
“Pemuda menyiapkan dirinya untuk masa depan. Jangan hanya menjadi objek tapi sebagai pelaku,” ujarnya.
Sementara, Benyamin Gurik berharap generasi muda sebagai agen perubahan, bukan hanya objek tapi sebagai pelaku.

Supriyadi Laling mengatakan sejarah dan masa lalu, kemandirian pemuda dan politik, kemandirian pemuda dan ekonomi.
“Anak muda kritis dan visioner. Anak muda agen perubahan, pemuda yang bisa menginspirasi atau produktif. Kemandirian pemuda menjadi dasar mengisi kemerdekaan,”
Supriyadi berharap pemuda Papua membuka pemikiran khususnya menjadi pengusaha karena minim sekali orang asli Papua (OAP) menguasai politik dan ekonomi.
Sumpah pemuda adalah peristiwa sejarah penting bagi bangsa Indonesia. Peristiwa ini terjadi pada 28 Oktober 1928 di Jakarta.
Pemuda dari berbagai organisasi berkumpul untuk menyatakan tekad mereka untuk mempersatukan bangsa Indonesia dan menjunjung tinggi bahasa Indonesia.






