Beranda / Opini / Program Waroeng Katekese musim kedua telah berakhir

Program Waroeng Katekese musim kedua telah berakhir

Bincang-bincang di podcast Waroeng Katekese. (TIFAPOS/Istimewa)

Jayapura – Minggu malam (29/12/2024), bertempat di aula St. Ignatius, Paroki Kristus Terang Dunia Waena, program “Video Podcast Waroeng Katekese” telah mencapai episode akhir di musim keduanya.

Program ini merupakan salah satu media pewartaan iman Katolik yang dikemas secara lebih ringan dan kekinian yang mengusung konsep “Warung Modern atau Café”.

Dengan dipandu Herry Lefaan Samosir sebagai host dan Rio Dosinaeng serta Margareth Dwi sebagai co-host dari unsur OMK (Orang Muda Katolik) dan Pendamping Muda SEKAMI (Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner) dari Paroki Kristus Terang Dunia Waena.

Program Video Podcast ini, merupakan satu-satunya program pewartaan berbasis digital yang masih eksis dibawah Keuskupan jayapura.

Program ini dirancang untuk menjadi ruang dialog iman Katolik yang segar, mendalam, dan relevan bagi kehidupan sehari-hari.

Bincang-bincang di podcast Waroeng Katekese. (TIFAPOS/Istimewa)

Terinspirasi oleh semangat pengajaran gereja dan kebutuhan untuk menghadirkan katekese dalam bentuk yang lebih dekat dengan umat.

Dalam episode ke-8 atau episode terakhir di musim kedua dari program Waroeng Katekese mengambil tema “Keluarga Kudus, Teladan bagi Keluarga kita”.

Menghadirkan Narasumber dari Pastor Penanggungjawab Paroki Kristus Terang Dunia, Waena berserta Pastor Vikaris, yakni RD Barnabas Daryana dan RD Damianus Uropmabin.

Program ini terbagi atas 3 segmen, dimana pada segmen pertama dipandu oleh Bung Rio dan Nona Dwi sebagai host dengan menghadirkan Keluarga Servo Kochu dan Keluarga Sumaryono di mana keduanya telah memiliki usia pernikahan 21 tahun.

Dalam segmen ini, RD Barnabas Daryana atau yang akrab dipanggil Pater Bas memaparkan definisi dan makna keluarga kudus dalam kehidupan keluarga katolik sehari-harinya.

“Mencapai Keluarga Kudus dimaknai dengan adanya Kasih dan Pengampunan dalam hubungan Keluarga” ungkap Pater Bas dalam rilisnya di Jayapura, Selasa (31/12/2024).

Pada segmen ini juga, pasangan keluarga Servo Kochu dan Sumaryono berbagi pengalaman mereka masing-masing dalam komunikasi sebagai suami-istri maupun dalam hubungan dengan anak-anak mereka yang sekiranya menjadi contoh konkret hubungan komunikasi dalam sebuah keluarga.

Memasuki segmen kedua diawali dengan penampilan Bung Herry Lefaan yang membawakan lagu “Happy Christmas” bersama anak SEKAMI dari Paroki Kristus Terang Dunia sekaligus menjadi host dalam segmen kedua yang menghadirkan Keluarga Stanis Dosinaeng sebagai pasutri yang sudah mengarungi bahtera rumah tangga selama 29 Tahun.

Pada segmen ini juga, keluarga Stanis Dosinaeng berbagi pengalaman mereka hingga memiliki anak-anak yang sudah dewasa serta bagaimana peran dan kontrol sebagai orangtua dalam hal mengasuh dan mendidik anak-anak mereka.

Pada konteks berpelayanan di gereja sejak dini, keluarga Stanis seperti halnya dengan keluarga Servo dan Sumaryono pada segmen sebelumnya juga mengenalkan kehidupan iman katolik sejak kecil melalui kegiatan Sekolah Minggu (SEKAMI), Misdinar hingga bergabung sebagai anak OMK (Orang Muda Katolik) di Paroki Kristus Terang Dunia.

Segmen ketiga sebagai segmen pamungkas dari program ini menghadirkan RD Damianus Uropmabin sebagai Pastor Vikaris, Bapak Anton Nevi selaku sekretaris I dan Ibu-ibu dari Seksi keluarga Dewan Pastoral Paroki KTDW.

Pada segmen ini, lebih difokuskan pada peran dan fungsi dari seksi keluarga di Paroki KTDW yang juga bertepatan dengan peringatan Pesta Keluarga Kudus dalam liturgi Katolik.

Segmen ketiga ini dipandu oleh Bung Herry, Bung Rio dan Nona Dwi yang menggali informasi yang lebih mendalam terkait program-program kerja yang sudah dilakukan dan yang akan dikerjakan di tahun 2025 mendatang.

“Fokus dan perhatian khususnya terhadap pembinaan keluarga-keluarga muda dan kategori lansia masih menjadi program unggulan dari seksi kami” ujar Yasintha Mote selaku Koordinator dari Seksi Keluarga.

Di menit-menit akhir menjelang berakhirnya program ini, Marcel Yonas selaku produser program Waroeng Katekese Musim Kedua menyerahkan Booklet Katekese yang berisikan resume materi katekese selama musim kedua kepada perwakilan DPP Paroki KTDW yang diwakili oleh Bapak Anton Nevi sebagai sekretaris 1 dan juga kepada Pastor Vikaris Paroki KTDW, RD. Damianus Uropmabin.

“Harapan kami, Booklet ini menjadi pengingat dan guidance iman katolik yang kami persembahkan bagi umat Paroki Kristus Terang Dunia” seloroh Marcel dalam segmen tersebut.

Anton Nevi sangat antusias menanggapi Program Video Podcast ini karena memiliki informasi yang lengkap, bukan hanya melalui media Youtube MultimediaKTDW namun juga melalui ringkasan Booklet ini.

Senada dengan beliau, RD Damianus Uropmabin juga sangat mengapresiasi kehadiran Program Waroeng Katekese setelah sempat “matisuri” selama lebih kurang 3 tahun di musim pertamanya serta menjadi “oase” guna menghapus dahaga iman dan katekese di Paroki KTDW dan Keuskupan Jayapura yang dikemas secara digital melalui platform Youtube.

Bincang-bincang di podcast Waroeng Katekese. (TIFAPOS/Istimewa)

Pater Dami, begitu biasa beliau disapa, sangat mengharapkan tim produksi Waroeng Katekese tetap eksis dengan dukungan DPP Paroki Kristus Terang Dunia dan para donatur dalam menatap musim ketiga di Tahun 2025.

“Waroeng Katekese” dan “Lumen Christi” merupakan dua program andalan dari Paroki KTDW yang memiliki tujuan pewartaan guna menjangkau segmen umat yang lebih luas” lanjut Pater Dami.

Di tempat yang sama, Pengarah dan Konseptor Acara, Butet Beatrix mengungkapkan, program Waroeng Katekese di musim ketiga akan tampil dengan kemasan yang berbeda baik dalam hal desain maupun konten acara yang akan disesuaikan dengan pendekatan kekinian guna menjangkau segmen penonton yang lebih luas.

Diakhir segmen ketiga, sekaligus penutup episode 8 dari Waroeng Katekese dilakukan foto bersama Tim Produksi dan para Narasumber yang hadir malam itu.

Program ini juga memiliki tujuan lain, yakni melatih adik-adik pendamping muda SEKAMI dan OMK dalam mengoperasikan peralatan digital yang ada di paroki KTDW sebagai salah satu bentuk regenerasi dalam hal pewartaan iman.

“Waroeng Katekese” hadir untuk menjadi jembatan antara iman dan kehidupan nyata, menjawab pertanyaan-pertanyaan mendalam, dan mengarahkan umat pada pemahaman yang lebih mendalam tentang Allah dan Gereja-Nya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *