Polisi ikut membantu memadamkan kobaran api yang membakar rumah warga. (TIFAPOS/Istimewa)
Ringkasan Berita
• Percikan api dari terminal listrik oleh cairan parfum jatuh ke sumber listrik, menyambar barang mudah terbakar.
• Warga coba padamkan manual, tapi evakuasi karena asap tebal. Semua penghuni selamat.
• Kebakaran listrik sering karena instalasi overload atau korsleting.
JAJARAN Polresta Jayapura Kota membantu padamkan kebakaran rumah warga di Jalan Agats Dok V Kali, Kelurahan Bhayangkara, Distrik Jayapura Utara, Senin, 9 Maret 2026.
Berkat koordinasi apik antara polisi, pemadam kebakaran, dan masyarakat, api berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa dan tidak meluas ke bangunan sekitar.
Dalam rilis Humas Polresta Jayapura Kota, Selasa, 10 Maret 2026, kejadian bermula dari laporan yang diterima Call Center 110 Polresta Jayapura Kota sekitar pukul 09.00 Waktu Papua.
Petugas Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) langsung bergerak. Tim yang dipimpin Pamapta Ipda Antonia, S.Tr.I.K bersama personel piket fungsi segera menuju lokasi.
“Kami tiba di tempat kejadian pukul 09.20, dan langsung berkoordinasi dengan tim Pemadam Kebakaran Kota Jayapura dari Pos Jayapura Selatan dan Dok V,” ujar Ipda Antonia.
Upaya pemadaman semakin optimal dengan dukungan kendaraan taktis Armoured Water Cannon (AWC) milik Polda Papua dan AWC Polresta Jayapura Kota.
Api yang melahap rumah milik Amir (78), berhasil dikendalikan pukul 10.00 Waktu Papua.
“Kami bersyukur tidak ada korban jiwa. Kerugian material memang ada, tapi yang terpenting keselamatan warga terjaga,” ujar Ipda Antonia.
Berdasarkan keterangan saksi mata, kebakaran diduga dipicu percikan api dari terminal listrik di salah satu kamar rumah. Cairan parfum yang tak sengaja jatuh mengenai sumber aliran listrik, memicu percikan yang menyambar barang-barang mudah terbakar di sekitarnya.
Warga sempat berupaya memadamkan api secara manual sebelum kepulan asap tebal memaksa mereka evakuasi. Beruntung, seluruh penghuni rumah lolos tanpa cedera.
Insiden ini menjadi pengingat akan risiko kebakaran di kawasan padat seperti Distrik Jayapura Utara, yang dikenal dengan perumahan nelayan dan aktivitas masyarakat pesisir.
Data Dinas Pemadam Kebakaran Kota Jayapura mencatat, sepanjang 2025, ada 47 kejadian kebakaran di wilayah kota, dengan 60 persen disebabkan instalasi listrik rusak atau kelalaian penggunaan alat rumah tangga.
“Kebakaran listrik sering terjadi karena instalasi overload atau korsleting, terutama di musim hujan seperti sekarang,” kata seorang petugas pemadam yang enggan disebut namanya.
Kapolresta Jayapura Kota, Kombes Pol Fredickus W. A. Maclarimboen, S.I.K., M.H., CPHR, mengapresiasi kerja tim dan mengimbau masyarakat tingkatkan kewaspadaan.
“Hindari penumpukan barang mudah terbakar dekat instalasi listrik. Periksa rutin kabel dan stop kontak, serta jauhkan bahan kimia seperti parfum dari sumber api,” ujar Kapolresta.
Ia juga menekankan pentingnya layanan darurat Call Center 110 Polri jika ada keadaan darurat untuk penanganan cepat dan tepat.
Kejadian ini menambah catatan positif Polresta Jayapura Kota dalam pelayanan masyarakat. Masyarakat Distrik Jayapura Utara pun berterima kasih atas respons kilat aparat.
“Polisi dan pemadam datang tepat waktu, rumah tetangga aman semua. Semoga insiden serupa bisa dicegah demi Kota Jayapura yang lebih aman,” ujar seorang warga setempat, Yohanis (45).
(ldr/edgard)







