Beranda / Ragam Berita / Putra asli daerah disiapkan menjadi atlit sepak bola profesional

Putra asli daerah disiapkan menjadi atlit sepak bola profesional

TIFAPOS.id – Menjadi atlit profesional khususnya di bidang olahraga sepak bola usia dini lahir melalui pembinaan dan selalu mengikuti kompetisi, sehingga terbentuk kemampuan alami dan bakat.

Pendidikan sepak bola untuk usia dini bukan sekedar pengenalan teknik dan fisik, tapi juga terkait pengembangan intelegensi dan kepribadian anak agar termotivasi untuk terus semangat berlatih.

Hal itu menjadi ihtiar Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jayapura, Papua, dengan menyelenggarakan kompetisi yang diikuti oleh seluruh Sekolah Sepak Bola (SSB) se-Kota Jayapura.

Kegiatan ini merupakan program Dispora Kota Jayapura bekerja sama dengan Asosiasi Provinsi Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (Asprov PSSI) Papua dalam rangka Hari Pendidikan Nasional 2024.

Turnamen sepak bola kelompok usia 12 tahun ke bawah diikuti 10 SSB se-Kota Jayapura, yang berlangsung dari 11-13 Juni 2024 bertempat di Lapangan Trikora Jayapura.

Sudah ada 10 tim yang mendaftar, dan pelaksanaan teknikal meeting akan berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Waringin Kotaraja, Kota Jayapura.

“Kegiatan ini dialokasikan dari dana otonomi khusus (Otsus), sehingga pesertanya (semua) Orang Asli Papua (OAP),” ujar Kadispora Kota Jayapura, Rocky Bebena di GOR Waringin Kotaraja, Kota Jayapura, Papua, Kamis (6/6/2024).

Melalui event tersebut, Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pemuda dan Olahraga mengharapkan dapat menumbuhkembangkan bakat sepak bola putra asli daerah sejak usia dini.

Meski sudah terbiasa berlatih di masing-masing SSB, mental juga harus diasah dengan menambah jam terbang atau bermain di tempat umum agar mempertajam bakat yang dimiliki, sehingga memperoleh olahragawan di masa mendatang.

Dengan kebiasaan tanpil akan memberikan rasa percaya diri baik tim dan diri sendiri. Turnamen sepak bola antar SSB se-Kota Jayapura ini, dinilai berdampak positif karena mengurangi atau mencegah anak lebih banyak bermain gatget atau smarphone.

“Kalau bisa setiap tahun kami laksanakan (turnamen sepak bola). Ini tahun kedua kami dapat dana Otsus, dan turnamen ini baru pertama kalinya. Mari kita berikan support, bukan soal juara tapi yang terpenting bisa menyalurkan dan mengembangkan bakat mereka,” ujarnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *