TIFAPOS.id Program Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan) disosialisasikan di Kabupaten Sarmi, Papua, Jumat (18/7/2025), sebagai bagian dari upaya peningkatan literasi keuangan secara masif dan merata di seluruh Indonesia.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 100 peserta yang antusias mengikuti rangkaian sosialisasi dari berbagai lembaga keuangan dan otoritas terkait.
Kegiatan yang bertujuan untuk membentuk masyarakat cerdas finansial ini, menghadirkan pemateri dari Pegadaian, Bank Papua, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Kesempatan tersebut, Pegadaian memberikan edukasi tentang produk tabungan emas, yang dinilai sebagai alternatif investasi yang aman, terjangkau, dan mudah diakses oleh masyarakat.
Tabungan emas kini menjadi salah satu instrumen keuangan yang diminati karena nilai emas yang cenderung stabil dalam jangka panjang.

Sementara, Bank Papua memaparkan secara rinci terkait program Kredit Usaha Rakyat (KUR), yang menjadi solusi pembiayaan bagi pelaku usaha mikto, kecil, dan menengah (UMKM),
Dalam paparannya, dijelaskan mengenai syarat pengajuan KUR, suku bunga rendah, serta manfaat program ini dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Tidak kalah penting, OJK turut hadir dengan materi Waspada Investasi Ilegal, mengingat maraknya penawaran investasi bodong yang merugikan masyarakat.
Peserta diingatkan untuk selalu mengecek legalitas entitas keuangan sebelum bertransaksi, serta mengenali ciri-ciri penipuan berkedok investasi.
Program Gencarkan ini disambut positif oleh peserta. Mereka mengaku mendapat banyak pengetahuan baru tentang cara mengelola keuangan secara bijak dan mengenali risiko-risiko finansial.
“Kami berharap, melalui kegiatan ini masyarakat Sarmi dapat lebih cerdas dalam mengambil keputusan keuangan, serta terlindungi dari berbagai bentuk kejahatan finansial,” ujar Pemimpin Cabang Pegadaian Kabupaten Sarmi, Sarmini dalam rilisnya di Sarmi.
Dengan meningkatkan literasi keuangan, diharapkan masyarakat Indonesia, termasuk di wilayah timur seperti Papua, dapat tumbuh menjadi komunitas yang tangguh secara ekonomi.
Program Gencarkan merupakan inisiatif nasional yang terus digalakkan oleh pemerintah melalui OJK dan lembaga keuangan lainnya, untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara masif dan merata di seluruh Indonesia.

Gerakan ini melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk Kementerian/Lembaga, pelaku usaha sektor keuangan, asosiasi, serta masyarakat umum, dengan target menyasar seluruh kelompok prioritas seperti pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, dan kelompok penyandang disabilitas.
Salah satu target utamanya di 2025 adalah 90 persen pelajar Indonesia memiliki tabungan melalui program Satu Rekening Satu Pelajar (KEJAR) dan Tabungan siMUDA (Simpanan Mahasiswa dan Pemuda).
Program ini juga mendorong pembukaan akses kredit UMKM melalui pembiayaan melawan rentenir serta meningkatkan penggunaan produk keuangan oleh kelompok penyandang disabilitas.
Peluncuran program Gencarkan pada 22 Agustus 2024 berlangsung dengan tema “Masyarakat Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas 2045” dan dihadiri oleh berbagai pejabat tinggi serta lebih dari 1.300 peserta dari berbagai segmen masyarakat.
Program ini juga mensasarkan pemberdayaan 2 juta duta dan agen literasi keuangan untuk memperluas jangkauan edukasi keuangan hingga 50 juta rakyat Indonesia.
Inisiatif ini diharapkan menjadi bagian penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan likuiditas dan pendalaman pasar keuangan nasional.
(lrh)






