Koordinator Pengawas Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura sekaligus Pengawas SD Gugus IV dan V Distrik Jayapura Selatan, Ni Ketut Kabeningsih, S.Pd., M.M.Pd. (TIFAPOS.id/La Ramah)
TIFAPOS.id – Program MBG adalah inisiatif pemerintah Indonesia yang bertujuan untuk meningkatkan status gizi anak-anak dan kelompok rentan lainnya, seperti ibu hamil dan menyusui.
Diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto, program ini diharapkan dapat mengatasi masalah malnutrisi dan stunting yang masih menjadi tantangan besar di negara ini.
Program ini dirancang untuk memberikan makanan bergizi kepada sekitar 82,9 juta penerima manfaat, termasuk anak-anak dari berbagai jenjang pendidikan, balita, serta ibu hamil dan menyusui.
Dengan fokus pada penyediaan makanan sehat, MBG bertujuan untuk menekan angka stunting dan meningkatkan kualitas kesehatan serta pendidikan.
Penyediaan makanan bergizi di sekolah diharapkan dapat mendukung konsentrasi siswa dan meningkatkan partisipasi mereka dalam kegiatan belajar.
Program ini mulai dijalankan pada Januari 2025 di 932 titik, dengan rencana perluasan ke 2.000 titik pada April 2025 dan hingga 5.000 titik pada Juli-Agustus 2025.
Pelaksanaan MBG melibatkan berbagai kementerian dan lembaga, termasuk Kementerian Kesehatan dan Badan Gizi Nasional, untuk memastikan keberhasilan program.
Program ini juga berfokus pada pemberdayaan UMKM melalui penyediaan rantai pasok makanan bergizi, sehingga mendukung ekonomi lokal.
Dengan dukungan dari berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah, MBG diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesehatan dan pendidikan anak-anak di seluruh Indonesia.
Kesempatan tersebut, Koordinasi Pengawasan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura sekaligus Pengawas Pembina Sekolah Dasar (SD) Gugus IV dan V Distrik Jayapura Selatan, Ni Ketut Kabeningsih, S.Pd., M.M.Pd, mengatakan program MBG untuk meningkatkan gizi anak-anak di Kota Jayapura.
Ia menekankan pentingnya program ini dalam membantu pemenuhan kebutuhan gizi siswa, meskipun ada tantangan yang perlu diatasi.
“Saya berharap pelaksanaan program MBG ini terus ditingkatkan agar meningkatkan gizi anak-anak di Kota Jayapura,” ujar Kabeningsih, yang ikut memantau pelaksanaan program MBG di Kota Jayapura yang di launching, Selasa (18/3/2025) jenjang TK dan SD di wilayah Distrik Abepura oleh Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H beserta jajarannya di TK Juru Selamat, SDN Kotaraja, SDN Inpres Kotaraja, dan SDN Vim 1 Kotaraja.
Ia menyarankan agar semua proses dikelola dengan baik untuk memastikan makanan yang disajikan aman dan bergizi bagi anak-anak
Ia juga mengatakan, pengawas pembina sekolah dasar dapat memastikan keamanan makanan dalam program MBG, seperti memperkuat pengawasan pada semua tahap proses penyediaan makanan.
Mulai dari pengolahan hingga distribusi. Ini termasuk memastikan bahwa makanan yang disajikan memenuhi standar higienitas dan sanitasi yang ketat.
Selain itu, pembentukan tim pengawas keamanan pangan di tingkat sekolah yang terdiri dari kepala sekolah, guru, dan orang tua siswa.
Tim ini bertugas untuk memantau dan memastikan bahwa makanan yang diberikan sesuai dengan standar yang ditetapkan.
Serta, memberikan pelatihan kepada petugas di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan pihak catering tentang praktik keamanan pangan, termasuk cara memasak dan menyajikan makanan yang aman.






