PMR dan relawan PMI Kota Jayapura foto bersama usai memungut sampah dalam kegiatan gotong royong pembersihan lingkungan dan sosialisasi dan donor darah di lokasi CFD dalam rangka memperingati Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia yang jatuh pada 8 Mei 2025. (TIFAPOS/La Ramah)
TIFAPOS.id Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Jayapura gotong royong pembersihan lingkungan di lokasi Car Free Day (CFD) Jalan Hamadi-Holtekamp, Sabtu (18/5/2025).
Kegiatan PMR, relawan, dan pengurus dalam rangka memperingati Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia yang jatuh pada 8 Mei 2025.
Ketua PMI Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M, mengatakan gotong royong pembersihan lingkungan di lokasi CFD untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi pengunjung dan warga sekitar dengan mengurangi sampah dan polusi yang berserakan.
Membangun rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama terhadap kebersihan lingkungan sehingga masyarakat lebih peduli dan menjaga kebersihan secara berkelanjutan.
Memupuk kekompakan, solidaritas, dan kebersamaan antarwarga melalui kerja sama dalam membersihkan lingkungan.
Selain itu, mencegah dampak negatif seperti penyumbatan saluran air yang dapat menyebabkan banjir serta menjaga keindahan dan kelestarian alam sekitar.
Meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya membuang sampah pada tempatnya dan menjaga kebersihan lingkungan dengan dukungan fasilitas seperti tempat sampah yang memadai.
“CFD dapat berlangsung di lingkungan yang lebih bersih dan sehat, sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga dan mendukung kelestarian lingkungan,” ujar Rustan.

Ia juga mengatakan, manfaat jangka panjang dari kegiatan gotong royong yaitu mempererat persatuan, kesatuan, dan solidaritas antarwarga, membangun hubungan sosial yang harmonis dan kuat.
Meningkatkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama terhadap lingkungan dan fasilitas umum dan meningkatkan keamanan lingkungan karena warga saling mengenal dan peduli satu sama lain.
Selain itu, melestarikan nilai-nilai budaya seperti kebersamaan, tolong-menolong, dan kekeluargaan yang diwariskan secara turun-temurun.
Mendorong kemandirian masyarakat dalam menyelesaikan masalah lokal tanpa terlalu bergantung pada pihak luar dan meningkatkan kesejahteraan psikologis individu melalui rasa berguna dan dihargai dalam komunitas.

“Gotong royong pembersihan lingkungan agar membangun masyarakat yang kuat, mandiri, harmonis, dan berdaya saing dalam jangka panjang,” ujar Rustan.
Rustan yang juga menjabat Wakil Wali Kota Jayapura, mengatakan kegiatan tersebut mendorong sikap proaktif dalam membantu dan berkontribusi tanpa pamrih, membentuk pribadi yang peduli dan berjiwa sosial.
Serta, mengembangkan keterampilan sosial seperti komunikasi, kerja sama, dan kepemimpinan yang memperkuat karakter dan kepercayaan diri.
“Gotong royong bukan hanya menyelesaikan pekerjaan bersama, tetapi juga menjadi sarana efektif dalam membentuk individu yang berkarakter kuat, peduli sosial, dan bertanggung jawab,” ujar Rustan.

Selain gotong royong pembersihan lingkungan, PMI Kota Jayapura juga menggelar sosialisasi dan donor darah di lokasi CDF untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam donor darah.
Sosialisasi meliputi edukasi tentang manfaat donor darah, syarat menjadi pendonor, dan menghilangkan rasa takut atau skeptisisme masyarakat terhadap donor darah, dengan metode sosialisasi yang mudah diterima masyarakat.
Donor darah sendiri dilakukan dengan pemeriksaan kesehatan terlebih dahulu untuk memastikan calon pendonor layak mendonorkan darahnya.
Untuk meningkatkan partisipasi donor darah di lokasi CDF, dikatakan Rustan, yaitu penyuluhan dan edukasi rutin tentang manfaat donor darah serta meluruskan mitos yang salah, dilakukan secara langsung dan melalui media digital seperti brosur dan video edukasi untuk membangun kesadaran masyarakat.
Mengadakan kegiatan donor darah rutin di lokasi yang mudah dijangkau seperti CDF, bekerja sama dengan PMI atau lembaga kesehatan terkait agar akses menjadi lebih mudah dan mengurangi hambatan bagi calon pendonor.

Memberikan insentif atau penghargaan bagi pendonor aktif, seperti sertifikat atau paket kesehatan, untuk memotivasi partisipasi berkelanjutan.
Promosi melalui berbagai platform termasuk media sosial, poster, dan kerja sama dengan media lokal untuk menjangkau lebih banyak orang dan meningkatkan kesadaran.
Melibatkan relawan dan tokoh masyarakat untuk membantu sosialisasi dan mengorganisasi acara agar lebih menarik dan terpercaya bagi komunitas sekitar.
Evaluasi dan perbaikan berkelanjutan setelah setiap kegiatan untuk mengetahui kendala dan meningkatkan efektivitas kampanye donor darah berikutnya.
Pendekatan kombinasi edukasi yang komprehensif, kemudahan akses lokasi donor, dukungan sosial, dan insentif terbukti efektif meningkatkan partisipasi masyarakat secara signifikan.
“Harapan PMI adalah donor darah menjadi kebiasaan yang terus meningkat, aman, dan menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat demi menyelamatkan lebih banyak nyawa dan memenuhi kebutuhan darah,” ujar Rustan.

Ia juga berharap, agar masyarakat semakin sadar dan rutin mendonorkan darahnya secara sukarela untuk memenuhi kebutuhan darah nasional yang sangat penting bagi penyelamatan nyawa.
Selain itu, donor darah dapat menjadi wujud nyata kepedulian dan kasih sayang kepada sesama, serta mendorong lebih banyak orang untuk menjadi pendonor sukarela demi mencukupi pasokan darah di rumah sakit dan klinik.
“Setiap kantong darah yang didonorkan dapat menyelamatkan hingga tiga nyawa. Saya berharap, Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia agar PMI semakin efektif, hadir di tengah masyarakat, dan terus memperkuat semangat kemanusiaan demi membantu sesama tanpa pamrih,” ujar Rustan.

Kegiatan ini disambut antusias oleh pengunjung dan masyarakat sekitar, dengan harapan rutin dilakukan untuk menjaga ketersediaan stok darah di rumah sakit.
Selain itu, warga berharap sosialisasi dan kegiatan donor darah di CFD bisa membuka wawasan dan menghilangkan rasa takut atau skeptis terhadap donor darah, sehingga semakin banyak orang yang mau mendonorkan darahnya secara sukarela.
Warga juga berharap kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dengan memenuhi kebutuhan darah yang seringkali kurang di rumah sakit.
“Saya berharap kegiatan sosial ini terus berlanjut secara berkala untuk membantu ketersediaan darah dan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya donor darah,” ujar Jose Numberi.






