Pj Gubernur Papua, Mayjen TNI (Purn) Ramses Limbong, S.IP., M.Si menyerahkan secara simbolis sapi kurban bantuan dari Presiden Prabowo kepada pengurus Masjid Takwa Hamadi. (TIFAPOS/La Ramah)
TIFAPOS.id Pemerintah Provinsi Papua mendistribusikan sapi kurban bantuan dari Presiden Prabowo, Kamis (5/6/2025).
Sebanyak 13 ekor sapi kurban bantuan Presiden dalam rangka Hari Raya Iduladha 1446 Hijriah/2025 Masehi, untuk disalurkan ke sembilan kabupaten di Papua.
Penyerahan secara simbolis dilakukan di Jayapura. Sapi terbesar jenis Simmental seberat 830 kg diserahkan kepada panitia kurban Masjid Takwa Hamadi, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.
Ketua Takmir Masjid Takwa Hamadi, Dr. H. Muhammad Yusuf, S.H., M.H, menyambut baik dan bersyukur atas bantuan dari Presiden Prabowo.
Dia juga mengaku, merasa bangga dan terbantu dengan bantuan sapi kurban dari Presiden, sebagai dukungan penting yang memperkuat peran masjid dalam pelayanan umat dan pembangunan sosial keagamaan.
Bantuan ini, juga dianggap sebagai bentuk perhatian pemerintah terhadap kebutuhan masjid dan jamaahnya.
“Kami menyampaikan terima masih kepada Bapak Presiden Prabowo. Ini bantuan pertama kali dari Presiden sejak berdirinya masjid ini,” ujar Yusuf.
Dia juga mengatakan, masyarakat menilai bantuan sapi kurban dari Presiden Prabowo memiliki nilai simbolis yang penting dalam menjaga persaudaraan dan memperkuat rasa kebangsaan, terutama di hari besar keagamaan seperti Iduladha.
Kehadiran hewan kurban ini, dianggap sebagai wujud perhatian Pemerintah Pusat terhadap umat Islam dan menunjukkan komitmen negara untuk hadir di seluruh pelosok daerah.
Bantuan ini, juga dipandang sebagai sarana mempererat kebersamaan dan toleransi antarumat beragama di masyarakat Papua khususnya di Kota Jayapura.
“Hewan kurban ini diprioritaskan untuk kaum dhuafa, masyarakat kurang mampu, dan juga dibagikan kepada nonmuslim di sekitar masjid,” ujar Yusuf.
Penyaluran ini menunjukkan perhatian Presiden Prabowo dalam membantu masyarakat merayakan Iduladha, dengan hewan kurban yang sehat dan layak potong.
Pj Gubernur Papua, Mayjen TNI (Purn) Ramses Limbong, S.IP., M.Si mengatakan, hewan kurban yang didistribusikan telah melalui pemeriksaan kesehatan dan layak potong, sehingga menjadi berkah dan dapat dinikmati secara merata oleh masyarakat.
Termasuk nonmuslim di sekitar masjid, yang memperkuat persaudaraan dan toleransi antarumat beragama.
Selain itu, masyarakat memandang program bantuan hewan kurban sebagai sangat potensial untuk keberlanjutan sosial dan ekonomi.
Kurban tidak hanya dipandang sebagai ibadah, tetapi juga sebagai gerakan sosial yang dapat mengentaskan kemiskinan dan kelaparan dengan distribusi daging yang tepat sasaran.
Dia juga mengatakan, program kurban yang dikelola secara berkelanjutan mampu meningkatkan kualitas hidup penerima manfaat, termasuk gizi dan pendidikan anak-anak mereka.
Keberlanjutan program kurban dapat memperkuat solidaritas sosial dan kemitraan antara pemerintah, lembaga filantropi, dan masyarakat.
Namun, keberhasilan ini membutuhkan pengelolaan yang baik, edukasi, dan kolaborasi yang intensif agar distribusi daging kurban merata hingga ke daerah terpencil.
Dengan pendekatan tersebut, kurban dapat menjadi alat efektif dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (SDGs) dan pemberdayaan masyarakat secara luas.
“Semoga dengan semangat Iduladha bisa meningkatkan keimanan dan meningkatkan jiwa sosial umat di tanah Papua,” ujar Ramses.
Dia juga mengatakan, masyarakat melihat program bantuan hewan kurban yang diberikan Presiden Prabowo, sebagai bagian dari upaya pembangunan berkelanjutan.
Program tersebut dianggap berkontribusi pada pemerataan kesejahteraan sosial dan pemberdayaan masyarakat.
Selain itu, bantuan hewan kurban membantu memenuhi kebutuhan pangan, khususnya bagi kaum dhuafa, sehingga meningkatkan kualitas hidup dan mengurangi kesenjangan sosial.
Mendorong partisipasi aktif masyarakat dan sinergi antara pemerintah dan komunitas, yang merupakan prinsip penting dalam pembangunan berkelanjutan.
“Program ini tidak hanya sebagai kegiatan sosial keagamaan, tetapi juga sebagai langkah strategis untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan yang mencakup aspek ekonomi, sosial, dan pemerataan kesejahteraan,” ujar Ramses.
Kesempatan tersebut, dikatakan Ramses, Pemprov Papua mengoptimalkan pemantauan dan pengawasan distribusi melalui integrasi data dan jaringan informasi peternakan, sehingga pergerakan sapi dan ketersediaan pasokan dapat diketahui secara akurat.
Dengan langkah tersebut, distribusi sapi kurban dari Presiden Prabowo dan pemerintah daerah diupayakan tepat sasaran, merata, dan memberi manfaat besar bagi masyarakat.
“Atas nama Pemerintah Pusat dan Pemeriksaan Provinsi Papua, mengucapkan selamat Iduladha kepada umat muslim yang merayakan.
Dikutip dari Wikipedia, sapi Simmental adalah salah satu ras sapi tertua di dunia yang berasal dari Lembah Simme di Bernese Oberland, Swiss.
Ciri khas sapi ini adalah warna bulu kemerahan dengan corak putih, terutama di kepala, perut, dan kaki.
Sapi Simmental dikenal sebagai sapi tipe ganda, yakni dapat dipelihara untuk produksi susu dan daging dengan pertumbuhan yang cepat dan efisiensi pakan yang tinggi.
Karakteristik utama sapi Simmental ukuran besar, berat jantan dewasa bisa mencapai 800-1.200 kg dan betina 600-800 kg, bahkan hingga 1.000-1.150 kg di beberapa sumber.
Warna bulu cokelat kekuningan dengan bercak putih, serta tanduk pendek yang tumbuh ke samping dan memiliki tulang kuat, otot padat, dan ketahanan terhadap penyakit yang baik, meskipun lebih sensitif terhadap panas dibanding sapi lokal tropis.
Selain itu, pertambahan bobot harian antara 0,6 sampai 1,5 kg, dengan fertilitas tinggi dan pertumbuhan cepat. Sapi Simmental juga dapat digunakan sebagai sapi tenaga kerja di beberapa daerah.
Sapi ini, populer di banyak negara, termasuk Indonesia, dan menjadi pilihan utama untuk produksi daging dan susu karena keseimbangan antara keduanya serta kualitas daging yang baik.
Harga sapi Simmental di Indonesia bervariasi, dewasa bisa mencapai Rp 18-20 juta hingga Rp 40-80 juta tergantung berat dan kualitasnya.
Sementara, keunggulan utama sapi Simmental dibanding ras lain, yaitu pertumbuhan cepat dan bobot besar, memungkinkan sapi ini mencapai berat potong lebih cepat dengan efisiensi pakan yang baik.
Produktivitas ganda (dwiguna), yakni mampu menghasilkan daging berkualitas sekaligus susu dalam jumlah besar (4.000-6.000 liter per masa laktasi), memberikan keseimbangan antara produksi susu dan daging yang lebih baik dibanding ras lain.
Kualitas karkas unggul, dagingnya ramping dengan sedikit lemak di bawah kulit, sehingga menghasilkan daging rendah lemak dan berkualitas tinggi.
Reproduksi dan fertilitas tinggi, dengan jarak kelahiran anak yang pendek dan kemampuan pengasuhan anak yang baik, mendukung produktivitas peternakan.
Keunggulan genetik yang membuatnya populer di kalangan peternak untuk sapi potong berkualitas dan mudah disilangkan dengan ras lain.






