Beranda / Ragam Berita / Pembinaan ASN Kemenag Kota Jayapura tekankan nilai BerAKHLAK untuk pelayanan publik berkualitas

Pembinaan ASN Kemenag Kota Jayapura tekankan nilai BerAKHLAK untuk pelayanan publik berkualitas

Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Hj. Ani Matdoan, S.Ag., M.M menyampaikan sambutan pada kegiatan pembinaan ANS di lingkungan Kemenag Kota Jayapura. (TIFAPOS/La Ramah)

 

Ringkasan Berita

• Memperkuat nilai dasar budaya kerja: integritas, profesionalisme, inovasi, tanggung jawab, keteladanan.

• Membangun kebersamaan, persaudaraan, dan disiplin untuk pelayanan publik berkualitas.

• Bagian dari upaya berkelanjutan Kemenag membentuk ASN pionir untuk kerukunan umat beragama.

 

APARATUR Sipil Negara Kementerian Agama Kota Jayapura, Papua, mengikuti pembinaan intensif bertajuk Penguatan core value ASN BerAKHLAK sebagai fondasi budaya kerja yang berkualitas.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat nilai dasar budaya kerja, mengevaluasi program kerja, serta meningkatkan disiplin pegawai guna menghasilkan pelayanan publik yang berkualitas, berintegritas, dan profesional.

Selain itu, tidak hanya menekankan integritas dan profesionalisme, tetapi juga membangun kebersamaan serta persaudaraan di antara ASN di lingkungan Kemenag Kota Jayapura.

Kegiatan pembinaan berlangsung di aula Kementerian Agama Kota Jayapura, Senin, 12 Januari 2026, dihadiri seluruh ASN di bawah naungan Kemenag Kota Jayapura.

Serta, merupakan bagian dari upaya berkelanjutan Kementerian Agama dalam membentuk ASN yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga bermoral dan berintegritas tinggi.

“Dalam era digitalisasi dan tuntutan masyarakat yang semakin kompleks, pembinaan seperti ini menjadi penting untuk memastikan setiap pegawai mampu memberikan pelayanan yang prima, transparan, dan akuntabel,” ujar Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Jayapura, Hj. Ani Matdoan, S.Ag., M.M.

Ani juga menegaskan pentingnya memahami budaya kerja sebagai inspirasi bagi ASN. Budaya kerja yang kuat dimulai dari nilai-nilai dasar seperti integritas, profesional, inovasi, tanggung jawab, dan keteladanan.

Menurutnya, budaya kerja bukan sekadar slogan, melainkan pedoman yang harus diimplementasikan dalam setiap aspek pekerjaan sehari-hari sehingga membangun lingkungan kerja yang profesional, bermartabat, dan dipercaya oleh masyarakat.

Selain itu, penerapan nilai-nilai tersebut secara konsisten akan menghasilkan ASN yang berprestasi dan memiliki integritas tinggi.

“Dalam konteks pelayanan publik, ASN harus menjadi teladan bagi masyarakat. Dengan integritas, kita bisa menghindari praktik korupsi dan nepotisme, sementara profesionalisme memastikan bahwa setiap tugas dilakukan dengan standar tinggi,” ujar Ani.

Ani juga menyoroti inovasi sebagai kunci untuk menghadapi tantangan zaman, di mana ASN diharapkan mampu beradaptasi dengan teknologi dan kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Selain nilai-nilai umum tersebut, Ani menekankan penerapan tujuh nilai dasar ASN di Indonesia, yang dikenal dengan akronim BerAKHLAK seperti berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

“BerAKHLAK bukan hanya pedoman perilaku, tetapi juga budaya kerja yang harus diinternalisasi oleh setiap ASN dalam pelayanan publik dan interaksi sehari-hari,” ujar Ani.

Dicontohkannya, seperti nilai berorientasi pelayanan yang menuntut ASN untuk selalu memprioritaskan kepentingan masyarakat, bukan kepentingan pribadi.

Kesempatan tersebut, dalam sesi evaluasi program kerja, peserta dibahasakan tentang capaian kinerja selama periode sebelumnya.

Ani menyampaikan evaluasi ini penting untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan dalam implementasi program-program Kemenag, seperti pendidikan agama, haji, dan urusan keagamaan lainnya.

“Disiplin ASN adalah fondasi dari semua itu. Tanpa disiplin, tidak ada program yang bisa berjalan efektif,” ujar Ani.

Ani mendorong ASN untuk terus meningkatkan disiplin, baik dalam waktu kerja maupun etika profesional, guna mendukung visi Kementerian Agama dalam membangun masyarakat yang religius dan harmonis.

Menurutnya, pembinaan ini sejalan dengan kebijakan nasional yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), yang menjadikan BerAKHLAK sebagai pilar utama reformasi birokrasi.

Ani berharap, ASH Kemenag Kota Jayapura berkomitmen untuk menjadi pionir dalam implementasi nilai-nilai tersebut, mengingat peran strategisnya dalam menjaga kerukunan umat beragama di Papua.

“ASN yang lebih berintegritas, pelayanan publik seperti penerbitan surat nikah dan bimbingan ibadah akan menjadi lebih efisien dan transparan,” ujar Ani.

Kegiatan ini juga diisi dengan diskusi interaktif dan sesi tanya jawab, ASN dapat berbagi pengalaman dan tantangan yang dihadapi di lapangan.

Beberapa peserta menyampaikan pembinaan ini memberikan motivasi baru untuk meningkatkan kualitas diri.

“Saya merasa lebih termotivasi untuk menerapkan nilai-nilai ini dalam tugas sehari-hari, terutama dalam melayani masyarakat yang beragam,” ujar Kahar, salah satu ASN yang hadir.

(ldr)

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *