Peserta didik di Kota Jayapura saat mengunjungi stand Balai Bahasa Papua. (TIFAPOS/La Ramah)
TIFAPOS.id Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura mengembangkan perpustakaan sekolah sebagai pusat belajar agar siswa dapat memperkaya pengalaman belajar menumbuhkan minat baca siswa.
Perpustakaan sekolah dapat menanamkan kebiasaan belajar mandiri yang pada akhirnya siswa mampu belajar mandiri dan mempercepat proses penguasaan teknik membaca.
Membantu perkembangan kecakapan berbahasa, melatih siswa ke arah tanggung jawab, memperlancar siswa dalam menyelesaikan tugas-tugas sekolah, dan menemukan sumber pengajaran.
Selain itu, perpustakaan sekolah dapat membantu siswa, guru, dan anggota staf sekolah dalam mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, sumber belajar, salah satu komponen dari sistem instruksional.
Sumber untuk menunjang kualitas pendidikan dan pengajaran, berfungsi sebagai laboratorium belajar yang memungkinkan siswa mempertajam dan memperluas kemampuan membaca, menulis, berpikir, dan berkomunikasi.
“Perpustakaan sekolah harus menjadi tempat atau sarana untuk membantu menggairahkan semangat belajar, menumbuhkan minat baca, dan mendorong membiasakan siswa belajar secara mandiri,” ujar Kabid Pengembangan Koleksi, Pengolahan, dan Otomasi DPKD Kota Jayapura, Sofia di Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (20/5/2025).
Ia juga mengatakan, pembinaan ini merupakan suatu proses yg berkesinambungan atau terus menerus dengan ketersediaan sarana dan prasarana, seperti infrastruktur yang mencakup ruangan yang nyaman.
Serta, penataan perabot (meja baca, kusi baca, rak buku, dan peralatan lainnya), penerangan atau pencahayaan yang baik, fasilitas komputer dan akses internet.
Selain itu, koleksi buku berupa pengadaan buku yang beragam sesuai dengan minat siswa dan mendukung kurikulum sekolah serta penggunaan perpustakaan digital untuk mengakses buku buku berkualitas.
Sumber Daya Manusia (SDM) seperti peningkatan kompetensi Pustakawan melalui pelatihan, pengembangan literasi dan pendampingan guru dalam kegiatan membaca di perpustakaan.
Serta, program literasi, seperti kegiatan yang mendorong siswa untuk membaca, berdiskusi, talkshow dan kegiatan kreatif lainnya.
“Pengembangan perpustakaan sekolah mencakup analisis kebutuhan siswa, guru dan staf akan koleksi buku, menyusun rencana pengembangan yang terstruktur dan komprehensif, pelaksanaan rencana pengembangan yang melibatkan guru, siswa orang tua dan masyarakat,” ujar Sofia.
Ia juga mengatakan, untuk meningkatkan minat membaca di kalangan siswa melalui perpustakaan sekolah, dikatakan Sofia, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura gencar melaksanakan program gemar membaca yang sudah berjalan selama lima tahun.
Tujuan untuk menumbuhkan budaya membaca di kalangan anak-anak sejak usia dini di kampung-kampung, dengan hasil peningkatan minat baca siswa dari 20% menjadi 80%.
Menyediakan perpustakaan keliling di lingkungan SD dan SMP untuk memudahkan akses bahan bacaan bagi peserta didik.
Mengelola perpustakaan sekolah agar menjadi ruang baca yang nyaman dan ramah anak, dengan koleksi buku yang relevan dan diminati siswa, serta melibatkan pustakawan yang memfasilitasi kegiatan membaca.
Kerja sama dengan institusi pendidikan lokal untuk mendukung pengembangan kurikulum literasi dan mengadakan program-program literasi menarik seperti klub membaca, lomba membaca, dan sesi bercerita.
Menggunakan sistem perpustakaan terintegrasi dengan teknologi, sehingga siswa dapat mencari buku melalui monitor dan mengetahui lokasi buku dengan mudah, meningkatkan kemudahan akses dan kenyamanan membaca.
Selain itu, mengadakan kegiatan literasi yang melibatkan kunjungan rutin ke perpustakaan, lomba analisis buku dengan hadiah, serta pengelolaan perpustakaan yang profesional untuk menumbuhkan kebiasaan membaca yang konsisten.
“Upaya-upaya ini secara bersama-sama mendorong peningkatan minat baca siswa di Kota Jayapura secara signifikan,” ujar Sofia.
Ia juga mengatakan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura melakukan berbagai kegiatan edukatif untuk meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat, seperti menyediakan area khusus anak-anak yang dilengkapi dengan permainan edukatif dan buku bergambar untuk menarik minat baca anak-anak.
Menyelenggarakan kegiatan rekreasi edukatif yang menggabungkan hiburan dan pembelajaran, seperti program yang menyelami kearifan lokal melalui literatur.
Mengoperasikan perpustakaan keliling dan pojok baca digital yang memudahkan akses bacaan di sekolah dan kampung, termasuk e-book dalam aplikasi.
Mengadakan pelatihan, lomba, seminar, bedah buku, diskusi, dan workshop yang melibatkan komunitas literasi lokal untuk mengembangkan kemampuan membaca dan menulis.
Menyediakan ruang belajar terbuka dan program literasi berbasis inklusi sosial yang mendukung pengembangan soft skill dan hard skill masyarakat.
“Kegiatan ini dilakukan secara terpadu dengan dukungan pemerintah dan komunitas untuk menciptakan budaya literasi yang kuat di Kota Jayapura,” ujar Sofia.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura, Septinus Ireeuw, S.Sos, berharap guru berperan aktif dalam mewujudkan perpustakaan sekolah sebagai pusat literasi yang efektif dan menyenangkan bagi siswa.
Guru juga diharapkan mengelola perpustakaan secara kreatif dan inovatif, menjadikan perpustakaan sebagai “rumah literasi” yang mendukung kebiasaan membaca dan meningkatkan kemampuan literasi anak didik.
Selain itu, guru memanfaatkan buku-buku di perpustakaan sebagai sumber belajar dalam proses pembelajaran dan menggerakkan siswa untuk memanfaatkan perpustakaan secara optimal.
Ia juga mengatakan, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura juga mendorong guru untuk mengikuti pelatihan pengelolaan perpustakaan dan berperan dalam kegiatan rutin perpustakaan, sehingga perpustakaan tidak hanya sebagai tempat penyimpanan buku tetapi juga sebagai ruang pembelajaran yang aktif dan ramah anak.
Diakui Ireeuw, dengan dukungan guru, perpustakaan sekolah dapat berfungsi sebagai sumber belajar, media literasi informasi, dan tempat yang menyenangkan bagi siswa untuk menumbuhkan kreativitas dan imajinasi.
Ia juga mengatakan, secara kebijakan, pemerintah daerah menyediakan dana BOS dan program pendampingan untuk pengembangan perpustakaan sekolah, termasuk pelatihan bagi guru dan pustakawan agar perpustakaan dapat memenuhi standar nasional dan mendukung kurikulum pendidikan.
“Saya berharap perpustakaan yang dikelola dengan baik oleh guru dapat meningkatkan literasi siswa dan mendukung kemajuan pendidikan nasional khususnya di Kota Jayapura,” ujar Ireeuw.






