Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M menyampaikan sambutan pada kegiatan Rakerda Dekranasda Kota Jayapura. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Wadah koordinasi untuk menyamakan persepsi serta menyinergikan langkah pelaksanaan program.
• Mengevaluasi capaian program yang telah berjalan, sambil merumuskan rencana kerja ke depan.
• Meningkatkan daya saing produk kerajinan lokal dengan terus mengidentifikasi potensi-potensi baru.
DALAM rangka memperkuat industri kerajinan lokal, Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Jayapura, Papua, mengadakan rapat kerja daerah (rakerda) di Gedung Dekranasda Area Pasar Entrop, Selasa, 18 November 2025.
Kegiatan yang diikuti 30 peserta dari pengurus Dekranasda, perwakilan pemerintah daerah, dan pelaku industri kerajinan mengusung tema “Peran Dekranasda Kota Jayapura Mewujudkan Masyarakat Perajin yang Sejahtera dengan Hasil Produk yang Berdaya Saing di Pasar Lokal maupun Global”.
Sekretaris Dekranasda Kota Jayapura, Achmad Saichul mewakili Ketua Harian, Alberto Fred Itaar, S.IP., M.Si mengatakan, Rakerda ini menjadi momentum penting untuk mengkonsolidasikan visi dan strategi dalam pengembangan kerajinan daerah yang berkualitas dan kompetitif.
Selain itu, forum ini berperan sebagai wadah koordinasi untuk menyamakan persepsi serta menyinergikan langkah pelaksanaan program yang selaras dengan kebijakan pusat maupun pemerintah daerah.
Rakerda ini juga bertujuan untuk mengevaluasi capaian program yang telah berjalan, sambil merumuskan rencana kerja ke depan.
“Penting bagi kita untuk meningkatkan daya saing produk kerajinan lokal dengan terus mengidentifikasi potensi-potensi baru, sekaligus memahami dan mengatasi permasalahan dan peluang yang ada dalam sektor kerajinan,” ujar Achmad.
Achmad menjelaskan, agenda rakerda mencakup penyusunan dan evaluasi rencana pembangunan industri kabupaten/kota yang berfokus pada sektor ekonomi kreatif berbasis kerajinan.
“Peran Dekranasda harus diperkuat sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam pembangunan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Achmad.
Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M, menekankan perlunya bimbingan dan pelatihan teknis dasar bagi para perajin, dengan pemanfaatan teknologi modern tanpa meninggalkan kearifan lokal sebagai ciri khas budaya Papua.
“Para perajin harus mampu mengembangkan kreativitas dan inovasi agar produk kerajinan yang dihasilkan tidak hanya berkualitas, tetapi juga mampu bersaing di pasar yang lebih luas, baik lokal maupun internasional,” ujar Rustan.
Dia menilai, keberadaan Dekranasda dapat meningkatkan optimalisasi pembinaan dan pengembangan industri kerajinan lokal.
“Dengan dukungan organisasi yang kuat, pembinaan perajin dan pengembangan produk kerajinan dapat berjalan lebih sistematis dan berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat,” ujar Rustan.
Rustan mengajak seluruh peserta untuk terus bersinergi dan berkoordinasi secara intens agar hasil-hasil program dapat dirasakan manfaatnya langsung oleh masyarakat perajin dan masyarakat luas.
Selain itu, pertemuan ini menjadi sarana penting untuk memperkuat sinergi lintas sektor dalam mengembangkan potensi kerajinan khas Papua yang memiliki nilai budaya dan ekonomi tinggi.
“Diharapkan Dekranasda Kota Jayapura dapat mengambil langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan industri kerajinan yang berbasis kreativitas dan inovasi, sehingga mampu berkontribusi pada perekonomian daerah dan meningkatkan kesejahteraan para perajin di Kota Jayapura,” ujar Rustan.
(ldr)







