Sinergi PT Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku bersama Polda Papua sebagai wujud komitmen peningkatan layanan bahan bakar minyak sekaligus dukungan terhadap tugas kepolisian. (TIFAPOS/Istimewa)
Ringkasan Berita
• Memastikan akuntabilitas dan transparansi penyaluran serta penagihan BBM/pelumas untuk operasional Polda Papua.
• Menjadi dasar perbaikan layanan tahun 2026.
• Sejalan dengan upaya pemerintah meningkatkan transparansi dan efisiensi pengelolaan sumber daya energi.
PERTAMINA Patra Niaga Regional Papua Maluku bersama Kepolisian Daerah (Polda) Papua gelar pencocokan dan penelitian serta evaluasi pelayanan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan pelumas 2025 di Kota Jayapura.
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam distribusi energi bagi kepentingan operasional kepolisian di wilayah Papua.
Sekaligus mengevaluasi kualitas pelayanan prima yang diberikan oleh Pertamina Patra Niaga sepanjang tahun 2025.
Selain itu, dijadikan dasar untuk perbaikan layanan di tahun mendatang, memastikan kebutuhan BBM dan pelumas bagi Polda Papua terpenuhi dengan optimal.
Serta, menjadi agenda mencakup pencocokan data angka penagihan serta penyaluran BBM antara Pertamina Patra Niaga dengan seluruh Satuan Kerja (Satker) Polda di wilayah Papua, guna menghindari kesenjangan dan meminimalkan potensi masalah administrasi.
Area Manager Corporate Sales Pertamina Patra Niaga Regional Papua Maluku Beddi Prasetyo Prihantono dalam rilisnya di Jayapura, Selasa, 16 Desember 2025 menekankan pentingnya kegiatan ini.
“Kegiatan ini sangat penting untuk memastikan akuntabilitas dan transparansi dalam penyaluran serta penagihan BBM dan Pelumas bagi Polda Papua,” ujar Beddi.
Pernyataan ini sekaligus mencerminkan dedikasi Pertamina dalam mendukung sektor keamanan melalui pasokan energi yang andal.
“Kami berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik dan evaluasi hari ini menjadi kunci perbaikan di masa depan,” ujar Beddi.
Budi menambahkan, evaluasi melibatkan diskusi mendalam antara perwakilan kedua belah pihak, termasuk analisis data penyaluran BBM dan pelumas, serta penilaian terhadap kinerja layanan selama tahun 2025.
Hasil dari pencocokan dan penelitian ini menunjukkan komitmen bersama untuk menindaklanjuti temuan evaluasi sebagai bahan perbaikan pelayanan di tahun 2026.
Beberapa poin yang dibahas meliputi peningkatan akurasi data, penguatan mekanisme distribusi, dan inovasi layanan untuk mengantisipasi tantangan di wilayah Papua yang luas dan beragam geografinya.
“Kegiatan ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk meningkatkan transparansi dan efisiensi dalam pengelolaan sumber daya energi,” ujar Beddi.
Beddi berharap, dengan tantangan infrastruktur yang kompleks di wilayah Papua, membutuhkan kolaborasi erat antara penyedia energi dan pengguna akhir seperti kepolisian.
Sehingga, evaluasi ini dapat berkontribusi pada peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui pelayanan yang lebih baik.
“Sebagai tindak lanjut, kami sepakat untuk melanjutkan koordinasi rutin dan menerapkan rekomendasi dari evaluasi ini sekaligus menegaskan komitmen kuat antara Pertamina Patra Niaga dan Polda Papua dalam menjaga kelancaran operasional melalui dukungan energi yang optimal,” ujar Beddi.
Komisaris Besar Polisi Agus Setyawan Heru Purnomo menyambut positif inisiatif evaluasi bersama ini. Ia menilai kegiatan tersebut sebagai bentuk sinergi yang transparan antara kedua institusi.
“Kami sangat mengapresiasi langkah Pertamina Patra Niaga dalam menjalin kerja sama. Evaluasi bersama ini tidak hanya meningkatkan efisiensi, tetapi juga memperkuat koordinasi untuk mendukung tugas-tugas kepolisian di Papua,” ujar Agus.
Agus menambahkan, sinergi antara Pertamina Patra Niaga dan Polda Papua ini bukanlah hal baru.
Sejak lama, kedua institusi telah bekerja sama dalam memastikan kelancaran operasional kepolisian, terutama dalam mendukung kegiatan patroli, penegakan hukum, dan tanggap darurat di daerah terpencil.
“Dukungan energi yang optimal dari Pertamina menjadi kunci bagi Polda Papua untuk menjalankan fungsi keamanan dan ketertiban masyarakat,” ujar Agus.
(ldr)






