Beranda / Ragam Berita / Pondok Pesantren As Salaam Jayapura “Berilmu, Berakhlak, dan Menginspirasi Negeri”

Pondok Pesantren As Salaam Jayapura “Berilmu, Berakhlak, dan Menginspirasi Negeri”

Pengurus dan santri Pondok Pesantren As Salaam Jayapura foto bersama. (TIFAPOS/Istimewa)

 

Ringkasan Berita

• Yayasan As Salaam Jayapura didirikan berakar dari semangat dakwah dan pendidikan.

• Sebagai lembaga profesional dan pelopor kebaikan dengan pendidikan Islam berkualitas dan tata kelola profesional.

• Menekankan pentingnya membentuk santri dan santriwan yang unggul ilmu agama dan berdaya saing.

 

DALAM semangat memperingati Hari Santri Nasional 2025, Pondok Pesantren As Salaam Jayapura mengusung tema “Dari Ponpes As Salaam, Santri Menginspirasi Negeri”.

Tema ini mencerminkan tekad kuat para santri dan civitas pesantren untuk terus menebarkan nilai-nilai ilmu, akhlak, dan kebaikan dari Jayapura, Papua untuk Indonesia.

Didirikan pada tahun 1998 di bawah naungan Yayasan As Salaam Jayapura, lembaga pendidikan ini berakar dari semangat dakwah dan pendidikan yang diwariskan oleh salah satu dewan pembina As Salaam, alumni Pondok Pesantren As Salaam Kota Solo, Jawa tengah.

Kini, pesantren As salaam dipimpin oleh Ustadz Riqki Rifaat, Lc., M.Ag. (Al Hafidz) selaku Mudir (direktur pesantren), yang menekankan pentingnya membentuk santri-santriwan (santri/laki-laki dan perempuan, santriwan/santri laki-laki di pesantren) yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga berdaya saing di tengah perubahan zaman.

“Santri harus menjadi teladan kebaikan dan perekat sosial di tengah masyarakat. Dari pesantren, kita bangun generasi yang berilmu, berakhlak, dan membawa kedamaian,” ujar Mudir Ponpes As Salaam Jayapura, Ustadz Riqki Rifaat dalam rilisnya di Jayapura, Selasa, 21 Oktober 2025.

Pesantren yang terletak Kelurahan Koya Barat Kota Jayapura seluas 2 hektare (Ha) setara dengan 20.000 meter persegi (m²), kini membina 75 santri mukim (tinggal menetap dalam asrama pesantren), dengan jenjang pendidikan SMP, serta memiliki lebih dari 500 peserta didik dari tingkat PAUD, SD, hingga SMP yang bernaung dalam jaringan Sekolah Islam Terpadu (SIT) Indonesia.

Ketua Yayasan As Salaam Jayapura, Abdul Majid, S.Pd., M.M.Pd yang juga menjabat Plt. Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Jayapura, Yayasan As Salaam bertekad menjadikan lembaga ini sebagai “Lembaga Profesional dan Pelopor Kebaikan”.

“Kami ingin menghadirkan pendidikan Islam yang tidak hanya unggul dan berkarakter, tapi juga kuat dalam tata kelola dan profesionalisme,” ujar Abdul Majid.

Kepala Bidang Pendidikan Yayasan As Salaam Jayapura, Ustadzah Dian Fitriana menegaskan, pihaknya memperkuat kompetensi para guru dan musrif-musrifah (pembimbing/pengasuh) agar semakin profesional serta adaptif terhadap perkembangan pendidikan modern.

“Kami bertekad membangun sistem pendidikan yang melahirkan guru-guru profesional dan santri-santriwan yang memiliki daya saing tinggi, baik di tingkat region maupun nasional,” ujar Dian.

Dian menambahkan, momentum Hari Santri Nasional tahun ini menjadi ajang refleksi dan syukur atas kiprah santri yang terus berkontribusi bagi kemajuan negeri.

“Dari Jayapura, santri-santriwati As Salaam membuktikan bahwa pesantren bukan hanya tempat menimba ilmu agama, tetapi juga pusat lahirnya generasi unggul, moderat, dan cinta tanah air,” ujar Dian.

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *