Beranda / Ragam Berita / Perayaan Natal: SMP Negeri 2 Jayapura hadir menjadi berkat

Perayaan Natal: SMP Negeri 2 Jayapura hadir menjadi berkat

Kepala SMP Negeri 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd menyampaikan sambutan pada perayaan Natal keluarga besar SMP Negeri 2 Jayapura. (TIFAPOS/La Ramah)

 

Ringkasan Berita

• Kehadiran Allah sebagai sumber keselamatan dan berkat.

• Wujudkan kasih Tuhan melalui tindakan nyata, toleransi, dan kebersamaan.

• Menanamkan nilai positif di tengah keberagaman di SMP Negeri 2 Jayapura.

 

KELUARGA besar SMP Negeri 2 Jayapura, Kota Jayapura, Papua, merayakan Natal dengan penuh sukacita dan kebersamaan di halaman sekolah, Jumat, 12 Desember 2025.

Acara ini mengangkat tema “Allah Hadir untuk Menyelamatkan Keluarga” dengan subtema “Keluarga besar SMP Negeri 2 Jayapura yang diselamatkan, hadir menjadi berkat”.

Kegiatan tersebut dihadiri siswa, guru, kepala sekolah, dan staf tata usaha serta tamu undangan, sehingga menciptakan atmosfer hangat menyambut Tahun Baru 2026.

Kepala SMP Negeri 2 Jayapura, Dorthea Carolien Enok, S.Pd, menekankan pentingnya tema Natal tahun ini, yang diinspirasi dari kitab Matius 1:21-24.

“Tema ini mengingatkan kita bahwa Allah selalu hadir untuk menyelamatkan dan memberkati keluarga besar kita, terutama keluarga besar SMP Negeri 2 Jayapura,” ujar Enok.

Ia menjelaskan, pesan kasih dan berkat Natal ini dapat menginspirasi semua pihak serta membawa kedamaian di tahun mendatang.

Selain itu, kasih Tuhan sangatlah besar, mampu menguatkan keluarga yang rapuh, membangun harmonisasi sosial, dan memberikan harapan baru menghadapi perubahan dunia.

Ia juga mendorong guru dan peserta didik untuk mewujudkan kasih Tuhan melalui tindakan nyata.

Serta membangun toleransi di tengah kerukunan dan keberagaman yang ada di sekolah, yang sejalan dengan semangat Natal yang menekankan nilai-nilai kebersamaan dan refleksi diri.

“Kesan yang kami harapkan dari perayaan Natal ini adalah kehangatan dalam keluarga besar SMPN 2 Jayapura, sukacita, solidaritas, toleransi, dan penggunaan teknologi yang bijak,” ujar Enok.

Enok menambahkan, perayaan ini merupakan bagian dari tradisi tahunan sekolah yang bertujuan menanamkan nilai-nilai positif kepada generasi muda di tengah keberagaman Papua.

Melalui tema yang mengangkat kehadiran Allah sebagai sumber berkat, diharapkan dapat membawa dampak jangka panjang bagi komunitas sekolah.

Selain itu, momentum untuk merefleksikan diri dan berkomitmen menjadi berkat bagi orang lain, baik di lingkungan sekolah maupun masyarakat luas.

“Perayaan Natal SMP Negeri 2 Jayapura menciptakan suasana penuh sukacita dan inspirasi, menegaskan pentingnya nilai-nilai spiritual dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Enok.

Pengawas Pembina SMP Negeri Jayapura, Dra. Devlin Lolowang, M.Pd mewakili Plt. Kadisdikbud Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd, berharap perayaan ini dapat memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan toleransi antarwarga sekolah.

“Natal bukan hanya tentang perayaan, tetapi juga tentang refleksi diri dan komitmen untuk menjadi berkat bagi orang lain,” ujar Devlin.

Ia menekankan pentingnya menjaga harmoni sosial di tengah keberagaman budaya dan agama di Papua, serta mendorong penggunaan teknologi untuk pendidikan yang positif.

“Perayaan Natal SMP Negeri 2 Jayapura ini tidak hanya sekadar ritual tahunan, tetapi juga upaya untuk menanamkan nilai-nilai spiritual dan sosial kepada generasi muda,” tambahnya.

Acara berlangsung meriah dengan partisipasi aktif dari semua pihak. Para siswa, guru, kepala sekolah, dan staf tata usaha mengenakan pakaian rapi dan tampak antusias, menampilkan rasa kebersamaan yang erat.

Halaman sekolah dihiasi dengan dekorasi Natal yang meriah, seperti pohon Natal yang berkilauan, lampu-lampu warna-warni, dan spanduk bertuliskan tema acara.

Siswa-siswi tampil dalam pertunjukan seni, termasuk paduan suara yang menyanyikan lagu-lagu Natal klasik seperti “Silent Night” dan “Joy to the World”, yang disambut dengan tepuk tangan meriah dari penonton.

Selain pertunjukan seni, acara juga diisi ibadah sehingga bilai-nilai kasih, toleransi, dan solidaritas menjadi fokus utama.

Acara ini ditutup dengan doa bersama untuk kedamaian dan kemakmuran di tahun 2026, meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir.

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *