Bhabinkamtibmas Kampung Enggros, Aipda Imron Kurniawan mendampingi anak-anak di perpustakaan terapung Polresta Jayapura Kota. (TIFAPOS/Istimewa)
Ringkasan Berita
• Belajar literasi dasar seperti menulis huruf kecil, mewarnai biota laut, kreasi kertas warna.
• Edukasi kamtibmas, peran Polairud dalam patroli nelayan, cegah penyelundupan, hati-hati perahu asing dan pencurian ikan ilegal.
• Edukasi lingkungan terkait kenali biota dilindungi (penyu hijau, dugong), jaga pesisir dari sampah plastik.
DI TENGAH hiruk-pikuk ombak laut Teluk Youtefa, Polresta Jayapura Kota membawa gelombang harapan baru bagi anak-anak pesisir.
Melalui program perpustakaan terapung, Bhabinkamtibmas Kampung Enggros, Aipda Imron Kurniawan, bersama personel Polairud mengedukasi puluhan anak-anak di Kampung Enggros, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Jumat, 30 Januari 2026.
Inisiatif ini bukan sekadar membaca buku, melainkan menanam benih kecerdasan, kepedulian lingkungan, dan keamanan laut sejak dini.
Kampung Enggros, salah satu permukiman pesisir di wilayah hukum Polresta Jayapura Kota, sering kali menjadi saksi bisu tantangan kehidupan nelayan.
Anak-anak di sini lebih akrab dengan jaring ikan daripada buku pelajaran. Namun, kehadiran Polri humanis mengubah itu.
Berdasarkan rilis yang dikeluarkan Humas Polresta Jayapura Kota, pukul 15.00 Waktu Papua, tim Bhabinkamtibmas berlayar menggunakan kapal dan longboat dari pangkalan Polairud menuju dermaga Kampung Enggros.
Perjalanan laut singkat itu menjadi pembuka petualangan belajar yang penuh tawa dan semangat.
Sesampainya di lokasi, kegiatan langsung berpindah ke Rumah Baca Bhabinkamtibmas yang telah disulap menjadi ruang belajar ramah anak.
Di bawah atap sederhana dengan pemandangan laut biru, sekitar 30 anak usia 5-12 tahun antusias menyambut.
Mereka belajar menulis huruf kecil, mewarnai gambar biota laut, dan berkreasi dengan kertas warna-warni.
Kegiatan ini selaras dengan isu lingkungan Papua, salah sarunya degradasi pesisir mengancam mata pencaharian nelayan setempat.
“Seru sekali, Pak Polisi ajarin gambar ikan penyu,” ujar salah satu anak, Rina (8), sambil memamerkan karyanya.
Lebih dari sekadar literasi dasar, Aipda Imron menyisipkan pesan kamtibmas (keamanan dan ketertiban masyarakat) dengan bahasa sederhana.
Anak-anak diajari peran Polairud dalam mengamankan perairan Kota Jayapura, mulai dari patroli nelayan hingga pencegahan penyelundupan di perbatasan.
“Kalian harus hati-hati kalau main di pantai, jangan dekati perahu asing ya,” ujar Imron sambil bercerita tentang bahaya pencurian ikan ilegal.
Tak berhenti di situ, edukasi lingkungan menjadi sorotan utama. Anak-anak diperkenalkan biota laut dilindungi seperti penyu hijau dan dugong, serta cara menjaga pesisir dari sampah plastik.
“Laut ini rumah kita. Kalau rusak, ikan-ikan pergi, kita lapar,” ujar Imron, memancing anggukan setuju dari wajah-wajah polos.
Kasat Polairud Polresta Jayapura Kota, AKP Jefry Hengky Jeremiah, menegaskan anak-anak Enggros adalah masa depan Kota Jayapura.
“Perpustakaan terapung ini menanamkan cinta ilmu pengetahuan, peduli lingkungan laut, dan pemahaman keamanan sejak dini,” ujar Imron.
“Polri bukan hanya penegak hukum, tapi pendamping dan pelindung generasi muda yang berkarakter. Pendekatan ini bagian dari Polri Presisi, yang menekankan kehadiran humanis,” sambungnya.
Imron menambahkan anak-anak Kampung Enggros diharapkan tumbuh menjadi generasi cerdas, sadar lingkungan, dan patuh hukum.
Selain itu, di pesisir Kota Jayapura yang strategis, program Polresta ini tak hanya tanam harapan, tapi juga akar kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
“Ke depan, perpustakaan terapung direncanakan rutin, menjangkau kampung-kampung lain,” ujar Imron.
Kegiatan berakhir pukul 16.10 Waktu Papua, dalam suasana aman dan kondusif, dengan anak-anak pulang membawa buku cerita dan pesan moral.
(ldr/tegar)








