Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Abdul Majid berinteraksi dengan siswa Sekolah Dasar. (TIFAPOS/Ramah)
TIFAPOS.id – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura Abdul Majid mengatakan penuntasan buta aksara membutuhkan kerja bersama.
“Saya rasa permasalahan ini (buta aksara) tidak mungkin diselesaikan dinas pendidikan sendiri. Penuntasan buta aksara menjadi tanggung jawab bersama,” ujarnya di Kantor Wali Kota Jayapura, Papua, Kamis (24/10/2024).
Namun, dikatakannya, upaya mengentaskan buta aksara salah satu program prioritas. Sebab, hal ini berkaitan dengan peningkatan kemampuan literasi di lingkup pendidikan.
“Penungasan buta aksara adalah program yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan membaca, menulis, dan berhitung masyarakat yang buta aksara,” ujarnya.
Dikatakannya, memutakhirkan data buta aksara bersama Badan Pusat Statistik (BPS), meningkatkan kualitas layanan pendidikan dan pembelajaraan keaksaraan.
Selain itu, mengembangkan jejaring dan sinergi kemitraan lintas sektoral dan mengimplementasikan layanan program secara daring, merupakan upaya untuk mengentaskan angka buta aksara di Kota Jayapura.
“Buta aksara adalah halangan untuk melihat dunia, karena orang tidak bisa membaca tidak dapat melihat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujarnya.
Data BPS Papua tahun 2017 angka melek aksara sebesar 99,93 %, dan tahun 2020 melek huruf di angka 99,37 %, dan buta huruf di angka 0,63 %.
“Kami tidak berani klaim bahwa buta aksara nol zero karena dinamis penduduk. Posisi Kota Jayapura sebagai kota transit, maka kita tidak dapat menghindari datangnya masyarakat tuna aksara dari daerah luar,” ujarnya.






