Beranda / Ragam Berita / Perpustakaan digital, kontribusi untuk pendidikan di kampung

Perpustakaan digital, kontribusi untuk pendidikan di kampung

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura, Septinus Ireeuw. (TIFAPOS.id/La Ramah)

TIFAPOS.id – Perpustakaan digital memainkan peran transformatif dalam dunia pendidikan modern dengan menyediakan akses tak terbatas ke pengetahuan.

Selain itu, hadirnya perpustakaan digital dapat mendukung pembelajaran jarak jauh, dan mempromosikan inklusivitas.

Pengetahuan Perpustakaan digital memungkinkan pengguna mengakses berbagai sumber ilmu tanpa batasan ruang dan waktu, hanya memerlukan koneksi internet untuk menjelajahi koleksi digital yang kaya.

Pengguna dapat belajar di mana saja dan kapan saja, sesuai dengan jadwal dan ritme mereka, memberikan kebebasan untuk menyesuaikan proses belajar dengan gaya hidup modern.

Perpustakaan digital mengatasi hambatan geografis dan ekonomis, memberikan kesempatan yang sama untuk mengakses ilmu pengetahuan tanpa memandang latar belakang atau lokasi.

Perpustakaan digital memberikan sumber daya belajar tanpa harus hadir fisik di perpustakaan, yang sangat penting dalam situasi seperti pandemi yang mendorong peningkatan pembelajaran daring.

Pembaruan dan penambahan materi dapat dilakukan dengan cepat dan efisien, memastikan bahwa pengguna selalu mendapatkan akses ke informasi terkini dan relevan.

Masyarakat terutama siswa yang aktif memanfaatkan perpustakaan digital cenderung lebih mandiri dalam mencari, mengevaluasi, dan mengelola informasi, yang penting untuk keberhasilan akademik dan kehidupan profesional di masa depan.

Perpustakaan digital berfungsi sebagai ruang kolaboratif yang mendorong interaksi antara siswa dan guru serta antara siswa dengan sumber belajar lainnya, sehingga menciptakan proses pembelajaran yang lebih interaktif.

Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura kembali mengadakan program perpustakaan digital.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat melalui penyediaan akses mudah ke informasi dan buku secara elektronik.

Inisiatif perpustakaan digital ini muncul sebagai jawaban atas perkembangan teknologi dan tuntutan akan informasi yang cepat dan mudah diakses.

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura, Septinus Ireeuw, mengatakan perpustakaan digital dalam rangka meningkatkan literasi dan pengetahaun masyarakat khususnya anak sekolah.

Bantuan perpustakaan digital tersebut tersebar di tiga kampung, yaitu Kampung Skouw Sae, Kampung Skouw Yambe, dan Kampung Koya Koso.

“Harapannya ada kolaborasi dengan pemerintah kampung untuk menyediakan ruang baca termaksud pengelolanya. Bacaan fisik ada 100 judul buku dan 10 ribu kolekai buku dari e-Pusnas,” ujar Ireew di Koya Timur, Distrik Muara Tami, Jumat (7/3/2025).

Ia juga mengatakan, perpustakaan digital menawarkan sejumlah keuntungan dibandingkan dengan perpustakaan konvensional.

Diantaranya, pengguna dapat mengakses koleksi perpustakaan kapan saja dan dari mana saja selama terhubung dengan internet, tanpa terikat pada jam buka perpustakaan fisik.

Koleksi digital tidak memerlukan ruang fisik yang besar. Sebuah hard disk dapat menyimpan ribuan judul buku dalam format digital, jauh lebih banyak dibandingkan dengan ruang yang diperlukan untuk buku fisik.

Banyak pengguna dapat mengakses koleksi yang sama secara bersamaan. Ini mengatasi masalah keterbatasan peminjaman buku fisik, di mana satu buku hanya dapat dipinjam oleh satu orang pada satu waktu.

Perpustakaan digital menyediakan fitur pencarian yang cepat dan efisien, memungkinkan pengguna menemukan informasi dengan mudah menggunakan kata kunci.

Koleksi digital tidak rentan terhadap kerusakan fisik seperti buku cetak. Ini membantu melestarikan materi penting dan menjamin akses jangka panjang.

Dengan mengurangi penggunaan kertas untuk buku fisik, perpustakaan digital berkontribusi pada pelestarian lingkungan.

“Keuntungan-keuntungan ini menjadikan perpustakaan digital sebagai pilihan menarik dalam era informasi modern,” ujar Ireew.

Bantuan peralatan perpustakaan digital, yaitu acces point, desktop, e-book, kabel roll, komputer PC, kabel UTP.

Selain itu, konektor, modem, printer, projektor, meja komputer, dan kursi plastik. Anggarannya Rp 300 juta bersumber dari dana otonomi khusus (Otsus) 2025.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *