Wakil Ketua I IWST Papua, Hj. Mufreni, S.H., mewakili Ketua Umum Hj. Sadaria, S.Sos., M.Kp menyerahkan sertifikat kepada narasumber. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Pererat silaturahmi dan tingkatkan kualitas hidup keluarga di Papua melalui program strategis.
• Ayah sebagai pilar kekuatan menghadapi tantangan sekolah hingga karir.
• Penguatan hubungan ayah-ibu-anak untuk keluarga harmonis.
IKATAN Wanita Sulawesi Tenggara (IWST) Papua menggelar seminar “Parental Bonding” dengan tema “Peran Ayah dalam Membentuk Generasi Tangguh Wujudkan Generasi Emas Indonesia”.
Kegiatan ini diselenggarakan di Asrama Haji Kotaraja, Kota Jayapura, Ahad, 11 Januari 2026, melibatkan anggota IWST Papua, pengurus Ikatan Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (IKKST) serta sejumlah tamu undangan dari berbagai kalangan masyarakat.
Seminar ini merupakan bagian dari upaya IWST Papua untuk mempererat silaturahmi antar anggota sekaligus menjalankan program-program strategis organisasi yang bertujuan meningkatkan kualitas hidup keluarga di Papua.
Wakil Ketua I IWST Papua, Hj. Mufreni, S.H., mewakili Ketua Umum Hj. Sadaria, S.Sos., M.Kp mengatakan kegiatan ini mencerminkan kontribusi nyata IWST kepada masyarakat.
“Insyaallah ke depannya IWST semakin eksis di bawah kepemimpinan Ibu Hj. Sadaria. Doakan kami, ke depan semakin lebih baik lagi,” ujar Hj. Mufreni.
Hj. Mufreni menekankan pentingnya seminar ini untuk membantu orang tua, khususnya di Papua, lebih memahami pola asuh yang efektif di tengah arus globalisasi.
Ia menjelaskan pendidikan parenting yang baik dapat mencegah generasi muda terjebak dalam masalah sosial seperti narkoba, kekerasan, atau kesenjangan digital.
“Dengan membentuk generasi tangguh, kita turut mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” tambahnya.
Acara berlangsung selama empat jam, dimulai dengan sambutan, diikuti presentasi, diskusi panel, dan sesi tanya jawab. Di akhir acara, narasumber diberikan sertifikat.
Selain itu, IWST Papua berencana mengadakan follow-up berupa workshop lanjutan di beberapa kabupaten di Papua untuk memperluas dampak positif seminar ini.
IWST Papua, yang didirikan untuk mendukung perempuan Sulawesi Tenggara yang bermukim di Papua, telah lama aktif dalam bidang sosial, pendidikan, dan ekonomi.
Seminar ini menunjukkan komitmen mereka untuk berkontribusi pada pembangunan manusia di daerah timur Indonesia.
“Dengan tema yang relevan, kegiatan ini diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak keluarga untuk membangun generasi yang siap menghadapi masa depan,” ujar Hj. Mufreni.
Narasumber Rizqi Tajuddin, seorang pakar parenting dan motivator keluarga, memberikan presentasi yang menginspirasi tentang penguatan hubungan ayah, ibu, dan anak sebagai fondasi keluarga harmonis.
Ia mengatakan peran ayah sering kali kurang dioptimalkan dalam pendidikan anak, padahal ayah memiliki peran krusial dalam membentuk disiplin, keberanian, dan empati.
“Ayah adalah pilar kekuatan yang membantu anak menghadapi tantangan hidup, dari sekolah hingga karir,” ujar Rizqi.
Dalam pemaparannya, Rizqi menguraikan langkah-langkah praktis untuk membangun hubungan yang baik antara orang tua dan anak, salah satunya adalah dengan mengurangi ekspektasi tinggi yang tidak realistis.
“Orang tua sering kali membebani anak dengan harapan yang terlalu tinggi, seperti harus menjadi juara di segala bidang. Padahal, kita harus menyesuaikan dengan perkembangan zaman, di mana anak-anak dihadapkan pada teknologi canggih, media sosial, dan persaingan global,” ujar Rizqi.
Ia juga menyarankan komunikasi dua arah, kegiatan bersama seperti olahraga atau diskusi keluarga, serta memberikan ruang bagi anak untuk bereksplorasi sesuai minat mereka.
Peserta seminar, yang terdiri dari ibu-ibu rumah tangga, ayah, anak-anak muda, dan aktivis sosial, sangat antusias.
Beberapa peserta berbagi cerita tentang kesulitan parenting di Papua, seperti keterbatasan akses pendidikan dan pengaruh budaya yang beragam.
“Seminar ini membuka mata saya tentang pentingnya keseimbangan antara ayah dan ibu dalam mendidik anak,” ujar salah satu peserta, Dedi.
(ldr)








