Beranda / Ragam Berita / Pembentukan usaha ekonomi produktif untuk mengurangi ketergantungan masyarakat di sumber cagar alam Cycloop

Pembentukan usaha ekonomi produktif untuk mengurangi ketergantungan masyarakat di sumber cagar alam Cycloop

Papan nama kawasan konservasi di Teluk Youtefa Kota Jayapura. (TIFAPOS.id/La Ramah)

TIFAPOS.id – Ketergantungan masyarakat pada sumber daya alam di cagar alam sering kali menjadi tantangan dalam upaya pelestarian lingkungan.

Untuk mengatasi hal ini, pembentukan usaha ekonomi produktif yang berkelanjutan dapat menjadi solusi yang efektif.

Seperti yang dilakukan Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Papua, dengan membentuk kelompok usaha ekonomi produktif.

Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan masyarakat di sumber cagar alam Cycloop tanpa harus mengganggu ekosistem.

Program tersebut dianggap berhasil, karena ketergantungan masyarakat terhadap lingkungan semakin berkurang.

Pendampingan yang dilakukan BBKSDA Papua, seperti budidaya anggrek, perikanan dan perkebunan, yang tersebar di sekitar cagar alam Cycloop.

Pendampingan secara intensif tersebut berupa pelatihan manajemen bisnis, pemasaran, produksi, atau pengelolaan keuangan.

Selain mendampingi, kelompok usaha tersebut juga diberikan batuan dana untuk mengembangkan usaha mereka.

BBKSDA Papua menjadikan program ini menjadi kegiatan utama untuk melestarikan cagar alam Cycloop secara efektif.

“Target tahun 2025 sebanyak 50 kelompok tersebar di Merauke, Biak, Asmat, Timika, dan Jayapura,” ujar Kabag TU BBKSDA Papua, Amin Suprajitno, S.Hut., M.P di lokasi Venue Dayung Teluk Youtefa, Kota Jayapura, Jumat (21/2/2025).

Ia juga mengatakan, memonitoring dan mengevaluasi secara berkala untuk mengukur dampak dari usaha ekonomi produktif terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan pelestarian lingkungan.

Kegiatan ini melibatkan masyarakat dalam proses evaluasi untuk mendapatkan umpan balik yang konstruktif dan memastikan keberlanjutan program.

“Pembentukan usaha ekonomi produktif dapat menjadi solusi yang efektif untuk mengurangi ketergantungan pada sumber daya cagar alam dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan,” ujar Amin.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *