Plt. Kadisdikbud Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd didampingi Kepala SMAN 4 Jayapura, Anton Djoko Martono, S.Pd., M.Pd membuka workshop implementasi pembelajaran mendalam dengan menabuh Tifa. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Topik sesi meliputi inkuiri kolaboratif, asesmen formatif dan sumatif, review dan revisi kurikulum, serta perancangan RPP dan modul ajar yang kontekstual dan relevan.
• Meningkatkan kualitas pembelajaran dengan mendorong pemikiran kritis, kreativitas, kolaborasi, dan kemampuan pemecahan masalah siswa sesuai kebutuhan abad 21.
• Pembelajaran mendalam berdampak positif pada karakter siswa: rasa ingin tahu, inisiatif, ketekunan, kemampuan adaptasi, kepemimpinan, kesadaran sosial dan budaya.
SMA Negeri 4 Jayapura , Kota Jayapura, Papua, menggelar workshop dua hari pada 9 s.d 10 September 2025, dengan sesi yang membahas kebijakan pembelajaran mendalam dan prinsip pembelajaran mendalam.
Selain itu, pendekatan inkuiri kolaboratif dan asesmen dalam pembelajaran, review dan revisi kurikulum untuk mendukung pembelajaran bermakna, dan praktik perancangan RPP dan modul ajar yang relevan dan kontekstual.
Workshop yang berlangsung di aula sekolah, Selasa, 9 September 2025, bertujuan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dengan pendekatan yang mendorong pemikiran kritis, kreativitas, kolaborasi.
Serta kemampuan pemecahan masalah siswa melalui metode pembelajaran yang lebih bermakna dan berorientasi pada kebutuhan abad 21.
Selain itu, menekankan prinsip pola pikir bertumbuh (growth mindset) pada guru dan siswa sekaligus optimalisasi perangkat ajar melalui strategi pembelajaran mendalam.
Pengintegrasian teknologi, pendekatan diferensiasi, kolaborasi, refleksi, dan inovasi dalam proses pengajaran termasuk menyiapkan guru untuk memanfaatkan asesmen formatif dan sumatif secara efektif.
“Semua sekolah sudah menerapkannya (pembelajaran mendalam). Evaluasi dilakukan setelah satu tahun pembelajaran,” ujar Plt. Kadisdikbud Kota Jayapura, Rocky Bebena, S.Pd., M.Pd.
Kepala dinas berharap khususnya pembelajaran mendalam (deep learning) berdampak positif pada karakter siswa, seperti rasa ingin tahu, inisiatif, ketekunan, kemampuan beradaptasi, kepemimpinan, serta kesadaran sosial dan budaya.
Sehingga membantu siswa menjadi individu yang lebih kritis, kreatif, mandiri, bertanggung jawab, dan mampu berkolaborasi serta berkomunikasi dengan baik dalam lingkungan belajar dan masyarakat.
Selain itu, pembelajaran mendalam meningkatkan kualitas berpikir kritis, kepercayaan diri, dan motivasi siswa dalam belajar.
Serta menyiapkan mereka untuk menghadapi tantangan sosial dan akademis masa depan secara lebih matang dan berkarakter baik.
“Dukungan kepala sekolah sangat penting sebagai pemimpin untuk menyelaraskan pembelajaran mendalam dengan visi, misi sekolah dan mengelola sumber daya untuk pelaksanaannya,” ujar kepala dinas.
Kepala SMAN 4 Jayapura, Anton Djoko Martono, S.Pd., M.Pd mengatakan, workshop tersebut diikuti seluruh tenaga kependidikan di lingkungan SMAN 4 Jayapura dengan narasumber Pengawas Pendidikan.
Kepala sekolah berharap guru-guru menyimak dan memahami materi pembelajaran mendalam agar dapat mengimplementasikannya secara efektif di kelas masing-masing, sehingga pembelajaran menjadi lebih bermakna dan berkualitas.
Selain itu, pembelajaran tidak hanya berfokus pada hafalan atau di permukaan saja, tetapi mengarah ke pemahaman yang dalam, keterkaitan antar konsep, refleksi, dan transfer pengetahuan sehingga siswa dapat berpikir kritis dan kreatif.
Adanya peningkatan kompetensi guru melalui pelatihan ini, termasuk dalam menyusun RPP yang sesuai dengan pembelajaran mendalam dan menggunakan teknologi seperti AI sebagai alat bantu pembelajaran praktis.
Kepala sekolah juga mengharapkan suasana belajar menjadi tidak hanya efektif tetapi juga menyenangkan dan menggembirakan bagi siswa, serta tercipta lingkungan sekolah yang aman dan kondusif.
“Workshop ini menjadi sarana penguatan kompetensi guru dan kepala sekolah secara berkelanjutan dengan kolaborasi antar guru dan pemantauan implementasi di kelas,” ujar kepala sekolah.
(lrh)






