Beranda / Ragam Berita / Perpustakaan kampung dapat mengukur indeks kegemaran membaca

Perpustakaan kampung dapat mengukur indeks kegemaran membaca

Staf Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura melatih operator perpustakaan digital di Kampung Nafri. (TIFAPOS/Ramah)

TIFAPOS.id – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah (DPKD) Kota Jayapura Septinus Ireeuw, mengatakan dapat mengukur indeks kegemaran membaca (TGM) masyarakat.

“Setiap tahun kunjungan (masing-masing kampung) rata-rata 500 orang mengunjungi perpustakaan digital” ujar Ireeuw di Jayapura, Jumat (1/11/2024).

Dikatakan Ireeuw, selama ini indeks mengukur tingkat kegemaran membaca masyarakat sulit ditentukan karena belum ada variabel (suatu yang dapat mengubah nilai).

“Dengan perpustakaan digital dapat mengukur indeks kegemaran membaca. Banyak pengunjung di perpuskaan baik jenjang SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa. Dimanfaatkan sesuai kebutuhan,” ujarnya.

Staf Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura melatih operator perpustakaan digital di Kampung Nafri. (TIFAPOS/Ramah)

Dikatakan Ireeuw, tingkat kegemaran membaca (TGM) adalah tingkat kebiasaan masyarakat dalam memperoleh informasi dari berbagai media dalam jangka waktu tertentu salah satunya melalui perpustakaan digital.

“Pengukuran TGM dilakukan dengan survei sekaligus indikator kinerja kunci, dan hasil survei dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan literasi di perpustakaan,” ujarnya.

Dikatakan Ireeuw, DPKD Kota Jayapura telah menghadirkan sembilan perpustakaan digital yang tersebar di sembilan kampung wilayah Kota Jayapura.

“Bantuan peralatan perspustakaan digital bersumber dari dana otonomi khusus (otsus) masuk tahun ketiga, yakni dari 2022, 2023, dan 2024,” ujarnya.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura Septinus Ireeuw. (TIFAPOS/Ramah)

Tahun 2022, dilanjutkannya, di Kampung Kayu Batu, Yoka, dan Skouw Mabo, tahun 2023 di Kampung Koya Tengah, Enggros, dan Holtekamp, dan tahun 2024 di Kampung Nafri, Kayu Pulau, dan Tobati.

“Tujuan dari layanan perpustakaan digital di kampung agar memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk memperoleh informasi melalui koleksi bahan pustaka serta membantu meningkatkan kualitas kehidupannya,” ujarnya.

Selain itu, dilanjutkannya, perpustakaan digital di kampung sebagai lembaga penyedia layanan wahana pustaka dan informasi kepada masyarakat untuk kepentingan pendidikan dan informasi, dan rekreasi.

“Dikelola dengan baik sebagi proses pembelajaran terutama anak usia dini. Semua koleksi buku dimanfaatkan dengan baik. Operator pengelola perpustakaan digital di kampung kami dampingi,” ujarnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *