Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Masyarakat & Budaya, Matias B. Mano, S.Par.,M.KP bersama kolega dalam peluncuran buku “Transformasi Papua”. (TIFAPOS/Istimewa)
TIFAPOS.id Pemerintah Provinsi Papua mengapresiasi peluncuran buku berjudul “Transformasi Papua” karya Yohannes Nusi.
Peluncuran buku yang berlangsung di Hotel Horison Ultima Entrop Jayapura, Rabu (20/8/2025) dinilai menjadi inspirasi bagi generasi muda di Papua untuk lebih aktif menulis sejarah dan berkontribusi dalam pembangunan daerahnya.
Buku tersebut menggambarkan proses dan semangat transformasi yang sedang berjalan di Papua, yang dapat memberikan motivasi dan pemahaman tentang perubahan positif yang sedang diupayakan di tanah Papua.
Buku “Transformasi Papua” memiliki peran penting dalam kebangkitan Papua dengan menjadi refleksi kritis sekaligus tawaran konstruktif tentang masa depan Papua.
Selain itu, buku ini mendokumentasikan dinamika perubahan sosial, budaya, dan pemerintahan di Papua yang membantu membangun kesadaran sejarah dan mendorong partisipasi masyarakat dalam proses transformasi menuju Papua yang lebih maju.
“Peluncuran buku “Transformasi Papua” hari
ini bukan sekadar peristiwa literasi, tetapi
merupakan simbol dari semangat baru,” ujar Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Masyarakat & Budaya, Matias B. Mano, S.Par.,M.KP mewakili Pj. Gubernur Papua, Dr. Drs. A. Fatoni, M.Si.
Dihadiri Ketua DPR Papua, Anggota Forkopimda Provinsi Papua, Kabinda Papua, Dewan Pembina PYCH, Ketua Dewan Adat Tabi, Tokoh Pemuda, Tokoh Adat dan Tokoh Agama, peluncuran buku sebuah upaya untuk mendokumentasikan pemikiran.
Serta perjuangan dan harapan tentang Papua yang sedang berubah dari pinggiran menjadi pusat perhatian, dari ketertinggalan menjadi kekuatan, dari tantangan menjadi peluang.
Buku ini juga menjadi sarana edukasi kritis yang memperkuat identitas dan harga diri masyarakat Papua, serta membuka ruang dialog dan pemahaman yang lebih mendalam tentang perubahan yang sedang berlangsung di tanah Papua.
Sehingga buku transformasi berfungsi sebagai tonggak penting yang mendukung kebangkitan dan pembangunan yang berkelanjutan di Papua melalui pendekatan yang holistik dan kontekstual terhadap masalah sosial, politik, dan budaya.
“Bagi saya pribadi, transformasi Papua bukan hanya soal pembangunan infrastruktur.
Lebih dari itu, ini adalah tentang transformasi manusia Papua. Kita ingin melihat anak-anak muda Papua menjadi pemimpin masa depan,” ujar staf ahli.
Staf ahli juga mengatakan, peluncuran buku, buku “Transformasi Papua,” berdampak positif terhadap generasi muda Papua, yaitu menjadi motivasi bagi mereka untuk lebih peduli terhadap masa depan daerahnya.
Mendorong gerakan literasi dan minat baca di kalangan anak muda Papua, meskipun tantangan seperti pengaruh penggunaan gawai yang berlebihan masih ada.
Perkuat identitas budaya dan meningkatkan kesadaran tentang nilai-nilai kearifan lokal serta warisan sejarah, yang sangat penting untuk membangun rasa bangga dan tanggung jawab sosial di kalangan generasi muda.
Serta bentuk penghargaan kepada perjuangan dan kontribusi para pemimpin muda Papua, sekaligus menggerakkan generasi muda untuk mengembangkan kemampuan ilmiah.
Selain itu, peluncuran buku yang diiringi talkshow menjadi bahan penelitian, dan literasi sebagai bagian dari kebangkitan dan kemajuan Papua.
“Saya harap talkshow yang digelar dapat
menjadi ruang dialog terbuka untuk mendengarkan suara-suara dari akar rumput, dari pemuda, dari akademisi dan dari tokoh-tokoh yang selama ini bekerja nyata di lapangan,” ujar staf ahli.
“Inilah bagian dari transformasi yang sejati yaitu membangun Papua dengan kebijakan yang berbasis pada pengalaman, data dan partisipasi masyarakat,” jelasnya.
(lrh)






