Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Papua, Sarles Brabar, S.E., M.Si. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan mitra lain diharapkan memperkuat pelayanan kesehatan keluarga yang berkualitas dan berkelanjutan.
• Tujuan utama kerja sama adalah menurunkan angka stunting nasional dan meningkatkan kualitas generasi masa depan Indonesia. Data BKKBN Papua menunjukkan angka stunting saat ini adalah 24%, turun dari 26%.
• Pendekatan kolaboratif memicu inovasi dalam pelayanan publik dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya untuk hasil maksimal dalam pembangunan masyarakat Indonesia.
PELAYANAN kesehatan keluarga melalui kerja sama antara Perwakilan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Papua dengan dunia usaha.
Termasuk memperkuat keterlibatan multi pihak dalam program-program strategis pembangunan keluarga dan menggerakkan sumber daya serta dukungan nyata dari dunia usaha untuk kesejahteraan masyarakat luas.
Kerja sama ini bertujuan menurunkan angka stunting nasional dan meningkatkan kualitas generasi masa depan Indonesia. Data Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Papua saat ini stunting berada di angka 24% dari 26%.
Selain itu, BKKBN juga menjalin kemitraan dengan berbagai rumah sakit dan mitra kerja di dunia usaha untuk meningkatkan akses dan kualitas pelayanan keluarga berencana (KB) dan kesehatan reproduksi.
Program ini termasuk pencanangan bulan pelayanan kontrasepsi dan gerakan rumah sakit pelayanan KB sebagai upaya penurunan angka stunting dan peningkatan kesehatan keluarga secara menyeluruh.
“Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan berbagai mitra diharapkan memperkuat pelayanan kesehatan keluarga yang berkualitas dan berkelanjutan,” ujar Kepala Perwakilan Kemendukbangga/BKKBN Papua, Sarles Brabar, S.E., M.Si di Jayapura, Kamis, 18 September 2025.
Kolaborasi Kemendukbangga/BKKBN Papua dengan dunia usaha mendukung program keluarga sehat sebagai upaya strategis yang menekankan sinergi lintas sektor.
Salah satunya adalah Program Sehati (Sehat dan Atasi Stunting), yang melibatkan perusahaan seperti PT Yakult Indonesia Persada, dalam memberikan bantuan minuman bergizi kepada ibu hamil dan balita dari keluarga berisiko stunting.
Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan asupan gizi keluarga dan menurunkan angka stunting, sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat sekitarnya.
Sehingga membentuk ekosistem yang memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak dini dan meningkatkan kesejahteraan keluarga secara berkelanjutan, yang merupakan kunci pencapaian bonus demografi Indonesia.
“Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan pemangku kepentingan lainnya sangat penting untuk menciptakan generasi unggul dan keluarga sehat di masa depan,” ujar Brabar.
Brabar berharap kolaborasi antara Kemendukbangga/BKKBN Papua dengan dunia usaha berdampak positif signifikan terhadap pembangunan masyarakat Indonesia.
Dampaknya meliputi percepatan pertumbuhan ekonomi, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta pemerataan akses terhadap pendidikan dan pelayanan kesehatan.
Sementara organisasi sosial masyarakat sebagai fasilitator mampu menjangkau dan mengorganisir masyarakat sehingga kolaborasi ini menjadi lebih efektif dan inklusif.
Sinergi yang baik antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat sipil, Papua dapat mempercepat pencapaian tujuan pembangunan nasional yang lebih merata dan berkelanjutan, sekaligus membangun masyarakat yang lebih inklusif, kreatif, dan tangguh menghadapi berbagai tantangan.
Kolaborasi ini meningkatkan kohesi sosial dan rasa kebersamaan antar kelompok masyarakat, mendorong partisipasi aktif warga dalam pembangunan, dan memperkuat demokrasi serta keterlibatan masyarakat secara luas.
“Pendekatan kolaboratif memicu inovasi dalam pelayanan publik dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya untuk hasil yang maksimal dalam pembangunan masyarakat Indonesia,” ujar Brabar.
(ldr)






