Ketua panitia, J. Saragih, yang mewakili Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kota Jayapura, Daniel Tarigan, S.H menyampaikan sambutan pada kegiatan turnamen catur se-kota dan kabupaten di Papua. (TIFAPOS/La Ramah)
Ringkasan Berita
• Pemuda Batak Bersatu Kota Jayapura menggelar turnamen catur se-kota dan kabupaten di Papua.
• Rangkaian peringatan Hari Pahlawan 2025.
• Melatih mental bertanding dan memperluas pengalaman kompetitif untuk pengembangan jangka panjang olahraga catur di Papua.
PEMUDA Batak Bersatu Kota Jayapura, Papua, menggelar turnamen catur se-kota dan kabupaten, Sabtu, 15 November 2025 di Hotel Maxone Jayapura.
Kegiatan ini diadakan sebagai bagian dari rangkaian peringatan Hari Pahlawan 2025 dengan tujuan mencari atlet catur berprestasi, sekaligus meningkatkan semangat nasionalisme di kalangan peserta, khususnya pelajar dan generasi muda.
Ketua panitia, J. Saragih, yang mewakili Ketua DPC Pemuda Batak Bersatu (PBB) Kota Jayapura, Daniel Tarigan, S.H., mengatakan turnamen ini terwujud berkat dukungan sponsor dan para donatur yang peduli dengan pengembangan olahraga catur.
“Kami ucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya acara ini,” ujar Saragih.
Saragih juga mengatakan, turnamen diikuti 126 peserta dengan dua kategori, yakni kategori pelajar diikuti 62 peserta yang berlaga selama tujuh babak, dan kategori kedua oleh mahasiswa dan umum yang diikuti 82 peserta dengan jumlah babak yang sama.
Setiap pertandingan berlangsung dengan durasi waktu 20 menit, sehingga menuntut peserta untuk berpikir cepat dan strategis. Namun, teta tetap menjunjung tinggi sportivitas selama bertanding.
“Tujuan kami adalah mencari atlet catur yang berprestasi dan siap mengharumkan nama daerah. Selamat bertanding, junjung tinggi sportivitas,” ujar Saragih.
Saragih juga menegaskan, turnamen ini telah menjadi agenda tahunan yang rutin diselenggarakan oleh DPC Pemuda Batak Bersatu Kota Jayapura.
Turnamen ini juga menjadi kolaborasi yang positif antara organisasi masyarakat, Percasi (Persatuan Catur Seluruh Indonesia), dan pemerintah daerah.
“Melalui ajang ini, atlet catur dapat melatih mental bertanding sekaligus memperluas pengalaman kompetitif mereka, yang penting untuk pengembangan jangka panjang olahraga catur di Papua,” ujar Saragih.
Saragih mengingatkan peserta supaya tidak menjadi pecundang, melainkan menjadi pejuang yang bersemangat dan berjiwa kompetitif, sebagai wujud penghormatan terhadap semangat perjuangan para pahlawan bangsa yang diperingati setiap tanggal 10 November.
Sekretaris Percasi Papua, Naek Sahala Mangraja, S.E., M.M, berharap penyelenggaraan turnamen catur ini dapat menjadi motivasi bagi organisasi masyarakat lain untuk melakukan kegiatan positif serupa.
Naek optimis, hasil turnamen ini bisa menjadi bahan evaluasi dan pijakan untuk membawa atlet catur asal Papua berkiprah di tingkat nasional, sehingga berdampak besar pada kemajuan organisasi dan pengembangan cabang olahraga catur di daerah.
Diharapkan, lewat kegiatan ini semakin banyak atlet berbakat yang muncul dan siap mengharumkan nama Papua di kancah olahraga nasional.
“Turnamen catur Pemuda Batak Bersatu Kota Jayapura ini sekaligus menjadi ajang silaturahmi dan penguatan komunitas, dimana para generasi muda dapat bertemu, bersaing, dan belajar bersama dalam suasana kompetitif yang sehat,” ujar Naek.
(ldr)







