Beranda / Ragam Berita / Pemkot Jayapura tingkatkan kesejahteraan pengrajin lewat bantuan rumah produksi batik IKM Asasi Len

Pemkot Jayapura tingkatkan kesejahteraan pengrajin lewat bantuan rumah produksi batik IKM Asasi Len

Kepala Bidang Industri Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Achmad Saichul, S.T., M.M mendampingi Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Jayapura, Frederik Awarawi, S.H., M.Hum meresmikan rumah produksi batik IKM Asasi Len ditandai dengan pengguntingan pita. (TIFAPOS/La Ramah)

 

Ringkasan Berita

• Menumbuhkan semangat inovasi dan kolaborasi.

• Mendorong pertumbuhan usaha kecil dan menengah di Kota Jayapura.

• Pelestarian warisan budaya melalui seni batik.

 

PEMERINTAH Kota Jayapura melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM meresmikan sekaligus menyerahkan bantuan satu unit rumah produksi batik IKM Asasi Len di Kampung Nafri, Distrik Abepura, Kamis, 20 November 2025.

Kegiatan ini merupakan bagian dari koordinasi, sinkronisasi, dan pelaksanaan pemberdayaan industri serta peran masyarakat dalam menyusun dan mengevaluasi rencana pembangunan industri kabupaten/kota Tahun Anggaran 2025.

Langkah ini juga diharapkan menumbuhkan semangat inovasi dan kolaborasi yang akan berujung pada pertumbuhan usaha kecil dan menengah di daerah tersebut.

Kepala Bidang Industri Disperindagkop dan UKM Kota Jayapura, Achmad Saichul, S.T., M.M, mewakili Plt. Kepala Dinas, Alberto Fred Itaar, S.IP., M.Si, menegaskan pentingnya pelestarian warisan budaya.

Selain itu, melalui pelestarian seni batik sebagai bagian dari identitas bangsa, khususnya di Kota Jayapura agar batik tetap berkembang dan sekaligus dikenalkan sebagai kekayaan budaya.

Bantuan ini untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat, terutama para pengrajin batik, yang sejalan dengan program pemerintah dalam ketahanan energi dan ekonomi.

Bantuan ini juga membuka lapangan kerja baru baik di sektor produksi maupun pemasaran, khususnya batik Port Numbay yang menjadi ciri khas daerah, sehingga mendukung ekonomi kreatif dan menjadi tempat pengembangan batik guna meningkatkan inovasi dan kreativitas.

Serta, menjadi pusat kreativitas dan pemberdayaan masyarakat guna meningkatkan pendapatan dan kemandirian ekonomi.

“Rumah produksi ini dilengkapi dengan alat membatik sehingga dapat menjadi pusat edukasi dan budaya, mendukung pembelajaran sekaligus pengenalan budaya batik kepada masyarakat luas,” ujar Achmad Saichul.

Asisten III Bidang Administrasi Umum Setda Kota Jayapura, Frederik Awarawi, S.H., M.Hum, mewakili Wali Kota Jayapura, Abisai Rollo, S.H., M.H, menekankan bahwa kehadiran rumah produksi ini merupakan bentuk nyata dukungan pemerintah dalam memperluas usaha dan mendorong UMKM naik kelas.

Ia juga mengatakan, batik bukan sekadar produk, tapi juga identitas, cerita, dan budaya. Melalui keberadaan rumah produksi ini, masyarakat diingatkan untuk bangga karena batik yang diproduksi memuat unsur budaya Papua yang unik.

“Pemkot Jayapura berkomitmen mendorong digitalisasi, penguatan permodalan, pemberdayaan masyarakat adat, dan pembangunan rumah produksi sebagai langkah penting untuk mendongkrak perkembangan ekonomi lokal,” ujar Awarawi.

Awarawi juga mengimbau agar rumah produksi dimanfaatkan sebagai tempat belajar, berkarya, dan berinovasi, serta mengajak pengelola untuk memperkuat manajemen usaha mulai dari pengelolaan bahan baku, keuangan, produksi, hingga pemasaran.

Selain itu, pengelola diingatkan membangun kerja sama dengan komunitas kreativitas, sekolah, marketplace, dan instansi pemerintah guna memaksimalkan potensi rumah produksi batik ini.

“Langkah ini diharapkan menumbuhkan semangat inovasi dan kolaborasi yang akan berujung pada pertumbuhan usaha kecil dan menengah di Kota Jayapura,” ujar Awarawi.

Pengelola rumah produksi, Susana Ronsumbre Tjoe, menyampaikan terima kasih dan apresiasi atas bantuan dan dukungan yang diberikan.

Ia berharap rumah produksi ini bisa menjadi inspirasi dan mendukung pengembangan seni batik serta meningkatkan kesejahteraan pengrajin di Kampung Nafri maupun sekitarnya.

“Adanya rumah produksi batik IKM Asasi Len ini, kami berharap seni batik khas Papua dapat terus terjaga dan berkembang, menjadi kebanggaan masyarakat serta berkontribusi pada penguatan ekonomi kreatif di Kota Jayapura,” ujar Tjoe.

 

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *