Beranda / Ragam Berita / Puskesmas Skouw berperan sentral melayani masyarakat kampung di perbatasan Kota Jayapura

Puskesmas Skouw berperan sentral melayani masyarakat kampung di perbatasan Kota Jayapura

Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M memantau pelaksanaan pembangunan dam pelayanan di Puskesmas Skouw. (TIFAPOS/La Ramah)

 

Ringkasan Berita

• Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M memantau langsung pembangunan tahap kedua Puskesmas Skouw.

• Rehabilitasi ditargetkan pada pertengahan Desember 2025.

• Memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan tanpa hambatan.

 

PUSKESMAS Skouw adalah fasilitas pelayanan kesehatan utama yang melayani masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia-Papua Nugini di Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Papua.

Untuk itu, Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M memantau langsung pembangunan tahap kedua Puskesmas Skouw, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah perbatasan.

Pembangunan ini mencakup rehabilitasi bangunan dan penataan ruangan agar pelayanan publik di Puskesmas dapat kembali berjalan normal dengan standar yang lebih baik.

Saat peninjauan, wakil wali kota menegaskan bahwa proses rehabilitasi ini harus selesai pada pertengahan Desember 2025.

“Saya tekankan awal Desember sudah harus selesai agar penyerapan anggaran bisa berjalan lebih cepat,” ujar wakil wali kota, Kamis, 6 November 2025.

Untuk mempercepat proses tersebut, pihak pembangunan diminta menerapkan dua shift kerja dengan menambah jumlah pekerja dan menyediakan bahan bangunan yang cukup.

Dari segi pelayanan, Puskesmas Skouw akan dipastikan menyiapkan tim medis dengan ketersediaan dokter yang memadai.

Hal ini menjadi fokus utama agar masyarakat dapat menerima layanan kesehatan yang optimal, terutama dalam penanganan penyakit umum maupun yang memerlukan penanganan khusus.

Ketersediaan obat-obatan juga menjadi perhatian agar tidak terjadi kekosongan yang dapat mengganggu pelayanan.

Selain itu, wakil wali kota menyampaikan bahwa mulai tahun 2026, seluruh Puskesmas di Jayapura diharapkan bisa beroperasi selama 24 jam sehari.

Hal ini untuk memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan tanpa hambatan, terutama pada kondisi darurat yang memerlukan penanganan cepat.

“Kami juga mengharapkan setiap Puskesmas memiliki klinik bersalin yang lengkap agar kebutuhan ibu dan bayi di wilayah ini dapat terpenuhi secara maksimal,” sambungnya.

Perbaikan infrastruktur dan penataan ruang di Puskesmas Skouw termasuk renovasi ruang tunggu, ruang pemeriksaan, serta fasilitas penunjang lainnya.

Adanya perbaikan ini, masyarakat diharapkan mendapatkan layanan yang lebih nyaman dan efisien. Petugas medis dan non-medis juga diinstruksikan untuk lebih siap dan responsif dalam menjalankan tugas.

Adapun pelayanan umum yang disediakan di Puskesmas Skouw, yaitu promosi kesehatan, kesehatan lingkungan, pelayanan kesehatan ibu dan anak, pelayanan keluarga berencana, pelayanan pencegahan dan pemberantasan, penyakit menular, dan pelayanan pengobatan.

“Puskesmas ini memiliki peran strategis karena melayani masyarakat dari beberapa kampung di kawasan perbatasan seperti Kampung Holtekam, Koya Barat, Koya Timur, Koya Tengah, Skouw Yambe, Skouw Sae, Skouw Mabo, dan Kampung Mosso,” ujar wakil wali kota.

Selain itu, sebagai unit pelaksana teknis Dinas Kesehatan, Puskesmas Skouw bertanggung jawab memberikan pelayanan kesehatan dasar termasuk pelayanan preventif dan promotif kepada masyarakat yang tinggal di daerah yang secara geografis sulit diakses, serta rentan terhadap berbagai masalah kesehatan.

Lokasi Puskesmas Skouw yang berada di garis depan perbatasan menjadikannya sebagai wajah pelayanan kesehatan di wilayah tersebut.

Sehingga, puskesmas ini berfungsi tidak hanya untuk memberikan pengobatan umum namun juga berperan dalam upaya pencegahan penyakit dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan.

Selain itu, Puskesmas Skouw juga menjadi titik pelayanan bagi warga negara Papua Nugini yang berada di wilayah perbatasan, karena interaksi sosial ekonomi yang terjadi di kawasan ini cukup intens.

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *