Beranda / Ragam Berita / Pemda Kota Jayapura mendukung Kampung Bersinar

Pemda Kota Jayapura mendukung Kampung Bersinar

TIFAPOS.id  Pemerintah daerah (Pemda) Kota Jayapura mendukung penuh program Kampung Bersinar (Bersih Narkoba) sebagai upaya pemberantasan dan pencegahan penyalahgunaan narkoba di tingkat desa/kampung.

Hal itu disampaikan Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M ditemui di lokasi Car Free Day di Jalan Hamadi-Holtekamp, Sabtu (17/5/2025) dalam kegiatan gotong royong pembersihan lingkungan dan sosialisasi serta donor darah dalam rangka memperingati Hari Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Sedunia yang jatuh pada 8 Mei 2025.

Kesempatan tersebut, dikatakan Rustan, Pemerintah Kota Jayapura siap membentuk Kampung Bersinar sebagai langkah nyata pemberantasan narkoba di wilayah Kota Jayapura.

Dukungan tersebut berupa, fasilitasi koordinasi dan sinergi antarinstansi dan masyarakat untuk pelaksanaan program desa/kampung Bersinar yang bersih dari narkoba.

Meluncurkan dan menetapkan desa atau kelurahan sebagai Kampung Bersinar secara resmi, melibatkan tokoh masyarakat, aparat keamanan, dan kader penggiat.

Sosialisasi dan penyuluhan tentang bahaya narkoba serta pencegahannya kepada warga, perangkat desa, dan kader lingkungan, pembuatan peraturan daerah (Perda) yang memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkoba.

Pelatihan dan pendampingan kepada tenaga medis dan aparat kampung untuk rehabilitasi dan penanganan adiksi dan dukungan berupa bantuan fisik, pembinaan, dan pendanaan untuk kegiatan pencegahan dan pemberantasan narkoba di kampung bersinar.

Selain itu, melibatkan berbagai elemen masyarakat dan lembaga pemerintah dalam tata kelola kolaboratif agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.

Melalui upaya tersebut, dikatakan Rustan, Pemkot Jayapura berperan sebagai fasilitator, penggerak, dan pendukung sumber daya agar kampung bersinar dapat tercipta sebagai lingkungan yang sehat, aman, dan bebas narkoba.

Ia juga mengatakan, Pemkot Jayapura memastikan keberlanjutan program Kampung Bersinar dengan pemantauan dan evaluasi berkala terhadap pelaksanaan program untuk memastikan efektivitas dan keberlanjutan hasilnya.

Mengintegrasikan program Kampung Bersinar ke dalam kebijakan daerah dan anggaran yang berkelanjutan, termasuk melalui APBD dan kemitraan dengan berbagai pihak.

“Dengan pendekatan kolaboratif, edukatif dan dukungan berkelanjutan ini, Pemkot Jayapura berupaya menjaga agar Kampung Bersinar tidak hanya menjadi program sesaat, tapi terus berkembang dan berdampak positif jangka panjang,” ujar Rustan.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua, Brigjen Pol. Anang Triwidiandoko, S.I.K bersama kolega. (TIFAPOS/La Ramah)

Untuk itu, Rustan berharap, masyarakat terlibat dalam program Kampung Bersinar dengan membangun kesadaran dan sikap peduli lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan menjaga kelestarian lingkungan secara bersama-sama.

Program Kampung Bersinar di Kota Jayapura diharapkan berdampak positif terutama peningkatan ekonomi lokal, dengan meningkatkan pengelolaan lingkungan yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan warga.

Diantaranya, warga terdorong untuk mengelola sampah secara kreatif dan produktif, seperti pengelolaan bank sampah, pembuatan kerajinan dari bahan daur ulang, budi daya tanaman obat keluarga, dan budidaya ikan yang memiliki nilai jual dan membuka peluang usaha baru di tingkat RT/RW.

Ia juga mengatakan, program Kampung Bersinar membangun kesadaran lingkungan yang berkelanjutan sehingga mengurangi biaya kesehatan dan kerusakan lingkungan, yang secara tidak langsung mendukung stabilitas ekonomi masyarakat.

Selain itu, terlibat dalam sinergi dan diskusi bersama pemerintah dan lembaga terkait untuk meningkatkan pemahaman dan kapasitas dalam menjaga lingkungan yang bersih, sehat, dan lestari.

Ia juga berharap, pada Kampung Bersinar yang fokus pada pemberantasan narkoba, masyarakat bersama aparat dan lembaga terkait ikut serta dalam pencegahan, edukasi, serta rehabilitasi pengguna narkoba untuk menciptakan lingkungan bebas narkoba.

“Masyarakat menjadi ujung tombak dalam menjaga, merawat, dan mengembangkan Kampung Bersinar melalui partisipasi aktif, gotong royong, edukasi, dan sinergi dengan pemerintah serta lembaga terkait,” ujar Rustan.

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua, Brigjen Pol. Anang Triwidiandoko, S.I.K bersama kolega didampingi Wakil Wali Kota Jayapura, Dr. Ir. H. Rustan Saru, M.M. (TIFAPOS/La Ramah)

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua, Brigjen Pol. Anang Triwidiandoko, S.I.K, mengatakan Kampung Bersinar adalah upaya bersama masyarakat dan pemerintah desa/kampung dalam menciptakan lingkungan yang sehat dan bebas dari narkoba melalui pencegahan, edukasi, dan pengawasan aktif.

Ia juga mengatakan, peran Badan Narkotika Nasional (BNN) Papua dalam mendukung program Kampung Bersinar sangat strategis, yaitu bertindak sebagai fasilitator dan pendukung utama dalam pelaksanaan program, bekerja sama erat dengan perangkat kampung yang menjadi penggerak utama di tingkat lokal.

BNN menyosialisasikan, penyuluhan, dan edukasi pencegahan penyalahgunaan narkoba kepada masyarakat, termasuk di kampus, sekolah, dan komunitas lokal, sehingga meningkatkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat tentang bahaya narkoba.

BNN mendorong pembentukan regulasi daerah seperti peraturan daerah (Perda) yang mendukung Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba (P4GN), agar program Kampung Bersinar berkelanjutan.

Selain itu, BNN berkolaborasi dengan pemerintah daerah, kepolisian, tokoh masyarakat, dan organisasi kemasyarakatan untuk memperkuat sinergi dalam pencegahan dan pemberantasan narkoba.

BNN juga mendorong keterlibatan keluarga dan masyarakat luas dalam membangun budaya anti-narkoba di desa, sehingga menciptakan ketahanan sosial yang kuat terhadap penyalahgunaan narkoba.

“BNN berperan sebagai penggerak, fasilitator, edukator, dan mitra strategis pemerintah daerah serta masyarakat dalam mewujudkan Kampung Bersinar yang bersih dari narkoba,” ujar Anang.

“Daerah yang memiliki kerawanan narkotika yang cukup masif di Kelurahan Argapura dan Dok IX sebagai kampung bersinar pada 2025. Kalau ingin Papua bersih dari peredaran narkoba, maka kampung harus kita bikin bersih dulu,” sambungnya.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *