Ketua PGRI Provinsi Papua, Dr. Elia Waromi, M.Pd. (TIFAPOS/La Ramah)
MENYIKAPI aksi unjuk rasa atau demo damai yang berlangsung di Kota Jayapura, Papua, pada Senin, 1 September 2025, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Papua mengimbau guru dan siswa fokus pada pendidikan.
Imbauan ini diberlakukan untuk tenaga pendidik, tenaga kependidikan, dan siswa di delapan kabupaten serta satu kota untuk tetap menjaga fokus pada tugas utama membangun pendidikan dan menciptakan suasana damai di lingkungan masing-masing.
Ketua PGRI Provinsi Papua, Dr. Elia Waromi, M.Pd menegaskan bahwa dunia pendidikan harus menjadi ruang yang sejuk, kondusif, dan bebas dari hal-hal yang berpotensi mengganggu ketertiban umum.
PGRI juga mengajak seluruh insan pendidikan untuk tidak terlibat dalam aksi-aksi yang bisa merusak ketenangan bersama.
“Aspirasi hendaknya disampaikan melalui jalur resmi dan dialog yang baik, sehingga tujuan dapat tercapai tanpa menimbulkan keresahan,” ujar Dr. Elia Waromi dalam rilisnya di Jayapura.
Selain itu, Dr. Elia Waromi menekankan pentingnya peran guru sebagai teladan bagi siswa dan masyarakat, karena guru tidak hanya sebagai penyampai ilmu, tetapi juga sebagai contoh perilaku, sikap, dan nilai moral yang akan ditiru oleh siswa.
Guru yang berperilaku jujur, adil, disiplin, dan penuh tanggung jawab dapat membentuk karakter siswa menjadi pribadi yang bermoral, beretika, dan bertanggung jawab.
Keteladanan guru membantu siswa memahami nilai-nilai kehidupan dan mendorong mereka untuk ikut berkontribusi positif dalam masyarakat.
Selain itu, guru yang menjadi contoh baik juga dapat membentuk generasi yang berdaya saing dan membangun masyarakat yang lebih baik.
Guru sebagai teladan memberikan inspirasi, motivasi, dan pembelajaran karakter yang jauh lebih efektif daripada sekadar teori di kelas, memperkuat nilai-nilai seperti kejujuran, kerja keras, toleransi, dan hormat terhadap perbedaan.
Sehingga guru sebagai teladan adalah fondasi utama dalam membentuk karakter siswa dan masyarakat yang beradab, bermoral, dan maju.
“Fokus kita sebagai guru adalah mendidik generasi Papua yang lebih baik, agar mereka kelak mampu membangun tanah ini dan berkontribusi nyata bagi Negara,” ujar Dr. Elia Waromi.
Dr. Elia Waromi berharap agar guru dan siswa tetap memusatkan perhatian pada proses belajar mengajar, karena pendidikan adalah kunci masa depan bangsa.
Guru dan siswa diimbau untuk tidak mudah terpengaruh oleh provokasi dalam aksi demo yang bisa mengganggu konsentrasi belajar dan menimbulkan ketidaknyamanan.
Selain itu, tetap profesional menjalankan tugasnya mengajar, sementara siswa tetap serius dalam mengikuti pembelajaran agar target pendidikan bisa tercapai dengan baik.
Diharapkan juga aksi demo yang terjadi tidak melibatkan siswa serta tidak sampai mengganggu suasana belajar yang kondusif.
“Dengan kebersamaan, kedamaian, dan komitmen pada pendidikan, kita bisa memberikan kontribusi besar bagi kemajuan Papua dan Indonesia,” ujar Dr. Elia Waromi.
(ldr)






