Pengunjung memadati lokasi kegiatan BBPOM di Jayapura. (TIFAPOS/Ramah)
Jayapura – Jelang hari jadi BPOM atau Badan Pengawas Obat dan Makanan pada 31 Januari 2025, berbagai acara menarik digelar di seluruh Indonesia.
Di Kota Jayapura, Papua, BPOM mengadakan kegiatan di area Car Free Day di Pantai Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura, Sabtu (25/1/2025).
Kegiatan bersama internal BPOM, seperti jalan santai, senam bersama, pengujian produk pangan dengan rapid test, minum jamu bersama.
Selain itu, konsultasi dokter dan pemeriksaan darah, KASBI (layanan informasi obat dan makanan), Sagu Emas Papua (pendampingan UMKM untuk mendaftarkan produk), dan donor darah.
Tema tahun ini adalah ‘Cek Produkmu Bersama BPOM’, bertujuan meningkatkan literasi masyarakat terkait obat dan makanan.
Acara ini menarik antusiasme tinggi dari pengunjung yang berharap BPOM semakin bermanfaat.
Respon masyarakat terhadap kegiatan edukasi BPOM umumnya positif. Masyarakat mengapresiasi program edukasi tentang keamanan pangan dan obat.
Edukasi ini, meningkatkan pemahaman mereka tentang cara memeriksa legalitas produk melalui aplikasi KLIK BPOM.
Selain itu, indeks kesadaran masyarakat terhadap obat dan makanan yang aman menunjukkan peningkatan.
“Saya mengikuti sosial media BPOM, sehingga banyak mendapatkan pemahaman tentang obat dan makanan yang baik,” ujar seorang pengunjung, Marcelina Mano.
Ia berharap BPOM semakin gencar menyosialisasikan keamanan pangan, seperti pasar, komunitas masyarakat, penyuluh agama, maupun kalangan pelajar.
Kepala Balai Besar POM di Jayapura, Hermanto, S.Si., Apt., MPPM, mengatakan dengan datang ke lokasi kegiatan, menandakan partisipasi masyarakat sangat baik.
Selain itu, keaktifan masyarakat ikut bertanya melalui media sosial BPOM menandakan kepercayaannya publik terhadap kinerja BPOM.
“BPOM mengukur kepuasan masyarakat melalui Survei Kepuasan Masyarakat (SKM), yang dilakukan secara berkala,” ujar Hermanto.
Ia juga mengatakan, metode ini melibatkan penggunaan e-kuesioner yang mencakup pertanyaan terkait kualitas layanan.
Hasil survei ini memberikan gambaran tentang tingkat kepuasan dan masukan untuk perbaikan layanan di masa mendatang.
“SKM juga bertujuan untuk mendorong partisipasi masyarakat dalam menilai kinerja BPOM dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” ujar Hermanto.






