Beranda / Ragam Berita / Pemprov Papua ajak IPM berperan dalam pembangunan

Pemprov Papua ajak IPM berperan dalam pembangunan

Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Masyarakat & Budaya, Matias B. Mano, S.Par.,M.KP mewakili Pj. Gubernur Papua, Dr. Drs. A. Fatoni, M.Si membuka pelatihan kader madya taruna melati 3 yang digelar oleh IPM Papua. (TIFAPOS/Istimewa)


PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) Papua mengajak Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM) mengambil peran aktif dalam pembangunan, khususnya dalam mendukung berbagai program prioritas yang tengah dijalankan oleh pemerintah daerah.

Selain itu, keterlibatan aktif pelajar Muhammadiyah juga berperan penting dalam implementasi sejumlah program yang dikeluarkan Pemprov Papua salah satunya adalah di bidang pembangunan generasi muda.

Sebagai organisasi kepemudaan, IPM selalu menjadi wadah bagi pelajar untuk mengasah potensi, menanamkan nilai-nilai keislaman, kebangsaan dan kemanusiaan, serta membentuk karakter kepemimpinan.

“Papua saat ini berada dalam fase pembangunan yang dinamis dan transformatif. Berbagai program strategis sedang dan akan terus digulirkan untuk mewujudkan Papua yang lebih maju dan mandiri,” ujar Staf Ahli Gubernur Bidang Pengembangan Masyarakat & Budaya, Matias B. Mano, S.Par.,M.KP mewakili Pj. Gubernur Papua, Dr. Drs. A. Fatoni, M.Si dalam rilisnya usai membuka pelatihan kader madya taruna melati 3 di aula SD Muhammadiyah Jayapura, Jumat, 22 Agustus 2025.

Pemprov Papua juga mendukung program-program positif yang dilakukan oleh IPM yang berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas.

Pelajar Muhammadiyah diminta mengembangkan potensi diri, mengasah keterampilan, dan memperkuat nilai-nilai keislaman dan kebangsaan guna menghadapi tantangan zaman dengan penuh percaya diri.

Pemprov Papua juga menggarisbawahi pentingnya peran pelajar Muhammadiyah dalam pembangunan bangsa, khususnya dalam merawat ukhuwah islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan ukhuwah insaniyah serta menjaga keutuhan NKRI.

IPM Papua diharapkan berperan sebagai gerakan Islam dakwah amar makruf nahi mungkar di kalangan pelajar, yang dapat menghasilkan generasi masa depan yang berkualitas dan berakhlak mulia.

Melalui berbagai program kerja yang sejalan dengan visi dan misi pembangunan daerah termasuk dalam aspek lingkungan, pendidikan, dan karakter bangsa.

“Partisipasi pelajar dan generasi muda dalam pembangunan di Papua memiliki dampak yang cukup signifikan,” ujar staf ahli gubernur.

Pelibatan pelajar dalam pembangunan, lanjutnya, membantu memenuhi kebutuhan dan aspirasi masyarakat secara tepat karena mereka merupakan bagian dari komunitas yang memahami kondisi lokal.

Sehingga kontribusi pemikiran dan tenaga, hasil pembangunan bisa lebih efektif dan sesuai kebutuhan.

Selain itu, pelajar dan generasi muda sebagai agen perubahan berperan penting dalam meneruskan perjuangan pembangunan, menjaga kesinambungan, serta menjaga dan mengembangkan warisan budaya lokal untuk kemajuan masa depan.

Partisipasi pelajar dalam proses pembangunan, seperti perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi, dapat memperkuat kesadaran mereka akan kewajiban sebagai warga yang bertanggung jawab serta meningkatkan kemampuan berorganisasi dan keterampilan pembangunan.

Keterlibatan pelajar membantu mengurangi apatisme dan individuisme dengan mengarahkan energi mereka ke hal-hal yang positif dan bermanfaat bagi bersama, selain turut meningkatkan keswadayaan masyarakat dan membangun solidaritas sosial.

Pengalaman praktis dalam pembangunan lokal memberi pelajar pengetahuan dan keahlian yang berguna untuk masa depan, sekaligus menjadikan mereka calon pemimpin dan pelaku pembangunan di masa depan.

Namun, partisipasi pelajar sering kali masih terbatas pada tahap perencanaan dan ide, dengan kurangnya keterlibatan pada pelaksanaan dan evaluasi karena keterbatasan kemampuan, pengalaman, dan kesempatan.

Ada pula faktor penghambat seperti kurangnya ruang partisipasi, minimnya pelatihan, dan kurangnya koordinasi organisasi pemuda.

Ketika pelajar berpartisipasi aktif dalam pembangunan lokal, mereka tidak hanya membantu mewujudkan pembangunan yang lebih efektif dan berkelanjutan, tetapi juga meningkatkan kualitas sumber daya manusia yang akan membawa daerah ke masa depan yang lebih baik.

“Pelatihan kader madya taruna melati 3 ini merupakan bukti nyata komitmen IPM dalam mencetak sumber daya muda yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga memiliki integritas moral, jiwa kepemimpinan dan kepekaan sosial yang tinggi. Ini adalah investasi jangka panjang yang sangat berharga bagi masa depan Papua dan bangsa,” ujar staf ahli gubernur.

 

(lrh)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *