Beranda / Ragam Berita / Perpustakaan digital berikan kemudahan akses bahan bacaan di kampung

Perpustakaan digital berikan kemudahan akses bahan bacaan di kampung

Staf Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura mendampingi operator perpustakaan digital di Kampung Nafri. (TIFAPOS/La Ramah)

TIFAPOS.id Masyarakat kampung sangat mengapresiasi hadirnya perpustakaan digital di kampung mereka, karena memberikan kemudahan akses terhadap berbagai koleksi buku digital yang dapat diakses melalui aplikasi di ponsel atau komputer.

Contohnya, di Kampung Nafri, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, perpustakaan digital yang pertama ini berhasil meningkatkan minat baca masyarakat, terutama generasi muda yang lebih melek teknologi digital.

Perpustakaan digital ini juga dianggap relevan di era digital saat ini, karena selain memudahkan akses buku, juga mendukung literasi digital dan pengembangan keterampilan masyarakat.

Selain itu, perpustakaan digital di kampung juga mendapat sambutan positif karena mampu mengoptimalkan layanan informasi dan literasi masyarakat dengan menyediakan fasilitas komputer.

Serta, aplikasi perpustakaan digital, sehingga masyarakat dapat terus belajar dan mengakses pengetahuan sesuai minat mereka masing-masing.

Apresiasi masyarakat terlihat dari antusiasme mereka dalam memanfaatkan layanan perpustakaan digital yang praktis dan modern ini, sekaligus menjembatani kesenjangan akses informasi.

“Perpustakaan digital di kampung menjadi sarana penting dalam meningkatkan literasi, keterampilan digital, dan budaya baca masyarakat,” ujar warga Kampung Nafri, Richard Merahabia ditemui di Kampung Nafri, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, Rabu (4/6/025).

Dia juga mengatakan, warga merasa lebih termotivasi belajar dengan adanya perpustakaan digital karena perpustakaan ini memberikan akses mudah dan tanpa batas ke berbagai bahan bacaan dan sumber belajar yang relevan, sehingga mereka dapat belajar kapan saja dan di mana saja tanpa harus pergi jauh.

Kemudahan akses ini menumbuhkan minat baca dan rasa ingin tahu, terutama bagi generasi muda yang terdorong untuk mengejar keunggulan akademis dan intelektual.

Selain itu, perpustakaan digital menyediakan koleksi yang beragam dan terus diperbarui, serta fasilitas pendukung seperti komputer dan internet yang menciptakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif.

Dorongan dari lingkungan pendidikan dan adanya program pembelajaran berbasis perpustakaan digital juga meningkatkan motivasi belajar masyarakat.

“Perpustakaan digital tidak hanya memudahkan akses informasi, tetapi juga menginspirasi dan memotivasi warga untuk terus mengembangkan diri,” ujar Merahabia.

Warga lainnya, Dina Hanuebi mengatakan, kehadiran perpustakaan digital mendukung pendidikan pelajar dan masyarakat umum, serta membuka peluang pengembangan keterampilan praktis dan kewirausahaan yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi kampung.

Selain itu, memperkuat ikatan sosial dan rasa kebersamaan dalam komunitas melalui kegiatan belajar bersama dan pengelolaan perpustakaan secara partisipatif.

Dengan konten yang disesuaikan kebutuhan masyarakat, perpustakaan digital menjadi pusat pembelajaran, pemberdayaan, dan pengembangan diri yang sangat dihargai oleh masyarakat kampung.

Dia juga mengatakan, perpustakaan digital menyediakan akses mudah ke berbagai bahan bacaan digital seperti e-book, jurnal, dan artikel yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja melalui perangkat digital, sehingga menghilangkan hambatan geografis dan waktu dalam mendapatkan informasi.

Layanan pendukung seperti bimbingan membaca, referensi, dan pelatihan literasi digital yang membantu masyarakat memahami cara menggunakan teknologi dan memanfaatkan sumber informasi digital secara efektif, mulai dari anak-anak hingga lanjut usia.

Menjadi ruang kreativitas dan kolaborasi di mana masyarakat dapat berkumpul, belajar bersama, dan mengikuti lokakarya atau pelatihan yang meningkatkan keterampilan digital serta mendorong produktivitas dan kewirausahaan lokal.

“Perpustakaan digital berperan penting dalam membangun budaya baca dan literasi digital yang inklusif di masyarakat kampung,” ujar Hanuebi.

Kepala Kampung Nafri, Yohan Merahabia mengatakan, manfaat utama perpustakaan digital bagi generasi muda di kampung memperluas wawasan dan inspirasi akademis.

Hal ini didukung tersedianya akses gratis ke pengetahuan yang mendorong rasa ingin tahu dan kecintaan belajar, sekaligus menginspirasi generasi muda untuk mencapai keunggulan intelektual.

Selain itu, perpustakaan digital menjadi pusat pembelajaran, pengembangan diri, dan inovasi yang sangat bermanfaat bagi generasi muda di kampung.

“Masyarakat sangat senang dengan perpustakaan kampung digital, mereka minta agar perpustakaan disediakan bangunan khusus, kami sudah siapkan,” ujar Merahabia.

Dia juga mengatakan, selain datang ke kantor kampung, masyarakat memanfaatkan layanan perpustakaan digital secara maksimal,
dengan mengakses e-Library kapan saja dan di mana saja melalui aplikasi perpustakaan digital yang tersedia di perangkat seperti ponsel atau komputer.

Masyarakat juga mengikuti pelatihan dan penggunaan aplikasi perpustakaan digital yang disediakan oleh pengelola perpustakaan atau pemerintah desa agar dapat menggunakan fitur-fitur seperti pencarian buku, peminjaman digital, dan pengembalian dengan mudah dan efisien.

Selain itu, masyarakat juga memberikan masukan dan aspirasi kepada pengelola perpustakaan untuk menyesuaikan koleksi dan layanan e-Library dengan kebutuhan masyarakat agar layanan lebih relevan dan bermanfaat.

“Harapan saya, perpustakaan digital di menjadi pusat informasi yang lengkap, menarik, dan mudah dijangkau, sehingga dapat berkontribusi pada pembangunan kampung serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia masyarakat di kampung,” ujar Merahabia.

Kepala Kampung Nafri, Yohan Merahabia (memakai topi) bersama kolega dalam kegiatan Wali Kota Jayapura Turun Kampung di Halaman Kampung Nafri. (TIFAPOS/La Ramah)

Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura, Septinus Ireeuw, S.Sos, perpustakaan digital di kampung dapat mengukur indeks kegemaran membaca (TGM) masyarakat.

Dia juga mencatat, setiap tahun kunjungan (masing-masing kampung) rata-rata 500 orang mengunjungi perpustakaan digital. Selama ini, indeks mengukur tingkat kegemaran membaca masyarakat sulit ditentukan karena belum ada variabel (suatu yang dapat mengubah nilai).

Dengan perpustakaan digital dapat mengukur indeks kegemaran membaca. Banyak pengunjung di perpuskaan baik jenjang SD, SMP, SMA, hingga mahasiswa. Dimanfaatkan sesuai kebutuhan.

Dikatakan Ireeuw, tingkat kegemaran membaca (TGM) adalah tingkat kebiasaan masyarakat dalam memperoleh informasi dari berbagai media dalam jangka waktu tertentu salah satunya melalui perpustakaan digital.

Pengukuran TGM dilakukan dengan survei sekaligus indikator kinerja kunci, dan hasil survei dapat dijadikan acuan untuk meningkatkan literasi di perpustakaan.

“Kami telah menghadirkan sembilan perpustakaan digital yang tersebar di sembilan kampung wilayah Kota Jayapura. Bantuan peralatan perspustakaan digital bersumber dari dana otonomi khusus (otsus),” ujar Ireeuw.

Dia berharap, perpustakaan digital yang ada agar dikelola dengan baik sebagi proses pembelajaran terutama anak usia dini. Semua koleksi buku dimanfaatkan dengan baik.

Dia juga berharap operator pengelola perpustakaan digital di kampung terus didampingi, sehingga mampu mengelola perpustakaan digital, seperti buku elektronik (e-book) untuk berbagai jenjang pendidikan dan tema, seperti buku kurikulum nasional, buku cerita anak, buku fiksi dan nonfiksi.

Komik literasi dengan tema pengetahuan umum, kesehatan, sejarah, dan budi pekerti, khususnya untuk anak sekolah dasar. Jurnal ilmiah, artikel, majalah digital, dan karya referensi yang mendukung penelitian dan pembelajaran.

Selain itu, materi edukatif multimedia seperti video pembelajaran, audio, dan bahan interaktif yang memperkaya pengalaman membaca, dan buku dengan berbagai tema untuk anak-anak, termasuk sains, cerita rakyat, kesehatan, dan pembelajaran sosial dan emosional, tersedia dalam berbagai bahasa lokal dan internasional.

“Perpustakaan digital memungkinkan akses tanpa batasan fisik, dengan fitur pencarian cepat dan kemudahan unduh untuk baca offline. Koleksi ini mendukung literasi dan pembelajaran secara luas bagi masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang,” ujar Ireeuw.

Dia juga mengatakan, transformasi perpustakaan berbasis digital sangat penting untuk mengikuti perkembangan zaman dan meningkatkan literasi masyarakat, termasuk melalui pelatihan pengelola perpustakaan agar mampu mengelola perpustakaan digital dengan baik.

Perpustakaan digital di kampung tidak hanya menyediakan akses buku digital, tetapi juga menjadi tempat bagi masyarakat untuk menerapkan ilmu pengetahuan melalui pelatihan dan kegiatan yang mendukung kesejahteraan masyarakat desa.

“Perpustakaan digital di kampung diharapkan menjadi sarana inklusi sosial yang meningkatkan literasi, pengetahuan, dan kesejahteraan masyarakat desa melalui akses mudah ke sumber bacaan dan pelatihan berbasis teknologi digital,” ujar Ireeuw.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *