Beranda / Ragam Berita / Pemkot Jayapura perkuat kolaborasi di situs cagar budaya gunung Srobu

Pemkot Jayapura perkuat kolaborasi di situs cagar budaya gunung Srobu

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Jayapura Grace L. Yoku, S.Pd., M.Pd. (TIFAPOS.id/La Ramah)

TIFAPOS.id – Pemerintah Kota Jayapura memperkuat kolaborasi di situs cagar budaya gunung Srobu dalam rangka pelestarian sejarah.

Kolaborasi tersebut antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura dengan Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XXII Provinsi Papua, dan Dinas Pariwisata Provinsi Papua.

Selain itu, melibatkan komunitas lokal dalam kegiatan pelestarian dan promosi cagar budaya, yang tidak hanya meningkatkan rasa kepemilikan masyarakat terhadap warisan budaya tetapi juga dapat menciptakan peluang ekonomi baru.

Dengan pendekatan yang terintegrasi ini, Pemkot Jayapura dapat mengoptimalkan potensi cagar budaya sebagai daya tarik wisata sekaligus sumber edukasi bagi masyarakat.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Jayapura Grace L. Yoku, S.Pd., M.Pd, mengatakan kolaborasi tersebut untuk memperkuat dalam pelestarian kawasan cagar budaya gunung Srobu.

Kolaborasi tersebut seperti penataan yang mencakup pembangunan infrastruktur terpadu dan revitalisasi bangunan sesuai kaidah cagar budaya.

Pentingnya kolaborasi antara berbagai pemangku kepentingan dalam pelestarian budaya juga ditekankan, termasuk keterlibatan masyarakat dan komunitas dalam menjaga warisan budaya.

Cagar budaya ini juga berfungsi sebagai sumber edukasi bagi masyarakat, terutama pelajar, untuk memahami sejarah dan peradaban lokal.

Gunung Srobu seluas dua hektar lebih berdiri megah di Teluk Youtefa, dengan ketinggian antara dua meter hingga 98 meter diatas permukaan air laut, yang dikelilingi oleh Kampung Nafri, Kampung Enggros, dan Kampung Tobati.

Selama 450 tahun atau sejak tahun 1730 mereka (masyarakat) tinggal di situ (Gunung Srobu) atau pada abad ke-4, yang saat itu masa peralihan dari prasejarah akhir ke masa sejarah.

Gunung Srobu juga menyajikan peninggalan budaya bercorak megalitik untuk kawasan wilayah Pasifik sangat lengkap dan komplit untuk memberikan gambaran sejarah peradaban manusia.

Di situs Gunung Srobu terlihat sejumlah struktur megalitik yang berkaitan dengan aktivitas pemujaan atau penguburan, tumpukan kerang yang sudah hampir mendominasi situs.

Selain itu, dolmen, menhir, arca, besi, cangkang moluska, gigi manusia, gigi binatang, tulang, fragmen gerabah, dan memiliki peralatan batu yang sangat bervariasi.

“Pemerintah berupaya memperkuat ekosistem kebudayaan agar semua pihak dapat berkontribusi secara efektif,” ujar Yoku di Kantor Wali Kota Jayapura, Jumat (11/4/2025).

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *