Kasat Reskrim Narkoba Polresta Jayapura Kota, AKP Febry V. Pardede, S.T.K., S.I.K memberikan penyuluhan dampak hukum dan bahaya narkoba kepada puluhan pemuda-pemudi di Kampung Kayo Batu. (TIFAPOS/Istimewa)
Ringkasan Berita
• Polresta Jayapura Kota gencar perangi narkoba dan miras melalui pendekatan preventif humanis.
• Narkoba dan miras bukan hanya pelanggaran hukum, tapi rusak fisik, otak permanen, kecanduan, dan picu kriminalitas (pencurian, kekerasan).
• Semua pihak bergandengan tangan lawan narkoba dan miras sebelum terlambat.
KEPOLISIAN Resor Kota (Polresta) Jayapura Kota semakin gencar perangi peredaran dan penyalahgunaan narkoba serta minuman keras (miras) melalui pendekatan preventif yang humanis.
Kasat Reskrim Narkoba Polresta Jayapura Kota, AKP Febry V. Pardede, S.T.K., S.I.K melalui Humas Polresta Jayapura Kota, Rabu, 28 Januari 2026, turun ke Kampung Kayo Batu, Distrik Jayapura Utara, untuk memberikan penyuluhan dampak hukum dan bahaya narkoba kepada puluhan pemuda-pemudi setempat.
Kegiatan yang digelar di Kantor Kampung Kayo Batu sejak pukul 09.30 WIT itu dibuka resmi oleh Sekretaris Kampung, Victor Toto.
Penyuluhan ini merupakan tindak lanjut dari permohonan pemerintah kampung, yang khawatir generasi muda terjerat ancaman narkoba di tengah maraknya peredaran gelap di wilayah Kota Jayapura.
AKP Febry Pardede menekankan narkoba bukan sekadar pelanggaran hukum, melainkan bom waktu yang mengancam masa depan anak muda Papua.
“Kami tidak ingin generasi muda Jayapura kehilangan masa depannya hanya karena narkoba dan miras. Negara dan Polri hadir untuk mencegah dan menyelamatkan, namun apabila masih ada yang nekat terlibat, maka penegakan hukum akan kami lakukan secara tegas dan profesional,” ujar AKP Febry.
AKP Febry juga memaparkan data mencengangkan di Papua, kasus penyalahgunaan narkoba meningkat 25 persen dalam dua tahun terakhir, menurut laporan Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua.
Selain itu, sabu-sabu dan ganja menjadi jenis paling merajalela, sering diselundupkan melalui jalur darat dan laut.
“Pilihan hari ini menentukan masa depan. Jangan pernah mencoba narkoba, karena sekali terjerat, dampaknya bukan hanya pada diri sendiri, tapi juga keluarga dan masyarakat. Jadilah generasi yang kuat, sadar hukum, dan mampu menjaga kampungnya dari pengaruh negatif,” ujar AKP Febry.
Kesempatan tersebut, sesi penyuluhan berlangsung interaktif dengan tanya jawab. Seorang pemuda bernama Yohanis (20), bertanya soal modus penawaran narkoba via media sosial.
AKP Febry menjawab tegas agar masyarakat khususnya kepada 50 peserta yang mengikuti kegiatan penyuluhan dampak hukum dan bahaya narkoba supaya melaporkan segera ke polisi.
Pertanyaan lain muncul dari seorang remaja putri yang khawatir teman-temannya tergiur miras di acara pesta kampung.
“Pelapor kami lindungi. Mulai dari diri sendiri, ajak teman berkata tidak. Bentuk kelompok anti-narkoba di kampung,” ujar AKP Febry.
AKP Febry menambahkan Polresta Jayapura Kota tidak main-main dalam memberantas narkoba termasuk miras, dan mengajak semua pihak bergandengan tangan lawan narkoba sebelum terlambat.
Ia juga menegaskan kegiatan penyuluhan dampak hukum dan bahaya narkoba adalah bagian dari program “Jayapura Bersinar Tanpa Narkoba”, yang sudah menjangkau kampung-kampung di Kota Jayapura sejak 2025.
“Melalui kegiatan ini, kami harap kesadaran hukum masyarakat, khususnya generasi muda, semakin tinggi. Mereka harus jadi mitra Polri ciptakan Jayapura bebas narkoba dan miras,” ujar AKP Febry.
Selain itu, upaya preventif ini penting dilakukan di Papua khususnya di Kota Jayapura karena narkoba dan miras tidak hanya merusak fisik tapi juga menyebabkan kerusakan otak permanen dan kecanduan serta memicu kriminalitas seperti pencurian dan kekerasan.
Sekretaris Kampung Kayo Batu, Victor Toto menyambut baik, dan meminta penyuluhan terus dilakukan sehingga karena pemuda tidak terpengaruh narkoba dan miras.
“Setelah ini, kampung akan bentuk posko pengawasan bersama Polri,” ujar Toto.
“Inisiatif Polri ini diharap jadi momentum kolaborasi pemerintahan kampung, masyarakat, dan aparat untuk selamatkan generasi emas Papua dari jerat putih mematikan,” sambungnya.
(ldr/subhan)







