Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd menyampaikan materi. (TIFAPOS/La Ramah)
TIFAPOS.id Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMP/MTs menggelar pertemuan dengan Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura.
Pertemuan yang berlangsung di aula SMP Negeri 9 Jayapura, Kamis (8/5/2025) dihadiri 49 Kepala SMP/MTs, Plt. Sekretaris Disdikbud Kota Jayapura sekaligus Kabid SMP, Yoppi Hanuebi, S.Pd, dan Pengawas Pembina SMP, Dra. Devlin M. Lolowang, M.Pd.
Pertemuan tersebut bertujuan untuk memperkuat koordinasi, membahas kebijakan pendidikan, evaluasi program, dan meningkatkan mutu pendidikan melalui kolaborasi yang erat.
Pertemuan rutin ini, menjadi wadah penting untuk menyatukan persepsi, berbagi pengalaman, dan menyusun langkah strategis dalam pengelolaan pendidikan di SMP/MTs.
Plt. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd, mengatakan membahas inovasi pendidikan, kebijakan strategis, serta diskusi panel yang menghasilkan masukan penting untuk program kerja dinas ke depan.
Pertemuan ini juga menekankan sinergi dan komunikasi efektif demi peningkatan kualitas pendidikan khususnya mendukung 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura periode 2025-2030 tentang memajukan pendidikan terkait Surat Edaran Wali Kota Jayapura bahwa tidak ada pungutan di sekolah.
Selain itu, menjadi wadah diskusi dan evaluasi manajemen pendidikan di sekolah, dengan fokus meningkatkan kinerja kepala sekolah, guru, dan tenaga kependidikan agar pendidikan terus berinovasi.
Pertemuan itu juga membahas isu strategis seperti peningkatan mutu pembelajaran, penguatan kurikulum, persiapan ujian, serta pengembangan profesionalisme guru dan sarana prasarana sekolah.
Membahas sosialisasi kebijakan terbaru, yaitu sistem penerimaan murid baru (SPMB), pelatihan guru, dan berbagi praktik baik dalam rangka peningkatan mutu pendidikan.
“Pertemuan ini menjadi forum penting untuk menyelaraskan visi, merencanakan program, dan meningkatkan kualitas pendidikan SMP/MTs melalui sinergi antara Dinas Pendidikan dan MKKS SMP,” ujar Rocky.
Kesempatan tersebut, Rocky menegaskan pengembangan ekstrakurikuler di sekolah demi peningkatan akhlak dan mental bagi peserta didik dalam pendidikan untuk membentuk karakter dan kesehatan mental yang baik agar terhindar dari kenakalan remaja.
Seperti, pendidikan agama, yang berperan besar dalam menanamkan akhlak mulia sejak usia dini, membentuk pola pikir, pengendalian emosi, kesabaran, toleransi, dan sikap positif lainnya pada peserta didik.
Pembinaan akhlak yang baik membantu peserta didik memiliki kontrol diri yang kuat sehingga dapat menghindari tekanan mental dan gangguan kesehatan mental. Orang dengan akhlak mulia cenderung memiliki pikiran positif dan kemampuan mengelola diri lebih baik.
Sekolah sebagai lingkungan kedua sangat berperan dalam mengembangkan nilai akhlak mulia seperti keadilan, berpikir positif, mandiri, cinta damai, toleransi, pengendalian emosi, tanggung jawab, kreatif, kerja keras, dan kerjasama.
Hal ini juga membantu mengurangi perilaku bermasalah seperti bullying, kekerasan, dan penggunaan obat terlarang serta meningkatkan prestasi belajar dan kesehatan mental peserta didik.
Selain itu, kegiatan pembinaan mental di sekolah dasar dan menengah meliputi pengembangan kecerdasan intelektual, emosional, spiritual, dan sosial yang terintegrasi dengan pendidikan agama dan pelatihan pengendalian diri.
Guru memiliki peran aktif dalam memberikan pembinaan akhlak dan mental dengan metode pembelajaran yang terencana dan konsisten agar siswa memiliki pondasi kuat dalam berperilaku sehari-hari.
“Peningkatan akhlak dan mental peserta didik dilakukan melalui pendidikan agama yang terintegrasi dengan pembinaan karakter di sekolah, peran guru sebagai pembimbing, serta pengembangan nilai-nilai moral yang positif untuk membentuk generasi yang berakhlak mulia dan sehat mental,” ujar Rocky.
Ia juga berharap, kepedulian peserta didik terhadap lingkungan dapat ditingkatkan melalui pendidikan karakter peduli lingkungan di sekolah sebab pendidikan lingkungan hidup penting untuk diajarkan sejak usia dini.
Untuk menumbuhkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungan, dikatakan Rocky, pembelajaran karakter lingkungan agar dapat menumbuhkan kepedulian siswa terhadap lingkungannya sehingga mendorong peserta didik untuk lebih menjaga lingkungan.
Program Adiwiyata, program ini dapat mengubah perilaku warga sekolah menjadi sadar akan kebutuhan lingkungan. Sekolah yang menjalankan program Adiwiyata menunjukkan hasil riset yang lebih baik pada siswa dalam hal pengetahuan, sikap, dan tindakan baik terhadap lingkungan.
Penghijauan dapat meningkatkan kesadaran lingkungan siswa, seperti menanam pohon dan membuat taman, memanfaatkan barang bekas seperti botol sebagai pot.
Aksi bersih seperti pembersihan halaman sekolah dan kelas juga dapat menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan, dan membiasakan siswa memungut dan membuang sampah di sekitar mereka, agar dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Ia juga mengatakan, memberikan teladan perilaku peduli lingkungan dari guru dan orang dewasa agar siswa meniru sikap positif tersebut. Mengajarkan kegiatan berkebun untuk menumbuhkan rasa tanggung jawab merawat tanaman dan lingkungan sekitar.
Membiasakan siswa membuang sampah pada tempatnya dan menerapkan prinsip 3R (Reduce, Reuse, Recycle) melalui program daur ulang dan pengelolaan sampah di sekolah.
Mengadakan program kebersihan lingkungan rutin seperti jadwal piket, aksi bersih halaman sekolah, dan kampanye kesadaran menjaga kebersihan.
Kegiatan sosial dan bakti lingkungan yang melibatkan siswa secara aktif, seperti membersihkan lingkungan dan mendonasikan barang bekas, untuk membangun empati dan kepedulian sosial.
Penghematan sumber daya seperti air dan listrik serta mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, dengan harapan edukasi, contoh nyata, dan keterlibatan aktif siswa dalam kegiatan lingkungan sebagai cara paling efektif untuk menumbuhkan kepedulian mereka terhadap lingkungan secara berkelanjutan.
“Pak wali kota ingin, kota ini terang benderang, bersih, dan nyaman. Menjaga kebersihan ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi semua elemen masyarakat termaksud peserta didik,” ujar Rocky.

Ketua MKKS SMP/MTs Kota Jayapura, Purnama Sinaga, S.Pd., M.M.Pd, menegaskan siap menindaklanjuti Surat Edaran Nomor 420/0722 pada 16 April 2025 yang dikeluarkan Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H.
SE tersebut terkait larangan sekolah negeri di Kota Jayapura melakukan pungutan biaya apapun, termasuk biaya pendaftaran siswa baru, biaya pendaftaran ulang, biaya ujian, biaya kelulusan, biaya seragam, dan biaya buku pelajaran.
“Kami harapkan komunikasi ini tetap dibangun, bukan saja di awal tapi rutin hadir dalam pertemuan MKKS, agar informasi atau data yang dibutuhkan dengan cepat diperoleh. Saya berharap kepada kepala sekolah dapat menindaklanjuti arahan Plt. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura,” ujar Purnama.
Kesempatan tersebut, dikatakan Purnama, untuk memperkuat koordinasi dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan, yaitu melaksanakan rapat koordinasi secara rutin yang melibatkan berbagai pihak terkait seperti kepala sekolah, guru, pengawas, dan tim manajemen pendidikan untuk menyatukan visi dan merumuskan strategi peningkatan mutu pendidikan secara terarah dan efektif.
Meningkatkan komunikasi yang baik dan kerja sama tim yang solid antar komponen pengelola lembaga pendidikan agar perencanaan dan pelaksanaan program berjalan lancar dan menghasilkan lulusan berkualitas.
Evaluasi bersama secara menyeluruh terhadap proses pembelajaran, manajemen sekolah, dan pencapaian siswa untuk mengidentifikasi kelemahan dan potensi yang ada, kemudian merancang langkah perbaikan yang tepat.
Semua pemangku kepentingan dilibatkan dalam partisipasi aktif guna menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan inovatif. Sstem informasi untuk mempermudah pemantauan, pelaporan, dan evaluasi sehingga perbaikan mutu pendidikan dapat dilakukan secara transparan dan tepat sasaran.
“Dengan koordinasi yang diperkuat dan berkelanjutan, mutu pendidikan dapat ditingkatkan secara signifikan melalui perencanaan yang matang, pelaksanaan yang terorganisir, dan evaluasi yang konsisten,” ujar Purnama.






