Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Papua, M.B. Setiyo Wahyudi melepas kafilah Papua ke MTQ Kalimantan Timur 2024 ditandai penyerahan bendera pataka. (TIFAPOS/Istimewa)
TIFAPOS.id – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Provinsi Papua, M.B. Setiyo Wahyudi mewakili Penjabat Gubernur Papua Mayjen Ramses Limbong meminta kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Papua, agar tidak menjadikan MTQ sebagai ajang berkompetisi tapi juga meningkatkan ilmu dan wawasan tentang Al-Qur’an.
Hal itu disampaikan Wahyudi di Aula Asrama Haji Transit Papua di Kota Jayapura, Kamis (5/9/2024) pada acara Pelepasan Kafilah Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Papua menuju MTQ XXX di Samarinda, Kalimantan Timur pada 6 s.d 16 September 2024.
Qori dan qori’ah juga diingatkan agar tidak hanya fokus pada pencapaian prestasi, namun menyebarkan semangat pembangunan berbasis nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat.
Penjabat Gubernur Papua, dikatakan Wahyudi, menyatakan rasa syukur bahwa Papua dapat berpartisipasi dalam event nasional yang diselenggarakan di Kalimantan Timur.
Dilanjutkan Wahyudi, Penjabat Gubernur Papua juga mengapresiasi para pelatih, official, dan seluruh pihak yang telah bekerja keras memastikan keikutsertaan Papua dalam ajang bergengsi itu.
“Para peserta dan official diharapkan melaksanakan tugas dengan semangat tinggi serta niat yang ikhlas sebagai ibadah, serta turut mengajak masyarakat untuk lebih mencintai dan memahami Al-Qur’an,” ujar Wahyudi dalam rilisnya, Sabtu (7/9/2024).
Penjabat Gunbernur Papua, dikatakan Wahyudi, mendoakan agar kafilah dapat bersaing dengan baik dan meraih prestasi yang membanggakan di tingkat nasional.
“Semua pihak diingatkan untuk menjaga nama baik Papua, dengan berperilaku sesuai tuntunan Al-Qur’an serta memastikan para official dan pelatih memberikan bimbingan yang optimal selama kompetisi berlangsung,” ujarnya.
Ia juga meminta kafilah yang mengikuti MTQ XXX 2024 diminta menjaga kesehatan, mengingat perjalanan panjang yang akan ditempuh menuju Kalimantan Timur.
“Seluruh kafilah agar berlatih dengan penuh dedikasi dan berkomitmen memberikan yang terbaik untuk mengharumkan nama Provinsi Papua,” ujarnya.
Ketua Kafilah Provinsi Papua Syamsuddin menyampaikan jumlah kafilah Provinsi Papua sebanyak 82 orang.
Pelatihan terpusat di Pondok Pesantren An-Nur Tangerang, Banten, dengan 21 orang, terdiri dari 18 peserta lomba dan 3 pelatih. Untuk pelatihan di Provinsi Papua diikuti 26 orang, dengan dukungan 35 orang yang bertugas sebagai official, pelatih, dan pendamping.
Kafilah Papua berpartisipasi dalam berbagai jenis lomba, termasuk Musabaqah Tilawatil, Qur’an (Tartil, Tilawah Anak, Tilawah Remaja, dan Tilawah Dewasa), Musabaqah Hifdzil Qur’an (1 Juz dan Tilawah, 5 Juz dan Tilawah, 10 Juz, 20 Juz, dan 30 Juz).
Selain itu, Musabaqah Fahmil Qur’an (Putra dan Putri), Musabaqah Syahril Qur’an (Putra dan Putri), Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Al-Qur’an (Putra dan Putri), Musabaqah Khat Al-Qur’an (Kontemporer, Naskah, Mushaf, dan Dekorasi).
“Pada STQ Nasional 2023, kafilah Papua berhasil meraih juara kedua dalam cabang lomba Hifdzil Qur’an golongan 1 Juz. Kita berharap agar prestasi tersebut dapat ditingkatkan dalam ajang MTQ Nasional 2024 ini,” ujarnya.

Pada ajang ini, mama-mama orang asli Papua juga akan turut serta dalam pameran produk lokal khas Papua, diantaranya dompet dan tas berbahan kulit buaya dari Merauke, Papua Selatan.
Diharapkan, pameran ini mampu memperkenalkan dan mempromosikan potensi lokal di tanah Papua kepada peserta dari provinsi lain di Indonesia.
Rombongan kafilah Papua dijadwalkan berangkat pada 6 September 2024 menuju Samarinda, Kalimantan Timur, dengan transit di Makassar dan Balikpapan.
Setelah tiba di Kalimantan Timur, kafilah akan melanjutkan perjalanan darat selama sekitar 1-2 jam menuju lokasi lomba. Registrasi ulang peserta dijadwalkan pada tanggal 7 September 2024.
Dengan mengucapkan kalimat Bismillah (dengan nama Allah), sebagai tanda pelepasan resmi kafilah MTQ Papua untuk berpartisipasi dalam MTQ XXX 2024.
Acara pelepasan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama, jajaran LPTQ Provinsi Papua, serta pelatih, official, dan para peserta MTQ yang siap berangkat menuju Kalimantan Timur.






