Asisten II Setda Kota Jayapura Ir. B. Widhi Hartanti mewakili Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.M meresmikan kegiatan Rakornis Dinas Pariwisata. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui sinergi.
• Mengembangkan destinasi parcel pariwisata berkualitas sesuai preferensi pasar dan pariwisata berkelanjutan.
• Pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat melalui program pendampingan pengelolaan destinasi dan pengembangan sumber daya manusia lokal.
DINAS Pariwisata (Dispar) Kota Jayapura, Papua, menggelar Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) dengan tujuan memperkuat pariwisata dan ekonomi kreatif melalui penyamaan persepsi, kolaborasi, dan inovasi.
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Swiss Bell Express Jayapura, Selasa, 16 September 2025 mengangkat tema “Jadikan Kota Jayapura pusat pariwisata dan ekonomi kreatif, maju, mandiri, sejahtera”.
Adapun narasumber dari Bappeda Kota Jayapura, Dispar Kota Jayapura, dan Kementerian Pariwisata (zoom), ISBI Papua, Uncen Jayapura.
Rakornis yang diikuti 150 peserta ini sekaligus dilakukan penandatanganan PKS dan MoU dalam rangka meningkatkan sinergi antara
Pemerintah Kota Jayapura dengan sektor destinasi, ekonomi kreatif, sektor pemasaran, korporatif lembaga, instansi otonomi, instansi vertikal agar pengembangan wisata dan ekonomi kreatif semakin maju dan kompetitif.
“Rakornis ini diadakan untuk mempromosikan pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif yang berkelanjutan dan berdampak langsung pada lapangan kerja masyarakat,” ujar Plt. Kabid Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Jayapura sekaligus panitia rakornis, Wasronah, S.Sos., M.Si.
Plt. Kepala Dinas Pariwisata Kota Jayapura, Richad J. Nahumury, S.IP., M.Si mengatakan selain meningkatkan sinergi tapi juga menyamakan persepsi untuk meningkatkan PAD (pendapatan asli daerah).
“Jadi, Rakornis ini merupakan langkah strategis untuk mengkolaborasikan berbagai kepentingan dan sumber daya demi memperkuat sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Richad.
Selain itu, mengembangkan strategi, metode, dan aksi kolaboratif dalam pengembangan destinasi pariwisata dan ekonomi kreatif, mendorong pengembangan destinasi berkualitas sesuai preferensi pasar dan pariwisata berkelanjutan.
Serta menyokong pelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat setempat dengan melibatkan program pendampingan pengelolaan destinasi, peningkatan kapasitas SDM lokal, dan pengembangan ekosistem ekonomi kreatif, termasuk pengembangan fasilitasi perencanaan desa wisata terpadu.
“Ini merupakan bagian dari upaya Pemkot Jayapura untuk membawa destinasi maju secara optimal dan berkelanjutan. Objek wisata yang saat ini kami kelola yaitu Taman Imbi, panggung pertunjukan, dan jalan jeramba dengan target penerimaan Rp 64 juta di 2025,” uhar Richad.
Asisten II Setda Kota Jayapura Ir. B. Widhi Hartanti mewakili Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.M menekankan perlunya digitalisasi sektor pariwisata sebagai strategi menjaga daya saing global dan memperkuat ekonomi kreatif melalui branding pariwisata yang inovatif.
Pemkot Jayapura juga ingin mendorong pelaku seni dan UMKM serta memanfaatkan lomba foto, video, dan sapta pesona untuk meningkatkan produk dan daya saing usaha di sektor tersebut.
Harapan ini disampaikan agar menjadikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif menjadi motor utama perekonomian dan daya tarik wisata yang berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.
“Melalui Rakornis ini dapat memperkuat sinergi, mendigitalisasi sektor, mendukung UMKM dan pelaku kreatif, meningkatkan kualitas dan daya saing pariwisata, serta mempercepat pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan melalui sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” ujar Asisten II.
Termasuk mendorong pertumbuhan investasi infrastruktur publik seperti pusat budaya, ruang pertunjukan, galeri seni, dan tempat berkumpul komunitas kreatif.
Sehingga infrastruktur ini tidak hanya menunjang kegiatan seni dan kreatif tetapi juga meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menarik wisatawan.
“Penetapan Kota Kreatif harus diiringi dengan penyediaan fasilitas khusus bagi pelaku ekonomi kreatif seperti akses pendanaan, pelatihan kewirausahaan, serta kemudahan perizinan dan kolaborasi antar sektor,” ujar Asisten II.
(lrh)






