Paduan suara siswa-siswi SNKSB Papua saat tampil di hadapan orang tua dan guru. (TIFAPOS/La Ramah)
TIFAPOS.id Sekolah Negeri Khusus Sains dan Bahasa Papua menggelar Purnawidya angkatan ke-30, dengan tema ‘Dari Papua menuju dunia dengan semangat dan prestasi’.
Kegiatan yang berlangsung di aula Gedung Auditorium Balai Latihan Tenaga Kesehatan Papua, Padang Bulan, Kota Jayapura, Senin (5/5/2025) dihadiri orang tua siswa, tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan perwakilan Dinas Pendidikan Papua.
Ketua panitia Gerson J. Aronggear, S.T., S.Pd., M.AP, mengatakan sebanyak 233 siswa dinyatakan lulus pada Tahun Ajaran 2024/2025.
“Harapan kami, setelah acara kelulusan ini anak-anak terus menjalin silaturahmi baik sesama mereka yang sudah lulus maupun kepada adik-adik kelas mereka, serta tenaga pendidik dan tenaga kependidikan,” ujar Aronggear.

Kepala SNKSB Papua, Yanet Berotabui, S.Pd., M.M.Pd, mengapresiasi peserta didik yang sudah berjuang dengan sungguh-sungguh, sehingga berhasil menamatkan pendidikan mereka.
“Ini bukanlah akhir tapi awal perjalanan hidup kalian. Jadilah generasi emas dan berkarakter. Raih mimpi kalian dimanapun berada. Bila selama ini ada kata dan perilaku yang kurang berkenan, kami memohon maaf,” ujar Berotabui.
Dijelaskannya, tema ‘Dari Papua menuju dunia dengan semangat dan prestasi’ adalah mengarahkan energi positif dan tekad kuat untuk meraih keberhasilan dalam berbagai bidang.
Semangat adalah modal utama untuk mencapai prestasi, karena dengan semangat yang tinggi, motivasi dan usaha akan terus terjaga.
Prestasi tidak datang secara kebetulan, melainkan hasil dari kerja keras, disiplin, dan strategi yang tepat serta keyakinan diri.

Untuk menuju dunia dengan semangat dan prestasi, dikatakan Berotabui, harus menetapkan tujuan yang jelas dan spesifik agar fokus dan motivasi tetap terjaga.
Bangkit dan terus berjuang meski menghadapi kegagalan atau rintangan. Jangan berhenti berusaha sampai target tercapai, karena prestasi adalah hasil dari usaha yang konsisten.
Jaga semangat dan energi positif, serta hindari pengaruh negatif yang dapat menurunkan motivasi. Gunakan doa, usaha, dan dukungan dari orang-orang terdekat sebagai penyemangat tambahan.
“Dengan sikap gigih dan semangat yang menyala, kalian dapat mengubah tantangan menjadi peluang dan meraih prestasi yang membanggakan di dunia,” ujar Berotabui.

Ia juga mengatakan, untuk mengatasi rintangan dalam mencapai prestasi yaitu kenali dan terima rintangan yang dihadapi sebagai bagian alami dari proses menuju sukses, sehingga siap mental untuk menghadapinya.
Identifikasi hambatan secara spesifik agar bisa menentukan solusi yang tepat, misalnya keterbatasan keterampilan atau kondisi lingkungan.
Tetapkan tujuan yang jelas dan realistis, baik jangka pendek maupun panjang, untuk menjaga fokus dan motivasi. Tingkatkan keterampilan dan kompetensi melalui pelatihan atau pembelajaran agar lebih siap menghadapi tantangan.
Tetap fleksibel dan terbuka terhadap perubahan, siap menyesuaikan rencana jika diperlukan agar tetap maju. Jaga keseimbangan hidup dengan istirahat, olahraga, dan aktivitas menyenangkan agar energi tetap terjaga.
Ia juga mengatakan, ambil tindakan konsisten dan berani mengambil risiko yang diperhitungkan untuk membuka peluang baru dan mengatasi hambatan.
Pelajari pengalaman dari kegagalan dan terus adaptasi agar semakin tangguh dan berkembang. Pertahankan sikap positif dan motivasi tinggi, ingat alasan dan tujuan awal agar tidak mudah menyerah.
“Dengan menerapkan langkah-langkah ini, rintangan bukan lagi penghalang, melainkan peluang untuk tumbuh dan meraih prestasi lebih baik,” ujar Berotabui.

Kesempatan tersebut, Berotabui menegaskan pentingnya siswa memiliki karakter atau kepribadian baik, moral, dan sikap positif yang terbentuk melalui proses pendidikan sejak usia dini.
Karakter ini mencakup nilai-nilai seperti religiusitas, sopan santun (beradab), tanggung jawab, kejujuran, empati, kerjasama, integritas, dan rasa hormat.
Ia juga mengatakan, pembentukan karakter siswa sangat dipengaruhi oleh interaksi dengan guru, teman, dan lingkungan sekolah. Guru memiliki peran penting sebagai teladan dan fasilitator dalam menanamkan nilai-nilai karakter tersebut.
Untuk itu, sangat penting membentuk siswa berkarakter dengan menerapkan program kebersihan, keindahan, dan ketertiban di sekolah (program K3).
Memberikan kesempatan pada siswa untuk berani menyampaikan pendapat dan berpartisipasi aktif dalam diskusi. Menanamkan nilai-nilai karakter melalui kegiatan rutin seperti upacara bendera.
Mengembangkan sikap disiplin, sopan santun, dan kerja keras. Melibatkan siswa dalam kegiatan sosial dan ekstrakurikuler untuk melatih keterampilan sosial dan empati.
Pendidikan karakter bukan hanya fokus pada akademik, tetapi juga pembentukan kepribadian yang baik agar siswa mampu menjadi pemimpin masa depan yang berintegritas.
“Siswa berkarakter diharapkan menjadi generasi penerus bangsa yang berkualitas, beretika, bertanggung jawab, dan mampu berkontribusi positif dalam masyarakat,” ujar Berotabui.

Ia juga mengatakan sebanyak 17 siswa Sekolah Negeri Khusus Sains dan Bahasa Papua dari 233 telah diterima SNPT melalui jalur prestasi.
Sekretaris Dinas Pendidikan Papua, Tery Wanena, S.Pd., M.Pd mewakili Kepala Dinas Pendidikan Papua, Christian Sohilait, S.T., M.Si, mengapresiasi orang tua dan guru yang sudah mendidik.
Ia juga mengatakan, kelulusan dapat menjadi momen yang berkesan dan bermakna tanpa menimbulkan keresahan di masyarakat.
Selain itu, Dinas Pendidikan Papua juga mendorong lulusan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi demi masa depan yang lebih baik.
Kesempatan tersebut, Dinas Pendidikan mengingatkan agar siswa tidak melakukan perayaan berlebihan seperti mencoret seragam, dan lebih baik menyumbangkan seragam kepada yang membutuhkan.
“Harapan Dinas Pendidikan adalah terciptanya kelulusan yang bermakna, tidak memberatkan, kondusif, dan mendorong siswa untuk terus belajar dan berprestasi,” ujar Wanena.






