Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Papua Sarles Brabar, S.E., M.Si meninjau pelaksanaan Pelayanan KB di RS Lantamal X Jayapura. (TIFAPOS.id/La Ramah)
TIFAPOS.id – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Papua, mengedepankan kualitas dalam berbagai programnya melalui pengendalian.
Pengendalian ini mencakup berbagai aspek untuk memastikan efektivitas dan dampak positif program-program tersebut.
Perwakilan BKKBN Papua memastikan standar pelayanan yang tinggi di seluruh fasilitas kesehatan yang bekerja sama, termasuk dalam pelayanan kontrasepsi, kesehatan reproduksi, dan konsultasi keluarga berencana.
Selain itu, Perwakilan BKKBN Papua melakukan monitoring dan evaluasi secara berkala terhadap program-program yang dijalankan, mulai dari perencanaan hingga implementasi, untuk memastikan target tercapai dan sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan.
Memiliki sistem pengelolaan data yang terpusat dan terintegrasi untuk memastikan data yang akurat dan valid. Data ini digunakan sebagai dasar pengambilan keputusan dan perencanaan program.
Meningkatkan kompetensi petugas lapangan dan tenaga kesehatan melalui pelatihan dan pengembangan berkelanjutan untuk memastikan mereka memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai dalam memberikan pelayanan yang berkualitas.
“Dengan pengendalian yang ketat di berbagai aspek, BKKBN berupaya mewujudkan keluarga Indonesia yang berkualitas, sehat, dan sejahtera,” Kepala Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN Papua Sarles Brabar, S.E., M.Si di Jayapura, Kamis (27/2/2025).
Ia juga mengatakan, Perwakilan BKKBN Papua menghadapi tantangan besar dalam memastikan konsistensi kualitas layanan di seluruh wilayah Papua, mengingat luasnya geografis dan beragamnya kondisi sosial budaya.
Untuk mengatasi hal ini, BKKBN menerapkan mengembangkan protokol dan pedoman layanan yang jelas dan terstandarisasi untuk setiap jenis layanan yang diberikan, mulai dari pelayanan kontrasepsi, kesehatan reproduksi, hingga konseling keluarga.
Menyelenggarakan pelatihan secara nasional bagi tenaga kesehatan dan petugas lapangan, dengan materi yang seragam dan terstandarisasi, untuk memastikan pemahaman dan keterampilan yang sama di seluruh wilayah.
Selain itu, menerapkan sistem supervisi berjenjang, dari tingkat pusat hingga daerah, untuk memantau pelaksanaan program dan kualitas layanan secara berkala.
Menetapkan indikator kinerja yang jelas dan terukur untuk setiap program dan layanan, yang digunakan sebagai dasar untuk memantau dan mengevaluasi kualitas layanan di setiap wilayah.
Serta, memberikan bantuan teknis kepada pemerintah daerah untuk meningkatkan kapasitas mereka dalam mengelola program dan meningkatkan kualitas layanan.
“BKKBN menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk organisasi masyarakat sipil, sektor swasta, dan lembaga internasional, untuk mendukung upaya peningkatan kualitas layanan di daerah,” ujar Brabar.
Ia juga mengatakan, Perwakilan BKKBN Papua mendorong fasilitas kesehatan yang memberikan layanan keluarga berencana untuk mendapatkan akreditasi, sebagai bukti bahwa mereka telah memenuhi standar kualitas yang ditetapkan.
Salah satunya dengan memberikan sertifikasi kompetensi kepada tenaga kesehatan yang telah memenuhi standar kompetensi yang ditetapkan, sebagai jaminan kualitas layanan yang diberikan.
Selain itu, Perwakilan BKKBN Papua memiliki strategi khusus untuk meningkatkan kualitas layanan di daerah terpencil, mengingat tantangan unik yang dihadapi wilayah-wilayah ini, seperti peningkatan akses dan mobile services.
BKKBN mengadakan penyuluhan kesehatan secara rutin di daerah terpencil untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya kesehatan reproduksi dan keluarga berencana.
Menggunakan pendekatan budaya yang sesuai dengan adat dan tradisi masyarakat setempat dalam memberikan informasi dan pelayanan kesehatan.
Melakukan monitoring rutin terhadap pelaksanaan program di daerah terpencil untuk memastikan program berjalan sesuai dengan rencana dan mencapai target yang ditetapkan.
Serta, melakukan evaluasi dampak program secara berkala untuk mengukur efektivitas program dalam meningkatkan kualitas layanan di daerah terpencil.
“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan di daerah terpencil, sehingga setiap keluarga di Papua memiliki akses terhadap layanan kesehatan reproduksi dan keluarga berencana yang berkualitas, tanpa terkecuali,” ujar Brabar.
“BKKBN bukan membatasi tapi mewujudkan keluarga yang tumbuh seimbang dan berkualitas,” sambungnya.






