TIFAPOS.id – PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat menjamin pasokan listrik saat Hari Raya Iduladha 1445 Hijriyah/2024 Masehi.
Kesiapan itu dibuktikan dengan menyiagakan 1.221 personel (250 pegawai PLN, 971 petugas pelayanan teknik, 21 petugas command center, 3 pasukan Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan) guna memastikan pasokan listrik yang aman.
Komitmen PLN menyiagakan pasokan listrik aman dan prima guna memaksimalkan operasional seluruh infrastruktur kelistrikan, yang tersebar di seluruh wilayah kerja PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat.
PLN juga melakukan berbagai persiapan dengan melaksanakan apel gelar pasukan, inspeksi penyulang serta memastikan pasokan bahan bakar cukup.
Selain itu, penyisiran jaringan dan pemangkasan dahan-dahan dilakukan sebagai langkah mitigasi gangguan yang berasal dari lingkungan sekitar.
Sebagai upaya antisipasi lain, PLN juga mempersiapkan sumber pasokan listrik alternatif berupa 36 unit gardu bergerak (UGB), 23 uninterruptible power supply (UPS), 9 unit kabel bergerak (UKB)/unit kabel dan kubikel bergerak (UKKB) dan 60 mobile genset.
Hal ini, dilakukan agar pasokan listrik tetap aman pada beberapa titik prioritas khususnya rumah ibadah (masjid) yang sedang melaksanakan salat Iduladha.
“Langkah mitigasi terhadap gangguan yang tidak diinginkan juga kami lakukan dengan memaksimalkan sistem outage management pada command center,” ujar General Manager PT PLN (Persero) Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat, Budiono dalam rilisnya, Minggu (16/6/2024).
Nantinya, pelanggan yang melakukan pengaduan dan keluhan melalui aplikasi PLN Mobile bisa ditanggapi secara cepat, apabila terjadi gangguan kelistrikan.
PLN juga menyediakan 60 posko siaga yang terdiri dari 8 posko siaga untuk pembangkit, 3 posko siaga untuk transmisi, 1 posko siaga untuk pengatur beban, 40 posko siaga untuk distribusi serta 8 posko siaga milik PLN Icon+.
“Pada prinsipnya kami siap mengamankan kelistrikan dalam kondisi yang andal serta memaksimalkan layanan agar masyarakat dapat menikmati momen iduladha dengan nyaman,” ujar Budiono.
Sebelumnya, PLN telah menetapkan masa siaga kelistrikan selama tiga hari, yaitu dimulai sejak tanggal 16 Juni 2024 hingga 18 Juni 2024.
Sekitar 152 titik pada keenam provinsi di Tanah Papua juga menjadi prioritas pengamanan pasokan listrik, yang sebagian besar merupakan tempat ibadah/masjid.
Di sisi lain, PLN memproyeksikan beban puncak kelistrikan di keenam provinsi di tanah Papua saat Hari Raya Iduladha di tanggal 17 Juni 2024 mendatang sebesar 324,28 MW dengan daya mampu pembangkit sebesar 493,15 MW.
Kondisi tersebut memberikan cadangan daya sekitar 168,8 MW yang cukup untuk memenuhi kebutuhan daya (listrik) masyarakat saat momen lebaran.
Pada kesempatan ini, PLN mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap bijak dan berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik di rumah agar tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Penggunaan listrik yang cerdas juga dapat membantu menghemat biaya energi. Dengan menggunakan perangkat hemat energi dan praktik efisiensi energi, sehingga mengurangi tagihan listrik bulanan.






