TIFAPOS.id Wanita Hindu Dharma Indonesia (WHDI) Provinsi Papua menggelar rapat kerja provinsi (Rakerprov) untuk menyusun dan mengevaluasi.
Selain itu, mengkoordinasikan program kerja serta kegiatan organisasi dan kerja sama guna mendukung penguatan peran dan solidaritas wanita Hindu, yang dapat meningkatkan peran WHDI dalam mendukung terwujudnya Generasi Emas 2045.
Kegiatan ini berlangsung di Best Western Sagita Jayapura, Kota Jayapura, Papua, Sabtu (26/7/2025) dihadiri ketua dan anggota WHDI Provinsi Papua.
Dengan pemateri Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan
Keluarga Berencara Provinsi Papua, ketua organisasi sebagai mitra, dan penasehat WHDi serta panitia.
Selain itu, materi tentang Badan Dharma Dana Nasional( BDDN) dan Pencegahan Anti Korupsi dari Ketua BDDN Provinsi Papua
Ibu Ni Made Karmiasih, S.E., MM.
Rakerprov ini mengangkat tema “Peningkatan Peran WHDI dalam Rangka Menyongsong Terwujudnya Generasi Emas 2045” dihadiri Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI ) Provinsi Papua.
Hadir juga Pembimas Hindu Kementrian Agama Provinsi Papua, ketua-ketua Organisasi Wanita Tingkat Provinsi Papua, Penasehat WHDI Provinsi Papua, dan Ketua WHDI Kabupaten/Kota se Provinsi Papua.

Ketua WHDI Provinsi Papua, Ni Ketut Kabeningsih, S.Pd., M.M.Pd mengatakan, WHDI adalah organisasi wanita Hindu di Indonesia yang bergerak dalam bidang sosial, kemasyarakatan, dan keagamaan.
Dia juga mengatakan, tema Rakerprov sangat relevan dengan visi dan misi WHDI Provinsi Papua untuk mewujudkan Wanita Hindu yang cerdas, mandiri, berdaya dan meningkatkan peran dan kontribusi wanita dalam pembangunan bangsa.
“Kami percaya bahwa wanita memiliki peran penting dalam menciptakan generasi yang tangguh, cerdas, dan berakhlak mulia,” ujar Kabeningsih.
Kabeningsih berharap, peserta rapat kerja untuk berpartisipasi aktif dan memberikan kontribusi dalam diskusi dan pengambilan keputusan.
“Mari kita bekerja sama untuk menciptakan Papua yang lebih sejahtera dan berdaya saing. Rakerprov ini sekaligus merumuskan usulan Provinsi untuk disampaikan pada saat Munas/Rakernas WHDI,” ujar Kabeningsih.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Pdt. Klemens Taran, S. Ag mengatakan, rapat kerja demi mewujudkan perempuan Hindu yang cerdas, mandiri dan berdaya saing tanpa meninggalkan nilai nilai dharma.
“Jadi, peranan perempuan bukan sekadar sebagai pelengkap, tetapi juga sebagai pencipta yang mengembangkan kemampuan, membentuk karakter, serta membangun peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujar Taran.
Dia juga mengatakan, banyak generasi muda yang semestinya bertumbuh dan mendapatkan pendidikan justru harus mencari nafkah untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Perkembangan teknologi yang sangat pesat juga menyebabkan ketatnya persaingan, sehingga banyak orang tua menyerahkan sepenuhnya pendidikan anak kepada sekolah.
“Orang tua hanya membayar biaya sekolah tanpa memperhatikan perkembangan anaknya, dengan anggapan bahwa sekolah bertanggung jawab penuh atas pendidikan dan pembentukan karakter anak,” ujar Taran.
WHDI Provinsi Papua sebagai organisasi sosial kemasyarakatan yang bernaung di bawah Majelis Tertinggi Umat Hindu, yakni Parisadha Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Papua, diharapkan dapat berperan aktif.
Diantaranya, dalam mengayomi, melayani, dan membimbing umatnya, khususnya wanita Hindu di Provinsi Papua, dalam meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi.

Wanita Hindu juga memiliki peranan penting terhadap masa depan, yaitu sebagai ibu rumah tangga, dengan tugas mengatur urusan rumah tangga dan menyelenggarakan upacara keagamaan
Selain itu, tempat kelahiran manusia sebagai generasi penerus keluarga dan bangsa, dan pembimbing anak, sejak anak dalam kandungan hingga dewasa.
Untuk itu, melalui kegiatan ini, Taran mengapresiasi atas dedikasi dan partisipasi ibu-ibu dalam mengambil peran membangun sinergi pelaksanaan tugas Kantor Wilayah Kementerian Agama.
Dia berharap rapat kerja ini dapat memperkuat sinergi dan meningkatkan efektivitas program WHDI dalam mendukung pembangunan di Provinsi Papua.
“Saya juga berharap rapat kerja ini menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi perempuan dalam pembangunan bangsa,” ujar Taran.
“Mari kita jadikan WHDI sebagai wadah pengabdian pemberdayaan, serta menjaga nilai-nilai luhur Hindu Dharma khususnya dalam peran strategis mewujudkan generasi ke depan yang lebih baik,” sambungnya.
(lrh)






