Ketua PMI Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M menyerahkan alat fogging keada pengurus PMI tingkat kelurahan. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Upaya tingkatkan kesiapsiagaan bencana dan kemanusiaan.
• Musyawarah kerja merumuskan program kerja lima tahun ke depan berfokus pada sinergi dan stok darah.
• Komitmen PMI bangun ketahanan masyarakat di tengah tantangan geografis/iklim.
PALANG Merah Indonesia (PMI) Kota Jayapura menyerahkan alat fogging dan tenda sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapsiagaan organisasi dalam menghadapi bencana dan kegiatan kemanusiaan.
Penyerahan ini dilakukan pada acara Musyawarah Kerja (Muker) PMI Kota Jayapura untuk masa bakti 2022-2027, yang digelar di Grand Tabi Hotel, Senin, 16 Februari 2026.
Muker tersebut dihadiri pengurus PMI dari berbagai distrik di Kota Jayapura, perwakilan pemerintah daerah, serta mitra kerja seperti Dinas Kesehatan dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Acara ini bertujuan untuk merumuskan program kerja PMI selama lima tahun ke depan, dengan fokus pada peningkatan kapasitas relawan, penguatan logistik, dan respons cepat terhadap bencana alam yang sering melanda wilayah Kota Jayapura.
Ketua PMI Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M mengatakan alat fogging dan tenda ini merupakan sumbangan dari PMI untuk pengurus tingkat kelurahan.
“Alat fogging akan digunakan untuk penyemprotan disinfektan di area bencana atau lokasi pengungsian, sementara tenda-tenda ini akan mendukung operasi darurat seperti penampungan korban banjir atau gempa,” ujar Rustan.
Rustan menambahkan penyerahan ini sejalan dengan visi PMI untuk menjadi organisasi kemanusiaan yang tangguh dan siap siaga.
Rustan yang juga menjabat Wakil Wali Kota Jayapura, menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan PMI.
“PMI telah lama menjadi mitra strategis dalam penanganan bencana di Kota Jayapura. Dengan alat-alat ini, kami harapkan respons terhadap kejadian darurat seperti banjir atau wabah penyakit bisa lebih efektif,” ujar Rustan.
Ia juga mengungkapkan alat fogging yang diserahkan adalah mesin penyemprot portabel, masing-masing mampu menjangkau area hingga 500 meter persegi.
Sementara itu, tenda yang diberikan mampu menampung beberapa orang yang dilengkapi dengan fitur tahan air dan mudah dipasang, sehingga alat fogging dan tenda menjadi krusial untuk operasi lapangan.
Rustan menambahkan, latar belakang penyerahan ini terkait dengan peningkatan frekuensi bencana.
Pada tahun 2025, Kota Jayapura mengalami banjir besar yang memengaruhi ribuan warga, dan PMI berperan aktif dalam distribusi bantuan.
Sehingga, penyerahan alat fogging dan tenda ini menandai langkah konkret PMI Kota Jayapura menuju organisasi yang lebih siap.
Dengan dukungan pemerintah, diharapkan PMI dapat terus berkontribusi dalam membangun ketahanan masyarakat di tengah tantangan geografis dan iklim Papua.
“Alat-alat ini diharapkan dapat mengurangi risiko penyebaran penyakit seperti demam berdarah atau malaria pasca-bencana. Ini bukan hanya penyerahan alat, tapi komitmen bersama untuk kemanusiaan,” ujar Rustan.
(lrm)






