Kepala BPKAD Kota Jayapura Desi Yanty Wanggai, SE, M.Si. (TIFAPOS/La Ramah)
TIFAPOS.id Pemerintah Kota Jayapura, berhasil menduduki peringkat 1 untuk perluasan dan percepatan digitalisasi daerah di Papua.
Ungkapan itu disampaikan Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Jayapura Desi Yanty Wanggai di Kantor Wali Kota Jayapura, Selasa (26/11/2024).
Ia juga mengatakan, penghargaan tersebut diberikan Kemenko Perekonomian tahun 2023, yang penilaiannya dari penerimaan dan pengeluaran.
Adapun penerimaan dimaksud, yakni pajak dan retribusi menggunakan mesin EDC (elektronik data capture), Anjungan Tunai Mandiri (ATM), dan QRIS (quick response code Indonesia standard).
Digitalisasi daerah merupakan upaya untuk meningkatkan akuntabilitas dan transparansi pengelolaan keuangan daerah.
“Digitalisasi juga dapat menjadi perwujudan reformasi birokrasi melalui pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi. Kota Jayapura adalah kota cerdas (smart city),” ujar Wanggai.
Kesempatan tersebut, Wanggai mengatakan, meski peringkat 1 perluasan dan percepatan digitalisasi daerah, namun dari belanja mendapat peringkat 3, karena pengeluaran surat perintah pencairan dana (SP2D) belum online.
“Kami masih menggunakan aplikasi sistem informasi pemerintah daerah (SIPD) murni, mulai perencanaan, pengganggaran, penatausahaan hingga pelaporan anggaran. Mudah-mudahan tahun depan (2025) sudah SP2D online,” ujar Wanggai.






