Buku bacaan tersedia di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura. (TIFAPOS/La Ramah)
TIFAPOS.id Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura, Papua, menyediakan 10.200 judul buku (fisik) serta mengoperasikan perpustakaan keliling untuk menjangkau masyarakat di berbagai lokasi.
“Perpustakaan daerah memadukan koleksi fisik dan digital serta layanan perpustakaan keliling untuk meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat,” ujar Kabid Pengembangan Koleksi, Pengolahan, dan Otomasi DPKD Kota Jayapura, Sofia Tomasoa, S.E di Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (4/6/2025).
Dia juga mengatakan, koleksi buku di perpustakaan memperkuat budaya literasi, dengan menyediakan sumber bacaan yang beragam dan sesuai minat, sehingga lebih menarik dan memotivasi untuk membaca, yang menjadi langkah awal membangun kebiasaan literasi.
Selain itu, menciptakan lingkungan yang ramah buku dan nyaman, membuat aktivitas membaca menjadi menyenangkan dan mudah diakses kapan saja.
Fasilitas peminjaman buku (layanan sirkulasi) yang memungkinkan pembaca membawa pulang buku dan belajar kapan pun di luar perpustakaan.
Memfasilitasi pelatihan dan kegiatan literasi, seperti workshop atau seminar, yang meningkatkan keterampilan membaca dan pemahaman informasi.
Sebagai pusat informasi dan sosial budaya, yang mendukung pengembangan potensi diri dan kualitas sumber daya manusia melalui akses pengetahuan yang luas.
“Dengan koleksi buku yang lengkap dan layanan perpustakaan yang mendukung, masyarakat dapat lebih mudah mengakses ilmu pengetahuan, memperluas wawasan, dan membangun kebiasaan membaca yang konsisten, sehingga budaya literasi semakin kuat dan berkelanjutan,” ujar Sofia.
Dia juga mengatakan, jenis buku yang tersedia di perpustakaan daerah saat ini terbagi menjadi dua kategori utama, yaitu buku fisik dan buku digital.
Buku fisik atau cetak dalam berbagai genre seperti fiksi, non-fiksi, ilmu pengetahuan, sejarah, budaya, dan referensi umum, buku pelajaran dan bahan ajar yang mendukung pendidikan formal dan informal, dan koleksi buku khusus terkait kebudayaan lokal atau arsip daerah.
Sementara, buku digital (e-book), mencakup berbagai genre mulai dari fiksi hingga non-fiksi, termasuk buku akademik dan literatur umum, jurnal elektronik, artikel ilmiah, dan laporan penelitian yang dapat diakses secara online.
Media audiovisual seperti video edukasi dan rekaman audio yang mendukung pembelajaran interaktif, koleksi digital khusus seperti naskah kuno, dokumen kebudayaan, dan bahan multimedia interaktif.
“Perpustakaan digital menyediakan kemudahan akses kapan saja dan di mana saja melalui internet dengan fitur pencarian yang efisien, sehingga pengguna dapat dengan cepat menemukan buku atau materi yang dibutuhkan. Buku digital baru 700 judul, rencananya mau tambah lagi,” ujar Sofia.
Dia juga mengatakan, strategi DPKD Kota Jayapura untuk menambah minat baca masyarakat, yaitu memperbanyak dan menyediakan koleksi buku yang beragam dan berkualitas, baik fiksi maupun nonfiksi, sesuai minat dan kebutuhan masyarakat agar mereka tertarik membaca lebih lama.
Meningkatkan fasilitas perpustakaan seperti ruang baca yang nyaman, akses internet, dan sistem digitalisasi yang memudahkan pencarian buku sehingga pengunjung betah dan mudah mengakses koleksi terbaru.
Menggelar program literasi dan kampanye membaca seperti kelas membaca, diskusi buku, seminar literasi, dan kegiatan komunitas baca yang melibatkan masyarakat secara aktif.
Pemanfaatan teknologi digital dengan menyediakan aplikasi perpustakaan digital dan platform baca online yang memudahkan akses ribuan judul buku kapan saja dan di mana saja.
Membangun lingkungan sosial yang mendukung minat baca, misalnya melalui keluarga, sekolah, dan komunitas yang mendorong kebiasaan membaca dan berbagi buku.
Kolaborasi antar sektor antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan komunitas untuk program literasi yang berkelanjutan dan menjangkau luas.
Melibatkan keluarga sebagai lingkungan awal pendidikan membaca agar budaya membaca tumbuh sejak kecil, mengadakan pelatihan, lomba, dan kegiatan edukatif yang kreatif untuk menarik minat baca masyarakat dan peserta didik.
“Koleksi buku tidak hanya tersedia perpustakaan , tetapi juga mampu menarik minat baca masyarakat secara efektif dan berkelanjutan,” ujar Sofia.

Kesempatan tersebut, Sofia menjelaskan, DPKD Kota Jayapura telah menyiapkan aplikasi perpustakaan digital yang dikenal sebagai ePusda Kota Jayapura.
Aplikasi ini menyediakan berbagai macam buku, diktat, dan kebutuhan pengguna dalam bentuk digital, yang dapat diakses melalui aplikasi desktop maupun mobile dengan akun pengguna khusus.
Selain itu, DPKD Kota Jayapura juga mengembangkan Sistem Informasi Perpustakaan (SIP) yang menawarkan layanan digital seperti database buku terintegrasi, pendaftaran anggota secara online, peminjaman dan pengembalian buku digital, akses e-book dan jurnal ilmiah, serta fitur pencarian lanjutan.
Sistem ini bertujuan mempermudah akses informasi dan meningkatkan kualitas layanan perpustakaan bagi masyarakat.
Selain itu, DPKD Kota Jayapura juga tengah mempersiapkan Pustaka Digital (PADI) yang dapat terhubung dengan Perpustakaan Nasional untuk memperluas koleksi buku digital yang tersedia, meskipun masih menghadapi kendala teknis dan anggaran.
Selain layanan digital di pusat perpustakaan, perpustakaan berbasis digital juga telah diperkenalkan di kampung-kampung di Kota Jayapura untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap bahan bacaan dan informasi berkualitas, yang diharapkan dapat meningkatkan mutu pendidikan dan literasi masyarakat setempat.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kota Jayapura, Septinus Ireeuw, S.Sos, berharap dapat meningkatkan minat baca dan budaya literasi masyarakat.
“Harapannya adalah perpustakaan dapat terus berkembang menjadi pusat literasi yang dinamis dan mampu menciptakan sumber daya manusia berkualitas melalui peningkatan budaya gemar membaca,” ujar Ireeuw.
Dia juga berharap, dengan membangun budaya literasi, dapat menumbuhkan minat baca yang kuat di masyarakat dam membuka peluang kemajuan pendidikan dan sosial yang lebih luas.






