Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Yoppi Y. Hanuebi menyampaikan pemaparannya. (TIFAPOS.id/La Ramah)
TIFAPOS.id – Pemerintah Kota Jayapura melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan menggelar kegiatan pembinaan kelembagaan dan manajemen sekolah.
Kegiatan selama dua hari dari 12 s.d 13 Maret 2025 di Grand Abe Hotel Jayapura, Kota Jayapura, difokuskan pada strategi penyusunan soal ujian akhir sekolah (UAS) dan ujian sekolah (US) tingkat SMP/MTs.
Kepala Bidang Pembinaan SMP Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Yoppi Y. Hanuebi, mengatakan berfokus pada peningkatan kualitas pendidikan melalui pengelolaan yang efektif dan partisipatif.
Ia juga mengatakan upaya ini bertujuan untuk menciptakan sistem pendidikan yang lebih responsif terhadap kebutuhan peserta didik, guna meningkatkan kualitas layanan pendidikan.
“Poin penting dalam kegiatan ini adalah meningkatkan kinerja kepala sekolah,” ujar Hanuebi, Kamis (13/3/2025).
Ia juga mengatakan, kepala sekolah berperan sebagai pemimpin dan manajer, yang harus memahami tugas dan fungsinya untuk meningkatkan mutu pendidikan.
Serta, memberdayakan sumber daya pendidikan agar dapat mencapai tujuan yang ditetapkan dengan lebih efisien.
“Pendekatan manajemen harus bersifat partisipatif, transparan, dan akuntabel, menggantikan pola birokratis yang kurang relevan,”ujar Hanuebi.
Sementara, prinsip manajemen berbasis sekolah, diantaranya melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk guru, orang tua.
Termaksud masyarakat dalam proses pengambilan keputusan untuk menciptakan rasa memiliki dan tanggung jawab bersama.
Selain itu, menjamin transparansi dalam pengelolaan sekolah dan informasi yang tersedia bagi semua pihak terkait.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Jayapura, Abdul Majid, S.Pd., M.M.Pd, berharap sekolah bertanggung jawab atas keputusan dan hasil yang dicapai, serta harus mampu mempertanggungjawabkan penggunaan sumber daya yang ada.
“Fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan layanan yang diberikan kepada siswa supaya dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan keterlibatan komunitas dalam proses belajar mengajar,” ujar Majid.






