Asisten II Setda Kota Jayapura Ir. B. Widhi Hartanti mewakili Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H menutup Festival IKM 2025. (TIFAPOS/La Ramah)
FESTIVAL IKM (Industri Kecil Menengah) dan UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) di Kota Jayapura, Papua, cukup signifikan.
Data Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Kota Jayapura, peredaran uang mencapai Rp375 juta selama enam hari atau dari tanggal 22 s.d 26 Agustus 2025.
Festival yang berlangsung di Gedung Dekranasda Kota Jayapura dan area Pasar Entrop membantu meningkatkan pendapatan pelaku IKM dan UMKM dan potensi ekonomi kreatif daerah.
Pameran IKM dan UMKM ini melibatkan 45 tenda dan 16 tenan, mampu mendongkrak daya beli masyarakat yang menghasilkan perputaran uang rata-rata Rp1,5 juta per hari melalui transaksi elektronik atau QRIS,
“Tingginya perputaran uang selama festival, perekonomian kota dapat bergerak lebih baik dan memberikan dampak positif yang signifikan bagi masyarakat, terutama dalam hal pendapatan dan peluang usaha,” ujar Asisten II Setda Kota Jayapura Ir. B. Widhi Hartanti mewakili Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H pada penutupan Festival IKM, Selasa, 26 Agustus 2025.
Dikatakan Widhi, perputaran uang tinggi pada festival dapat menjadi motor penggerak pemulihan ekonomi, penguatan UMKM, dan peningkatan pariwisata.
Oleh karena itu, Pemkot Jayapura berharap instansi terkait konsisten dalam pendampingan, seperti pelatihan dan sumber daya manusia agar mandiri sehingga meningkatkan pendapatan.
“Saya berharap meningkatkan produksi terutama pengemasan dan harga sehingga dapat bersaing di pasar lokal maupun nasional,” ujar Widhi.
Kepala Bidang IKM Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Achmad Saichul mewakili Plt. Kadisperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Alberto Fred Itaar, S.IP., M.Si mengatakan, ke depan direncanakan pelaksanaan festival satu bulan sekali.
Dia juga mengatakan, festival berfungsi sebagai platform yang membantu IKM dan UMKM tumbuh dengan meningkatkan akses pasar, penjualan, dan visibilitas merek mereka.
Selain itu, eksposur di festival mendorong pelaku usaha untuk meningkatkan kualitas produk, kemasan, branding, dan strategi pemasaran untuk menarik konsumen.
Seiring IKM dan UMKM tumbuh melalui paparan festival, mereka berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja lokal dan merangsang aktivitas ekonomi yang lebih luas di masyarakat.
“Festival adalah mesin ekonomi yang berharga untuk IKM dan UMKM, meningkatkan pertumbuhan, daya saing, dan keberlanjutan mereka sambil memberikan kontribusi positif bagi ekonomi lokal,” ujar Achmad.
Achmad menambahkan, untuk pelatihan dan pendampingan industri kreatif merupakan program untuk meningkatkan keterampilan dan kapasitas pelaku industri kreatif.
Selain pelatihan teknis, program ini juga fokus pada digitalisasi usaha untuk memperluas pemasaran produk melalui platform digital.
“Pelatihan dan pendampingan ini tidak hanya meningkatkan kualitas keterampilan tetapi juga memperkuat kewirausahaan kreatif yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi,” ujar Achmad.
(ldr)






