Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Hj. Ani Matdoan, S.Ag.,MM menyampaikan sambutan. (TIFAPOS/Istimewa)
Jayapura – Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura menggelar perayaan Natal dan lepas sambut Tahun Baru 2024-2025 di Hotel Horison Kotaraja, Senin (14/1/2025).
Acara yang dimulai pukul 09.00 Waktu Papua dihadiri para Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Kemenag, dengan tema “Marilah Sekarang Kita Pergi ke Betlehem”.
Adapun subtema “Melalui Natal dan Lepas Sambut Kemenag Kota Jayapura, Mari Kita Tingkatkan Semangat Kerukunan Umat dan Membawa Harmoni untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadilan dan Berkemajuan”.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Hj. Ani Matdoan, S.Ag.,MM, mengatakan agar tahun baru membawa kebahagiaan, kesehatan, dan keberhasilan bagi semua pihak.
“Mari kita satukan langkah, hati, dan pikiran dalam hidup yang penuh kasih,” ujar Ani.
Ia juga mengatakan perayaan Natal tersebut sebagai momen memperbaiki kualitas diri baik dalam beribadah kepada Tuhan maupun berinteraksi dengan sesama manusia.
Kesempatan tersebut, Ani mengajak peserta yang hadir untuk menyatukan langkah, hati, dan pikiran untuk mewujudkan hidup penuh kasih dengan pola saling asah, asih, asuh.
Kakanwil Kemenag Papua, Klemens Taran, S.Ag, menyampaikan pentingnya perdamaian dan kerukunan umat beragama, dengan mengacu pada kisah Alkitab tentang Kain dan Habel (Kejadian 6).
“Nyanyian perdamaian harus dilantunkan di tempat-tempat konflik, seperti kisah Kain dan Habel serta Betlehem, karena di sanalah kita diharuskan untuk membawa pesan damai,” ujar Taran.
Ia juga menekankan bahwa perayaan Natal bukan hanya tentang kemeriahan, melainkan momen refleksi atas misi kedatangan Yesus untuk menyelamatkan dunia.
“Marilah kita menjalani hidup dengan kasih dan pengorbanan, sebagaimana Yesus telah meneladankannya bagi kita,” ujar Taran.
Renungan firman Tuhan disampaikan oleh Pdt. Steiny T. Kaseh berdasarkan Lukas 2:15 dan Mazmur 133:1-3. Dalam khotbahnya, Pdt. Kaseh menyoroti pentingnya menjadikan rumah sebagai tempat kehidupan dan pemeliharaan Allah.
“Betlehem adalah simbol kehidupan, sukacita, dan awal keselamatan. Kita harus belajar dari Betlehem untuk membangun persekutuan yang damai,” katanya.

Ia juga mengingatkan pentingnya mencintai tempat kerja.
“Mari kita cintai kantor kita. Jika ada kekurangan, mari kita doakan, bukan membicarakannya di luar,” pesannya.
Ketua panitia Natal, Regina Suryanti, dalam laporannya menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan semua pihak dalam menyukseskan acara ini.
“Kami berharap perayaan ini dapat memperkuat kerukunan antarumat beragama di Kota Jayapura,” ungkapnya.
Acara ini turut dihadiri oleh Kakanwil Kemenkumham Provinsi Papua, Kepala BKKBN Provinsi Papua, perwakilan dari DPR Kota Jayapura, Perwakilan dari Komando Distrik Militer (Kodim) 1701 Jayapura.
Perwakilan dari Pengadilan Agama Kota Jayapura, perwakilan dari Balai Permasyarakatan (Bapas) kelas 2 Jayapura, perwakilan dari Danramil Abepura, perwakilan dari Polsek Abepura.
Perwakilan dari Persekiutuan Gereja-Gereja Se-Kota Jayapura (PGGS), ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) kota jayapura, Perwakilan Majelis Ulama Indonesia (MUI) kota jayapura, serta perwakilan dari Kelompok Kerja Guru (KKG) Kota Jayapura.






