Ketua Yayasan Gema Valentine Papua, Nerlince Wamuar Rollo dan Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Rudi Puruwito, S.E., M.M tandatangani kerja sama peningkatan SDM melalui SMA Unggulan Taruna Cenderawasih. (TIFAPOS/Ist)
TIFAPOS.id Yayasan Gema Valentine Papua dan Kodam XVII/Cenderawasih tandatangani kerja sama peningkatan sumber daya manusia (SDM) di SMA Unggulan Taruna Cenderawasih.
Kegiatan tersebut berlangsung di aula Sian Soor Kantor Wali Kota Jayapura, Kamis (26/6/2025) dihadiri pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Jayapura serta jajaran petinggi di lingkungan Kodam XVII/Cenderawasih dan Polresta Jayapura.
Yayasan Gema Valentine Papua melibatkan Kodam XVII/Cenderawasih yang berperan dalam pembinaan, pengasuhan, serta penerapan kurikulum bela negara dan kesamaptaan untuk membentuk karakter kuat dan nasionalis pada siswa di sekolah tersebut.
Keberadaan sekolah unggulan yang akan dibangun di atas lahan seluas 11 hektar di Koya Tengah, Distrik Muara Tami ini, berada di bawah naungan Yayasan Gema Valentine Papua menekankan empat dimensi keberhasilan.
Diantaranya, teknologi, kualitas pengajar, kurikulum, dan sarana prasarana, serta menanamkan nilai kebhayangkaraan dan karakter kepemimpinan.
Tujuannya untuk mencetak generasi muda khususnya Port Numbay (Kota Jayapura) yang berkarakter, berdisiplin, dan siap bersaing secara nasional maupun internasional melalui pendidikan berkualitas dan pembinaan karakter yang kuat.
Untuk Tahun Ajaran 2025/2026 sementara menggunakan ruang kelas di SMP Negeri 10 Jayapura, dengan jumlah peserta didik 110 orang atau tiga kelas.
“Dukungan dana kampung dan pemda kota. Kurikulum akademik 60% dan 40% fisik atau mental,” ujar Ketua Yayasan Gema Valentine Papua, Nerlince Wamuar Rollo.

Dia juga mengatakan, yayasan berperan penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di sekolah tersebut melalui pengawasan dan pembinaan terhadap pelaksanaan pendidikan, termasuk seleksi tenaga pendidik dan tenaga kependidikan yang berkualitas untuk memastikan proses belajar mengajar berjalan optimal.
Pengembangan kurikulum dan inovasi pendidikan, seperti mengintegrasikan kurikulum nasional dengan program khusus yang mendukung karakter dan kompetensi siswa taruna.
Penyediaan fasilitas dan sarana prasarana yang memadai untuk mendukung proses pembelajaran dan kegiatan pengasuhan siswa.
Selain itu, pemberian beasiswa dan dukungan finansial bagi siswa berprestasi yang kurang mampu, sehingga akses pendidikan berkualitas dapat lebih merata.
Pelatihan dan pengembangan profesional guru, meningkatkan kualitas pengajaran dan pembelajaran di sekolah taruna.
Pengelolaan sumber daya manusia dan administrasi sekolah, termasuk pembinaan manajerial kepala sekolah dan tenaga kependidikan agar sekolah berjalan efektif dan efisien.
Membangun kemitraan dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah dan TNI/Polri, untuk memperkuat program pendidikan dan pembentukan karakter nasionalisme siswa.
Sementara, kurikulum dan program khusus di sekolah yang didukung Pemkot Jayapura, TNI, dan Polri, yaitu kurikulum bela negara, kenusantaraan, kepemimpinan.
Selain itu, program latihan fisik dan mental seperti kesamaptaan jasmani (lari, push-up, sit-up, pull-up), latihan baris-berbaris, bela diri, simulasi operasi militer, dan kegiatan outbond yang mendukung pembentukan karakter dan ketahanan fisik siswa.
Serta, program pengasuhan dan bimbingan 24 jam yang meliputi pengembangan karakter, kepemimpinan, kerjasama kelompok, manajemen risiko, dan tradisi kehidupan berasrama yang disiplin dan beretika.
Kurikulum dan program ini dirancang untuk mencetak generasi muda yang berkarakter kuat, disiplin, memiliki jiwa kepemimpinan, dan siap berkontribusi dalam bidang pertahanan dan keamanan negara.
Pangdam XVII/Cenderawasih, Mayjen TNI Rudi Puruwito, S.E., M.M menyampaikan komitmen penuh TNI khususnya Kodam XVII/Cenderawasih dalam mendukung pengembangan SDM Papua.
“Pendidikan adalah garda terdepan dalam membangun masa depan bangsa. Tiga tahun ke depan, para taruna kita akan dibentuk tidak hanya secara fisik dan akademik, tapi juga mental dan disiplin, sehingga mereka siap melangkah ke jenjang lebih tinggi,” ujar Pangdam.
Pangdam menegaskan pendidikan di SMA Taruna Cenderawasih tidak harus identik dengan sekolah militer nasional. Namun, esensinya sama yaitu membangun karakter unggul dan daya saing generasi muda Papua.
Langkah strategis ini menjadi bagian dari program pembinaan teritorial Kodam XVII/Cenderawasih yang adaptif terhadap tantangan masa kini, dengan menempatkan pendidikan sebagai instrumen utama membangun ketahanan sosial dan peradaban Papua.
“Kami ingin SMA Taruna Cenderawasih bukan sekadar sekolah, tetapi menjadi simbol kemajuan, kemandirian, dan kebanggaan anak-anak Papua,” ujar Pangdam.

Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H berharap kerja sama antara yayasan dan kodam di sekolah di SMA Unggulan Taruna Cenderawasih berperan penting terutama dalam penguatan pendidikan karakter secara terpadu dengan melibatkan guru.
Selain itu, orang tua, dan pembina dalam menanamkan sikap saling menghormati, gotong royong, kerja sama, dan peduli terhadap sesama sebagai wujud nyata nasionalisme dalam kehidupan sehari-hari.
Kolaborasi guru dan orang tua dalam mendukung pendidikan karakter, sehingga pembentukan sikap nasionalisme tidak hanya terjadi di sekolah tetapi juga diperkuat di lingkungan keluarga dan masyarakat.
“Kerja sama ini menciptakan lingkungan pendidikan yang holistik dan berkelanjutan dalam membentuk karakter nasionalisme siswa, menjadikan mereka generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan cinta tanah air,” ujar wali kota.






