Siswi SMP Al Ihsan Kotaraja berpose dengan medali yang diraihnya dalam lomba renang. (TIFAPOS/Ist)
TIFAPOS.id Kegiatan ektrakulikuler mempunyai peran penting, karena siswa dapat menambah wawasan mengenai mata pelajaran yang erat kaitannya dengan pelajaran di ruang kelas.
Melalui kegiatan ektrakulikuler siswa dapat menyalurkan bakat, minat, dan potensi yang dimiliki seperti yang dilakukan SMP Al Ihsan Kotaraja, Kota Jayapura, Papua.
Berkat kegiatan ekstrakurikuler itu, peserta didik banyak meraih prestasi diberbagai lomba baik tingkat kota, provinsi, dan nasional, diantaranya pencak silat, renang, dan bulutangkis.
Kendala keterbatasan sarana pelatihan sehingga harus ke luar sekolah untuk berlatih, dan belum memiliki pelatih untuk mengembangkan kemampuan siswa.
“Kegiatan ajang talenta, bakat, dan kreativitas menjadi wahana aktualiasasi untuk prestasi peserta didik,” Kepala SMP Al Ihsan Kotaraja, Sri Lestari, M.Pd di Jayapura, Kamis (1/5/2025).

Ia juga mengatakan, ekstrakurikuler menjadi momentum untuk menemukendali anak-anak berbakat dibidang seni, olahraga dan vokasi serta meningkatkan kemampuan literasi.
Dalam mengikuti ekstrakurikuler, mereka akan mendapatkan tantangan berkarya dan berekspresi, karena kegiatan ini merupakan bagian dari proses pembinaan prestasi secara berkelanjutan.
Selain itu, turut andil dalam mengembangkan karakter dan kompetensi siswa dalam menumbuhkan nilai-nilai Pancasila, seperti beriman.
Serta, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, berkebhinekaan global, bergotong-royong, mandiri, kreatif, bernalar kritis.
Ia juga mengatakan, prestasi akademik dan non-akademik diraih melalui pendidikan yang bermutu memerlukan pengembagan kecerdasan secara komprehensif dan bermakna.
Pembinaan yang terus ditekankan kepada siswa meliputi olah hati (cerdas spiritual), olah rasa (cerdas emosional) dan olah pikir (cerdas intelektual).
“Kami mendukung sekali kegiatan ekstrakurikuler melalui pembinaan guru, sehingga peserta didik mampu berkembang dan meraih prestasi,” ujar Sri.

Guna meningkatkan prestasi non-akademik melalui kegiatan ekstrakulikuler, SMP Al Ihsan Kotaraja mendukung dengan kebijakan dan finansial, sehingga membutuhkan komitmen orang tua melalui komite sekolah.
Peran orang tua dalam mendukung kegiatan ekstrakurikuler anak sangat penting, seperti memberikan dukungan moral dan emosional, seperti memotivasi anak.
Selain itu, hadir saat pertunjukan atau kompetisi, serta menunjukkan rasa bangga atas pencapaian anak, yang meningkatkan semangat dan kepercayaan diri anak.
Membantu memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai minat dan bakat anak, sehingga anak lebih termotivasi dan bersemangat mengikuti kegiatan tersebut.
Menciptakan lingkungan kondusif untuk berlatih dan berpartisipasi aktif, termasuk membantu mengatur waktu, menyediakan fasilitas, dan mendukung kebutuhan logistik serta finansial kegiatan ekstrakurikuler.
Memantau perkembangan dan memberikan bimbingan, agar anak dapat berkembang optimal dan mengatasi kendala selama mengikuti kegiatan.
Berperan sebagai mitra pendidikan dengan bekerjasama bersama guru dan sekolah, untuk menciptakan dukungan yang menyeluruh bagi perkembangan anak dalam ekstrakurikuler.
“Dengan keterlibatan aktif dan dukungan penuh dari orang tua, anak dapat mengembangkan potensi, keterampilan sosial, dan karakter yang lebih matang melalui kegiatan ekstrakurikuler,” ujar Sri.

Ia juga menekankan kepada guru pembimbing untuk menggali dan mengembangkan potensi siswa dengan memilih kegiatan ekstrakurikuler yang sesuai minat dan bakat mereka sehingga siswa termotivasi untuk berprestasi.
Memanajemen kegiatan yang baik, seperti perencanaan kegiatan di awal tahun, pelaksanaan sesuai jadwal, dan evaluasi rutin dengan keterlibatan guru pembina dan siswa, terbukti meningkatkan prestasi non-akademik secara signifikan.
Melatih keberanian dan kemampuan tampil di depan umum, misalnya melalui ekstrakurikuler olahraga atau seni, yang juga mengasah kepercayaan diri siswa.
Selain itu, meningkatkan soft skills seperti disiplin, kerja sama, dan rasa percaya diri yang berkontribusi pada prestasi non-akademik dan juga akademik.
Mendukung secara optimal dari sekolah dan orang tua, termasuk penyediaan sarana prasarana, pelatih profesional, dan motivasi berupa penghargaan atau reward.
Serta, konsistensi dan pencatatan prestasi agar siswa dapat melihat perkembangan dan memaksimalkan manfaat prestasi non-akademik untuk masa depan pendidikan dan kariernya.
Ia juga berpesan agar guru mengamati melalui evaluasi proses dan hasil kegiatan atau pemantauan langsung dan evaluasi rutin oleh guru pembimbing, siswa, dan pihak terkait lainnya untuk menilai pelaksanaan dan dampak kegiatan.
Hal itu dilakukan agar meningkatkan reputasi dan prestise sekolah di masyarakat sebagai hasil dari prestasi dan pengelolaan kegiatan ekstrakurikuler yang baik.

Selain itu, guru pembina bertanggung jawab mengontrol dan mengarahkan jalannya kegiatan ekstrakurikuler agar berjalan tertib dan sesuai tujuan, termasuk melakukan penjadwalan dan monitoring kehadiran siswa melalui absensi.
Guru melakukan penilaian terhadap perkembangan dan prestasi siswa secara berkala setiap semester, dengan berdiskusi bersama pelatih untuk memberikan umpan balik yang konstruktif.
Sebagai evaluator guru memberikan nasihat dan bimbingan kepada siswa untuk mengembangkan minat dan bakat mereka sesuai potensi masing-masing.
Serta, berperan mengumpulkan laporan prestasi siswa dalam berbagai kegiatan ekstrakurikuler, seperti olahraga, seni, dan sosial, yang digunakan sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas program.
Evaluasi yang dilakukan guru bertujuan memastikan tujuan ekstrakurikuler tercapai, mengidentifikasi kendala, dan menentukan perbaikan agar kegiatan lebih efektif dalam mengembangkan keterampilan dan karakter siswa.
Selain evaluasi formal, guru juga berperan sebagai motivator yang mendorong siswa aktif dan bersemangat dalam mengikuti kegiatan ekstrakurikuler serta berkoordinasi dengan pihak sekolah untuk mendukung kelancaran kegiatan.

Guru mengevaluasi kegiatan ekstrakurikuler melalui pengendalian pelaksanaan, penilaian perkembangan siswa, pengumpulan laporan prestasi, pemberian bimbingan, dan koordinasi untuk peningkatan mutu kegiatan secara berkelanjutan
“Kegiatan ekstrakurikuler tidak hanya mengembangkan bakat dan minat siswa, tetapi juga membentuk karakter dan keterampilan sosial yang esensial bagi keberhasilan mereka secara menyeluruh,” ujar Sri.
Ia berharap kepada peserta didiknya untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan ekstrakurikuler, yang mencerminkan minat dan keterlibatan mereka.
Menumbuhkan karakter dan sikap siswa, termasuk aspek afektif seperti disiplin, kerja sama, dan tanggung jawab terhadap setiap kegiatan sesuai minat dan bakat masing-masing.
“Harapan kami anak-anak bisa sukses membaggkan diri sendiri, keluarga, sekolah, Kota Jayapura hingga Provinsi Papua,” ujar Sri.






